
Beberapa penjaga yang berpatroli mulai berkumpul ketika mendengar keributan dari lokasi mereka saat ini.
"Jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"
"Apalagi selain kabur? Bukankah kita masih harus menangkap tiga pedagang yang kau sebutkan sebelumnya dan mengambil uang mereka sebagai hadiah?"
Tentu Alex tidak melupakan bonus pekerjaan mereka. Dia berharap semoga tiga pedagang di distrik Utara yang membantu Gereja Bintang Darah memiliki harta kekayaan yang melimpah. Dengan itu, dia akan mendapatkan sejumlah koin emas untuk meningkatkan kekuatannya.
Jean mengangguk dan mengajak Alex pergi dari sana. "Kalau begitu ikuti aku. Kita akan menangkap para pedagang itu satu per satu."
Kemudian keduanya meninggalkan lokasi tanpa terdeteksi oleh para penjaga yang mendekat.
***
Matahari berada di tepi barat langit kota Xyras, mewarnai langit dengan cahaya orange kemerahan yang dipantulkan oleh awan-awan bergelombang.
Setelah lima jam sejak dimulainya misi, Alex dan Jean telah kembali dengan mengendarai kereta kuda yang ditutupi oleh kain terpal.
Di dalam kereta tersebut, terlihat tiga pria dengan tangan dan kaki terikat serta mulut tersumpal penuh kain.
Ketika mereka menghentikan kereta kuda di belakang bangunan guild, keduanya menemukan Zeff yang berdiri seolah menanti kedatangan mereka.
"Selamat datang kembali. Apa pekerjaan kalian berjalan dengan baik?"
"Sesuai dengan rencana, kami berhasil menyingkirkan lima murid abu-abu serta pendeta biru Siren di distrik Utara." Alex lalu berjalan ke arah kereta kuda dan menyibak kain terpal untuk memperlihatkan tiga pedagang yang tertera di daftar misi mereka. "Tiga orang ini juga berhasil kami tahan."
"Itu bagus. Tentunya kalian sudah mengambil hadiah dari ketiganya bukan?"
Keduanya mengangguk lalu mengeluarkan ketiga pedagang tersebut dari kereta kuda. "Kami akan menyerahkan mereka kepada pak Zeff."
"Terimakasih. Temuilah Big Three dan lainnya di lantai satu. Aku akan menyusul kalian setelah membawa tiga pedagang ini ke ruang tahanan."
Di lantai satu guild petualang, Alex menemukan Big Three, Christopher, dan Mina sedang mengelilingi meja yang penuh dengan makanan. Anehnya, selain mereka bertiga Alex tidak menemukan petualang lain yang terlihat disana.
"Leon, Jean, datanglah kesini! Kami baru saja mau mulai makan."
__ADS_1
Mina melihat keduanya dan berteriak memanggil.
Dia dan Big Three serta Christopher juga baru saja kembali dari pekerjaan mereka. Jarak antara guild petualang dan lokasi musuh di distrik Timur hanya sekitar setengah jam berjalan kaki. Hal ini menyebabkan ketiganya memiliki selisih waktu perjalanan dengan Alex dan Jean selama satu jam.
Itulah mengapa ketiganya dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dibandingkan Alex dan Jean.
Sambil melahap makanan di atas meja, Big Three bertanya kepada Alex. "Berapa uang yang kalian dapatkan?"
"Sekitar empat ratus koin emas."
"Itu sangat banyak. Kami bertiga hanya berhasil mengumpulkan sekitar lima ratus koin emas. Sayang sekali kita hanya bisa mengambil koin emas yang disimpan di kantung penyimpanan mereka."
"Hahhh... Benar, hal itu sungguh sangat disayangkan."
Disisi lain, Mina menggelengkan kepalanya mendengar pembicaraan Alex dan Big Three. Kemudian dia menyenggol Jean dan bertanya. "Semuanya berjalan lancar?"
"Ya... Berkat artefak serangan Alex, tidak ada musuh yang berhasil melarikan diri."
"Apa kalian tidak ketahuan oleh para penjaga yang berpatroli?"
"Mereka memang mendatangi kami setelah mendengar keributan. Tapi kami berhasil kabur setelah memastikan seluruh musuh sudah mati."
Jean tersadar dan mengangguk dengan kagum. "Ternyata ada juga cara seperti itu!"
"Tentu saja. Ini salah Zeff sendiri yang tidak memberikan misi resmi kepada kita. Aku yakin dia tidak keberatan jika kita memakai namanya untuk lolos dari para penjaga."
Bersamaan dengan habisnya makanan di atas meja, Zeff berjalan menuruni tangga dan menghampiri mereka. "Tolong ikuti aku sebentar. Aku ingin memastikan sesuatu dengan kalian."
Kelimanya saling memandang dengan bingung melihat punggung Zeff yang berjalan pergi.
Meskipun Zeff yakin kelimanya bukan merupakan pengkhianat, Zeff ingin menghilangkan secuil keraguan di dalam hatinya.
Dia menanyakan beberapa hal kepada mereka dan menyuruh kelimanya untuk mengatakan hal yang serupa dengan keempat resepsionis sebelumnya.
Setelah memastikan kelimanya seratus persen aman, Zeff bernafas dengan lega. "Maafkan aku karena sedikit meragukan kalian."
__ADS_1
"Apa ada sesuatu yang terjadi?"
"Benar, salah satu resepsionis yang bernama Elisa ternyata merupakan anggota Gereja Bintang Darah. Selain itu, dia ternyata merupakan anggota berpangkat tinggi yang memimpin seluruh pergerakan Gereja Bintang Darah di kawasan pinggiran Great Forest ini."
"Benarkah?"
"Itu benar. Dia adalah seorang diaken hitam yang memiliki kekuatan setara dengan petualang peringkat mithril. Aku juga telah mengkonfirmasinya dengan markas pusat. Di dalam Gereja Bintang Darah, ada seorang diaken hitam dengan sebutan sang bayangan. Melihat kekuatan yang dia tunjukkan sebelumnya, aku yakin kalau itu adalah dia."
"Tunggu, jadi bagaimana pak Zeff berhasil selamat darinya? Apa dia kabur begitu saja?"
Zeff tersenyum masam mendengar pertanyaan Alex. "Untuk itu aku juga minta maaf kepada kalian. Sebenarnya, aku berbohong tentang kedatangan petualang mithril nanti malam. Keduanya sudah tiba disini pagi tadi. Untuk membongkar pengkhianat yang menyusup, mereka terpaksa menyembunyikan diri dan memantau dari kegelapan."
"Jadi sekarang mereka..."
"Benar, kami sudah disini sejak tadi pagi."
Suara wanita terdengar dari dua sosok yang muncul.
Di belakang wanita tersebut, pria berbadan besar yang sebanding dengan Big Three menertawakan ekspresi kelimanya yang terkejut melihat mereka. "Hahahaha, rupanya tidak ada dari kalian yang menyadari keberadaan kami. Kalian harus berlatih lebih keras lagi."
Alex terdiam melihat kemiripan sifat pria itu dengan orang besar di sampingnya. Jika tubuh utamanya disini, dia yakin setidaknya dapat merasakan keberadaan mereka meskipun samar-samar.
"Perkenalkan dua petualang mithril yang dikirim markas pusat untuk menjaga kota Xyras. Pria berbadan besar ini adalah Melbach, sedangkan wanita cantik ini adalah Odorin."
Zeff memperkenalkan keduanya kepada Alex dan yang lain.
"Sebenarnya itu tidak terlalu tepat. Meskipun kami dikirim oleh markas pusat, namun kami hanyalah petualang pengelana yang sedang memiliki waktu luang. Kami berdua belum pernah menginjakkan kaki ke markas pusat yang misterius. Mantan The Number itulah yang memberitahu kami lalu membawa kami ke tempat ini."
"Benarkah? Kalau begitu apakah mantan The Number ikut dengan kalian? Aku ingin berbicara dengannya!" Christopher dengan antusias membalas pernyataan Odorin.
"Tidak mungkin. Kami bahkan baru mengetahui kalau pria tua itu merupakan mantan The Number. Sepertinya dia tidak ingin berurusan dengan keadaan dunia saat ini. Sebelumnya, kami bahkan hanya mengenal dia sebagai pria tua yang menjaga perpustakaan kota."
"Itu benar. Sangat sulit untuk mengerti jalan pikiran orang-orang yang berada di puncak dunia ini."
Melbach menimpali percakapan keduanya dengan anggukan.
__ADS_1
"Baiklah, karena aku sudah memperkenalkan lima orang ini kepada kalian sebelumnya, mari kita kembali ke lantai dua dan langsung membahas rencana kedepannya."
Yang lain menyetujui Zeff dan mengikuti langkahnya menuju ruang kerja di lantai dua.