Berdagang Dengan Dunia Lain

Berdagang Dengan Dunia Lain
Siapa Pencipta Guild Petualang?


__ADS_3

Hah... Hah... Hah...


Keduanya lelah setelah melayani pelanggan tanpa henti.


Stok pertama yang berada di dalam kotak penyimpanan daging, berisi tiga ratus tusuk sate ayam dan dua ratus tusuk sate sapi habis sebelum jam delapan malam.


Meskipun Alex ingin berjualan lagi, klonnya sudah kembali ke planet sihir. Sisa waktu cooldown untuk berpindah dunia juga masih cukup lama.


Tidak mungkin Alex masuk ke dalam toko, lalu tiba-tiba menunjukkan tumpukan tusuk sate ayam dan sapi yang baru kepada Tomi.


Alex terpaksa mengakhiri lapak mereka di hari pertama berdagang meskipun waktu masih belum terlalu malam.


"Aku tidak menyangka dagangan kita akan selaris ini." Tomi meminum teh hangat membasahi tenggorokannya yang kering.


"Hahahaha... Sayangnya Leon tidak dapat mengirimkan stok baru sekarang." Ucap Alex sedikit berbohong.


Meskipun klonnya tidak dapat membawa stok tusuk sate yang baru, sebenarnya dia dapat mengeluarkannya saat ini juga dari dalam inventory.


"Terimalah ini sesuai kesepakatan kita! Anggap saja dua porsi yang kita makan pertama sebagai bonus." Alex memberikan empat puluh delapan dollar kepada Tomi sebagai upah membantunya berdagang.


Tomi menerimanya dengan senang. Sesuai kesepakatan mereka, Tomi akan menerima satu dollar untuk setiap porsi yang terjual. Dia juga mengucapkan terimakasih karena tidak harus membayar makanan yang dia makan bersama Alex sebelumnya.


"Besok adalah jadwal kerja paruh waktuku. Apakah kau dapat berjualan sendirian?"


"Tentu saja!" Tomi menganggukkan kepalanya. Setelah menerima empat puluh delapan dollar dari Alex, Tomi semakin bersemangat membantu Alex berjualan sate.


"Kalau besok stoknya cepat habis seperti hari ini, hubungilah aku. Aku akan memberitahu Leon untuk mengirimkan stok daging sate lagi ke sini. Tentu saja itu jika kau tidak lelah dan ingin lanjut berjualan."


"Baiklah. Aku yakin mereka yang membeli tadi akan ketagihan dan kembali lagi besok. Esok hari, aku akan berusaha menjual seratus porsi!"


Alex kagum dengan semangat Tomi. "Aku akan memberitahu Leon untuk menambahkan sepuluh tusuk sate ayam, dalam setiap stok yang dia kirimkan. Itu adalah bonus untukmu, kau dapat memakannya sendiri untuk makan malam, atau menjualnya kepada pembeli jika stok lain sudah terjual habis."


"Terimakasih Alex!!!" Tomi benar-benar bersyukur dapat mengenal Alex dan berteman dengannya.


Dengan ini, dia dapat meringankan beban ibunya. Dia bahkan dapat menabung cukup banyak uang untuk mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi di masa depan.


Setelah Tomi pulang, Alex melihat seratus tiga puluh enam dollar uang di tangannya, hasil penjualan setelah dia membayar upah Tomi.


'Dengan ini, aku sudah memiliki pendapatan yang tetap di dunia ini.'


Planet sihir.

__ADS_1


Klon kedua Alex saat ini sedang menjelajahi seluruh desa di pinggiran Great Forest.


Dalam beberapa hari terakhir, dia sudah melewati banyak desa yang kosong tidak menyisakan penduduk sedikitpun.


Tidak ada tanda-tanda kerusakan di desa tersebut, meyakinkan Alex bahwa mereka menjadi korban wabah yang diciptakan oleh Gereja Bintang Darah.


Alex duduk dibawah sebuah pohon tinggi, lalu membuka lembaran kertas berisi rumus serta penjelasan mengenai sub-materi yang ditulis oleh guru fisikanya.


Sub-M \= E²/(π².F.t.Vol)


Membaca penjelasan dibawahnya, Alex langsung paham. Dia tidak menyadari hal itu berkaitan dengan salah satu skill yang membuat proses berpikirnya semakin cepat.


"Hmm... Jadi untuk menciptakan sub-materi, gaya yang berpengaruh disekitar serta lamanya waktu aku mempertahankan wujud sub-materi tersebut, berbanding terbalik dengan energi atau mana yang aku keluarkan. Ukuran sihirku juga mempengaruhi energi yang diperlukan" Alex bergumam sendiri di tengah kesunyian hutan.


Bahkan jika Alex berdiam diri dan fokus mengeluarkan sihir, gaya gravitasi dari planet sihir yang nilainya sama dengan gaya gravitasi di dunia asalnya, tetap mempengaruhi jumlah mana yang harus dia keluarkan.


Volume yang dimaksud pada rumus merupakan ukuran sihir yang ingin diciptakan Alex. Kerapatan dari sub-materi yang dibuatnya harus sesuai atau mendekati materi yang ada.


Contohnya adalah air. Massa jenis air adalah 997 kg/m³. Jika Alex ingin menciptakan sihir air seberat satu ton dengan ukuran satu meter kubik, maka sihir tersebut kemungkinan besar akan berhasil.


Tetapi jika Alex ingin membuat air seberat seratus ton dengan ukuran satu meter kubik, maka sihir tersebut tidak akan berhasil.


Membersihkan pikirannya dari hal-hal lain, Alex duduk dalam posisi meditasi lalu mengalirkan mana ke telapak tangan kanannya.


Alex mencoba menciptakan api dengan membayangkan proses pembakaran yang membutuhkan gas oksigen.


Wushhh...


"Berhasil! Ups..." Baru saja berteriak keras, api yang diciptakannya langsung menghilang.


'Mungkin karena aku tidak menyediakan mana yang cukup.'


Alex kembali fokus lalu menciptakan api kembali.


Melihat api di telapak tangan kanannya selama beberapa detik, Alex tiba-tiba memikirkan sebuah kemungkinan.


Alex mengambil sebuah buku dari dalam inventory menggunakan tangan kirinya, lalu membakar buku tersebut dengan api yang dia ciptakan.


Wushhh...


Ketika buku itu mulai terbakar, Alex menghentikan penyaluran mana lalu api ditangan kanannya segera padam.

__ADS_1


Wushhh...


Berbeda dengan api yang dia buat, buku yang dia pegang dengan tangan kiri masih dilalap oleh api.


Api itu tidak berhenti membakar buku tersebut sampai seluruh kertas di dalamnya habis tak tersisa.


"Benar... Meskipun api yang dibuat adalah sub-materi, itu memiliki sifat yang serupa dengan materi dan tetap akan berdampak terhadap sekitarnya." Alex tertawa dengan senang.


Meskipun api yang diciptakan Alex adalah sihir/sub-materi, itu tetap menghasilkan panas yang akan membakar sekitarnya.


Api yang membakar buku ditangannya bukanlah sihir api yang dia ciptakan, melainkan api alami yang terbentuk akibat dampak panas dari sihir apinya.


Hal itulah yang membuat buku tersebut tetap terbakar, meskipun sihir api yang dia ciptakan sudah menghilang.


Alex merasa bahwa ini masuk akal. Proses ini sama saja dengan jika dia menciptakan sihir angin yang tajam dan menebang sebuah pohon, pohon tersebut tidak akan kembali seperti semula meskipun Alex telah menghilangkan sihirnya.


Itu adalah dampak sihir yang dia ciptakan terhadap lingkungan sekitarnya!


Alex tidak mengetahui berapa banyak cadangan mana yang dia miliki. Tidak seperti karakter game, sistem miliknya tidak menunjukkan nilai cadangan mananya.


Karena ingin melihat berapa lama dia akan kehabisan mana, Alex menciptakan api secara terus menerus.


Dia harus mengetahui seberapa lama dia bertahan untuk memperhitungkan rencana jika terjadi sebuah pertempuran.


Alex mencoba berbagai hal. Dia mencoba membuat api kecil, api besar, api berwarna biru yang lebih panas, dan percobaan sihir api lainnya.


Setelah satu jam, Alex merasa pusing karena cadangan mananya sudah habis.


'Bagaimana jika aku membuat sihir air yang jauh lebih berat daripada sihir api? Apalagi sihir dengan sub-materi padat seperti tanah atau logam, mungkin cadangan manaku akan habis dalam beberapa saat saja.'


Alex berbaring merenung sambil memandangi langit cerah di atas kepalanya.


Setelah rasa pusing di kepalanya menghilang, dia mengeluarkan cat rambut pirang, masker, dan kacamata hitam dari dalam inventory. "Dengan ini, aku dapat mendaftar di guild petualang dengan identitas yang berbeda."


Alex berniat bergabung dengan guild petualang sebelum mencari misi yang berkaitan dengan Gereja Bintang Darah.


Menurut informasi yang dia dapatkan beberapa hari terakhir, guild petualang sudah sangat lama berdiri bahkan hampir menyamai umur dari Western Empire yang merupakan salah satu kerajaan tertua.


Guild petualang juga tidak terikat dengan organisasi maupun kerajaan lain. Hal inilah yang paling menarik minat Alex.


Siapa yang menciptakan Guild petualang?

__ADS_1


__ADS_2