Berdagang Dengan Dunia Lain

Berdagang Dengan Dunia Lain
Sub-Materi


__ADS_3

"Ini alat yang hebat! Dengan alat ini, kita tidak perlu lagi bersusah payah membuat percikan api dari batu api." Benzir terpesona dengan alat yang ditunjukkan Alex.


Namun, raut wajah Benzir tiba-tiba berubah. "Tapi jika kau ingin mengubah gaya hidup masyarakat agar memakai alat ini, kau tidak dapat mematok harga yang tinggi. Jika tidak, alat ini hanya akan dibeli oleh para orang kaya serta kaum bangsawan."


"Tuan Benzir tenang saja. Karena itulah aku membicarakan ini dengan tuan Benzir. Aku ingin mendengar pendapat anda, berapa harga maksimal agar alat yang disebut korek ini dapat diterima bahkan dari warga yang miskin sekalipun?"


"Oh, jadi alat ini disebut korek ya? Hmm... Jika yang kau katakan benar bahwa korek ini dapat digunakan selama sekitar satu bulan, menurutku dengan harga dua koin perak masyarakat akan selalu membelinya!"


Alex berpikir mendalam mendengar harga jual yang disebutkan Benzir. Tentu saja apa yang dikatakan Benzir adalah harga yang dibeli langsung oleh masyarakat.


Jika Alex menjual korek gas kepada pedagang lain sebelum disalurkan kepada masyarakat, dia harus menurunkan harga agar pedagang yang membeli darinya mendapat untung.


"Aku akan menjualnya kepada anda sebesar satu koin perak, namun ada syaratnya."


"Apa itu?" Benzir menahan diri menunjukkan perasaan senang ketika mendengar harga yang disebutkan Alex.


"Aku tidak ingin harga korek ini sampai kepada konsumen melebihi satu koin perak lima puluh tembaga. Targetku adalah mendapatkan keuntungan jangka panjang dengan menjadikan korek ini suatu kebutuhan dalam hidup masyarakat."


"Tentu saja, bahkan aku hanya akan mengambil keuntungan dua puluh koin tembaga darimu. Aku berjanji akan hal itu." Benzir yakin jika dia menjualnya dengan satu koin perak dua puluh tembaga, korek gas ini akan menyebar ke seluruh kota Xyras dalam waktu satu minggu.


"Baiklah, aku akan menyuplai dua puluh dua ribu korek gas untuk saat ini." Dalam dua hari terakhir, tubuh utama Alex di kota Sevenright telah menjual enam ratus karung beras kepada Bilson dan mendapatkan uang sekitar dua puluh empat ribu dollar.


Karena Bilson bekerja sebagai penyuplai barang, Alex membeli dua puluh ribu korek gas. Tentu saja Bilson memberi harga yang sedikit lebih murah dibandingkan ketika Alex membeli korek gas di kota Lynden.


Tidak seperti korek gas, Alex masih belum yakin apakah buku dan pulpen dapat menjadi suatu kebutuhan baru bagi masyarakat. Dia akan membiarkan Benzir menangani itu dengan menjual stok buku dan pulpen yang hanya dia beli di kota Lynden sebelumnya.


Ketika Alex menunjukkan buku dan pulpen serta menjelaskan fungsinya, Benzir mengatakan bahwa itu sebenarnya merupakan barang mewah.


Benzir menjelaskan bahwa buku dan pulpen ini akan terjual di pemerintahan kota. Selama ini, mereka menggunakan gulungan kulit untuk hal-hal admistrasi yang tentunya memakan biaya besar.


Selain pemerintahan kota, para pedagang termasuk dirinya tentu saja akan membeli buku dan pulpen ini.


"Aku akan membeli buku dan pulpen ini dengan masing-masing harga lima koin perak." Benzir sedikit bersemangat. Tentunya kedua alat ini juga mengubah gaya hidup, meskipun hanya untuk orang-orang kaya saja.


"Baiklah." Alex menyetujui harga tersebut.

__ADS_1


Setelah kesepakatan disetujui, Alex memberikan dua puluh dua ribu korek gas, dua ribu buku tulis, serta dua ribu pulpen.


Menerima empat ratus dua puluh koin emas dari Benzir, Alex bertanya, "Kapan lagi aku harus menyediakan stok barang ini?"


"Korek gas itu akan aku beli kapanpun kau menjualnya, sebanyak apapun itu! Untuk buku dan pulpen, aku harus melihatnya terlebih dahulu dalam satu minggu. Setelah itu, aku akan memberi tahu kepadamu jumlah pasti dan waktu penyediaannya."


Dengan jumlah penduduk kota Xyras yang mencapai ratusan ribu, Benzir tidak akan kesulitan menjual korek sebanyak apapun.


Setelah menyelesaikan transaksi serta membahas seluruh rencana kedepannya, keduanya bersalaman lalu Alex pamit untuk meninggalkan ruangan.


Dua hari kemudian di planet Biru.


"Benarkah sore ini kita bisa mulai berjualan?" Tomi bertanya kepada Alex dengan penuh semangat.


"Tentu saja. Aku sudah memastikannya semalam, semua perabotan sudah lengkap. Bahan-bahan yang diperlukan juga telah tersedia. Kita akan mulai berjualan sore ini!" Alex tersenyum menjawab pertanyaan Tomi.


Alex tidak perlu khawatir tentang bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sate.


Dia membeli banyak daging ayam dan daging sapi di kota Xyras, planet sihir.


Berkat kekuatan inventory yang ajaib, daging yang berada di dalamnya tidak akan pernah membusuk. Hal inilah yang membuat Alex yakin bahwa dia tidak akan rugi meskipun pembelinya nanti sedikit.


Alex juga tidak menjual semua beras di dalam inventory kepada Bilson.


Dikarenakan dia telah menggunakan seratus karung beras dalam pertempuran di desa Rod, saat ini dia memiliki sisa lima puluh karung di dalam inventory miliknya.


Setelah merencanakan jadwal berdagang di sore hari, keduanya memasuki ruang kelas beberapa menit sebelum bel pertama berdering.


Kelas pertama diisi oleh seorang guru laki-laki bernama Albert yang mengajarkan mata pelajaran fisika.


"Saya baru saja membaca sebuah buku yang menarik. Apakah kalian mengingat rumus E \= m.C² yang dikemukakan oleh Einstein?" Kacamata Albert terlihat sedikit naik turun, menandakan dia sedang bersemangat menjelaskan kepada para siswa di kelas.


"Ada seorang profesor yang membahas lebih dalam mengenai teori tersebut. Jika energi sebanding dengan massa dikali kuadrat dari kecepatan cahaya, maka apakah kita dapat menciptakan suatu materi dengan energi yang mencukupi?" Lanjut Albert bertanya kepada para siswa.


"Bukankah secara teori itu mungkin pak Albert? Kita hanya harus membalik rumusnya. Jadi, massa dari sebuah materi yang diciptakan sebanding dengan energi yang hilang dibagi dengan kuadrat dari kecepatan cahaya." Seorang murid pintar bernama David menaikkan sedikit kacamata dengan telunjuk tangan kanan.

__ADS_1


Albert mengangguk-anggukan kepala, "Itu benar, namun profesor ini mengatakan sesuatu yang berbeda. Meskipun dia berkata bahwa teori tersebut tidak salah, dia menyatakan ada suatu proses yang dapat menghasilkan sesuatu dengan mengorbankan lebih sedikit energi."


Di samping Alex, Dino terbangun dari posisi tidurnya mendengarkan penjelasan Albert dengan raut wajah serius.


Dia melihat ke arah Helen. Tidak berbeda dengannya, Helen juga berbalik dan melihat ke arahnya dengan menunjukkan raut wajah yang sama.


Keduanya mengalihkan perhatian ke depan dan lanjut mendengarkan penjelasan Albert dengan fokus.


"Rupanya, profesor ini melakukan eksperimen untuk menciptakan suatu materi berdasarkan rumus tersebut. Setelah berulang kali gagal, dia berhasil melakukan sebuah penemuan yang sedikit melenceng dari niat awalnya."


"Apa itu pak Albert?" Beberapa siswa mulai penasaran.


Albert sedikit kesal melihat antusiasme murid-muridnya, sangat berbeda ketika dia sedang mode mengajar yang normal.


Setiap kali dia mengajar siswa mengenai hal-hal yang masih misterius, misalnya luar angkasa dan hal lainnya, para siswa akan sangat bersemangat seperti saat ini.


Albert menahan senyumnya, 'Hahaha... Seperti inilah anak-anak. Bahkan dulu, aku juga mulai tertarik dengan fisika ketika guruku menceritakan hal-hal misterius dari sudut pandang fisika.'


"Profesor tersebut secara kebetulan menciptakan sesuatu yang hanya bertahan dalam beberapa detik saja sebelum menghilang. Dalam bukunya, dia memberi nama kepada sesuatu yang tercipta itu dengan sebutan sub-materi."


"Pembentukan sihir!"


Alex merasa mendengar Owen menggumamkan sesuatu yang mirip dengan perkataan Benzir di planet sihir.


"Rupanya, profesor tersebut terinspirasi untuk melakukan eksperimennya karena kisah masa lalunya. Saat kecil, dia dan kedua orangtuanya terperangkap di dalam rumah yang sedang terbakar. Ditengah keputusasaannya, dia melihat seseorang menciptakan air dalam jumlah besar dari tangan, lalu memadamkan kobaran api yang menjalar di seluruh bagian rumah." Lanjut Albert.


"Bukankah itu seperti cerita dongeng?" Tanya seorang siswa.


"Mungkin saja! Semuanya tertulis di dalam buku, tidak ada bukti apapun seperti rekaman video. Namun setelah menemukan sub-materi secara kebetulan, profesor itu kembali mengingat air yang diciptakan penyelamatnya. Sesaat setelah kobaran api dipadamkan, profesor itu tidak melihat genangan air sedikitpun. Bahkan pakaiannya yang basah terendam air dalam jumlah besar tiba-tiba menjadi kering. Hal ini tentu saja mirip dengan sub-materi yang ditemukan dalam eksperimennya. Dalam bukunya profesor tersebut berkata, 'Mungkin orang yang menyelamatkan keluargaku dulu adalah penyihir. Sekarang, bahkan sains dapat menjelaskan sihir berdasarkan logika!'" Jelas Albert panjang lebar.


"Bukankah profesor itu menyangkut pautkan sub-materi yang dia temukan dengan hal mistis untuk meningkatkan pamornya?" Kata seorang siswa diiringi tawa yang lain.


Berbeda dengan seisi kelas yang tertawa, Dino dan Helen terlihat merenung setelah penjelasan Albert berakhir.


Di sudut kelas, Alex juga memiliki segudang pikiran dibenaknya. 'Bukankah Tio pernah diselamatkan dengan perisai yang hanya muncul sesaat? Mungkinkah sub-materi ini berkaitan dengan sihir? Aku harus meminjam buku tulisan profesor itu dari pak Albert! '

__ADS_1


__ADS_2