
"Hanya ini yang tersisa." Alex mengeluarkan tiga ramuan pemulihan terakhir dari dalam inventory setelah berhasil membunuh kelima makhluk terkutuk yang menyerang mereka.
Alex dan klonnya minum masing-masing satu ramuan lalu Alex mengulurkan yang terakhir kepada Owen.
"Apa kepala desa membutuhkan ramuan ini?"
"Sebenarnya lukaku tidak separah milik kalian berdua. Namun selain menyembuhkan luka, sisa ramuan di dalam tubuh dapat mengisi sedikit cadangan manaku yang sudah hampir habis." Owen agak malu menerima ramuan pemulihan yang berharga dari Alex untuk kedua kalinya.
"Kalau begitu kepala desa harus meminumnya. Kita harus meningkatkan peluang kita agar berhasil membunuh Tio dan menyelamatkan desa ini."
Owen mengangguk menerima ramuan dari tangan Alex dan langsung meminumnya.
"Alex, keluar! Aku tahu kau ada di sekitar sini, hihihihi." Suara Tio terdengar dari kejauhan saat mereka sedang memulihkan diri.
"Wanita busuk itu." Teriak Alex geram dengan suara tertahan.
"Ayo kita intip apa yang sedang dia lakukan." Owen berbicara dengan dingin menahan perasaan marah di dadanya.
"Keluarlah Alex! Jika tidak, aku akan membunuh Mathias dan Nina. Apa kau akan membiarkan mereka mati di tanganku?"
Alex, klon, dan Owen saling bertatapan setelah mendengar teriakan Tio.
Nafas ketiganya memburu ingin segera membunuh wanita busuk yang menggunakan sandera untuk memancing Alex keluar.
"Mari kita keluar!" Kata Owen dengan dingin.
Alex dan klon mengikuti Owen yang lebih dulu berjalan keluar melalui pintu rumah.
"Hihihihi Alex, apakah kau sepengecut itu hingga bersembunyi di dalam rumah?" Lima puluh meter dari posisi Alex, Tio mengejek mereka sambil tertawa.
Dibelakang Tio, Alex melihat dua makhluk masing-masing memegang Mathias dan Nina dengan tangan dan kaki terikat serta mulut tersekap.
Meskipun keduanya dipenuhi luka, Alex kagum melihat keduanya tidak menangis bahkan mata Mathias dan Nina tidak terlihat takut sama sekali.
"Lepaskan mereka berdua!" Ancam Alex dengan suara dingin.
"Oh apa yang akan kau perbuat jika aku tidak melepaskan mereka?" Tio tertawa menanggapi Alex.
"Aku takkan mengulanginya lagi. Lepaskan mereka berdua!" Alex mengeluarkan pistol dari inventory lalu menodongkannya ke arah Tio.
Tio takut melihat pistol yang diarahkan Alex kepadanya. Ia memerintahkan dua makhluk terkutuk sebagai perisai badan untuk menahan serangan dari pistol Alex.
__ADS_1
"Tu-turunkan artefakmu, kalau tidak aku akan menusuk pisau ini!" Tio tergagap namun tetap mengancam dengan sebilah pisau ditempelkan di leher Nina.
Inilah yang Alex khawatirkan. Jika Tio memakai Nina ataupun Mathias sebagai sandera, maka ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Ancaman kosong dari pistol di tangannya pun menjadi tidak berguna karena memang peluru di dalam pistol sudah habis tak tersisa.
Memberikan pistol kepada klonnya, Alex melangkah maju dengan tangan kosong. "Lepaskan mereka berdua! Aku akan menyerahkan diriku sendiri dan kau bebas melakukan apapun kepadaku."
"Hihihihi, ternyata kau selemah itu. Kemarilah terlebih dahulu."
"Tidak, kau biarkan mereka pergi lebih dahulu. Jika tidak saudara kembarku Leon akan menyerang dengan artefak itu. Apa kau ingin bertaruh perlindungan surgawimu itu masih akan menyelamatkan nyawamu seperti sebelumnya?"
Klon Alex yang berdiri di belakang mengangkat pistol mengikuti perkataan Alex.
Tio mengerutkan kening jelas takut dengan ancaman Alex. Namun ia tetap tidak setuju dengan usulan tersebut. "Bagaimana jika ternyata kau akan kabur bersama dua anak ini jika aku melepaskan mereka?"
Alex tidak dapat membalasnya karena memang itulah tujuannya memberi ancaman seperti tadi.
Beberapa saat terdiam, Alex mengangguk pasrah. "Baiklah aku akan mendekat, namun jika kau tidak melepaskan mereka setelah aku ditangkap makhluk-makhluk ini, kau akan menerima akibatnya."
"Leon, jika wanita ini tidak melepaskan kedua anak itu, seranglah sebanyak mungkin dengan artefak yang kuberikan! Tidak perlu khawatir jika serangan itu ikut membunuhku asalkan wanita itu ikut mati." Alex berpura-pura mengancam dengan berteriak keras agar Tio ikut mendengarnya.
"Lakukanlah! Apa kau melawan perintah kakakmu?"
"Baiklah Alex." Klon Alex pura-pura memasang ekspresi tegas di wajahnya meskipun ada kesedihan di sana.
"Apa kau yakin?" Owen berbisik dari belakang klonnya.
"Tenang saja, aku akan menceritakan semuanya nanti." Jawab klon Alex dengan bisikan yang hanya didengar Owen.
Alex berjalan perlahan dengan tangan kosong menuju arah Tio dan kumpulan makhluk terkutuk disekitarnya.
Beberapa meter dari sana, Alex memasang wajah lembut dan menolehkan kepalanya kepada Mathias dan Nina. "Kalian berdua larilah dan segera pergi ke arah kepala desa dan saudara kembarku."
Kali ini Mathias dan Nina terlihat menangis sesenggukan karena ucapan dan perbuatan Alex demi menyelamatkan mereka.
Meskipun kedua mulut anak itu disekap oleh kain, Alex dapat melihat keduanya ingin berbicara dan menyanggah saran dari Alex.
"Apa kalian pikir wanita jahat ini bisa membunuhku? Tenang saja, aku akan kembali dengan selamat." Alex berusaha memasang senyum lembut dan tak terlihat khawatir meski sudah berada dekat dengan belasan makhluk terkutuk.
"Lepaskan ikatan mereka dan biarkan mereka pergi!" Suara dingin Alex membuat Tio sedikit merinding.
__ADS_1
"Lepaskan mereka berdua!" Perintah Tio kepada makhluk terkutuk yang menahan kedua anak itu.
Lagipula, target utama misi ini adalah Alex. Setelah Alex mati, tidak ada lagi yang dapat membuat obat murah yang dapat menyembuhkan wabah buatan mereka.
Setelah memastikan Alex mati secara langsung dan membawa kepalanya, Tio dapat keluar dari desa dan membiarkan puluhan makhluk terkutuk sendiri untuk menghancurkan dan membunuh penduduk desa Rod yang tersisa.
"Pergilah, jangan khawatirkan aku!" Alex mendesak keduanya untuk segera berlari.
Mendengar nada suara Alex yang sedikit keras, Mathias tahu bahwa ia dan adiknya hanya akan menjadi beban bagi Alex.
Ia segera menggendong Nina dipunggungnya dan berlari menuju kepala desa dan Owen yang berjarak lima puluh meter dari mereka.
"Turunkan artefak di tanganmu! Jika tidak makhluk ini akan mematahkan leher saudaramu." Ancam Tio kepada klon Alex yang masih mengangkat pistol kearahnya.
Setelah Mathias dan Nina berada di dekat mereka, klon Alex menurunkan pistol mengikuti perkataan Tio.
Tio takut jika ia membunuh Alex di depan saudaranya, maka saudara Alex akan menyerang mereka dengan artefak secara membabi buta.
Tio mundur dari lokasi dan pergi menuju arah pintu gerbang desa membawa Alex yang ditahan dan dijaga oleh lima makhluk terkutuk.
"Apa yang harus kita lakukan? Mereka membawa Alex." Owen bertanya dengan khawatir sambil menahan Nina yang terlihat ingin pergi menuju Alex.
Mathias disisi lain terlihat memejamkan matanya menahan air mata yang mengalir deras sambil mengepalkan tangannya dengan erat.
"Kita kembali dulu ke rumah kepala desa. Aku akan menjelaskannya diperjalanan nanti." Klon Alex dengan tenang menjawab.
Di tengah jalan, klon Alex menjelaskan bahwa yang bersama dengan Tio hanyalah klonnya yang dapat dibuat dalam waktu satu hari.
Alex berbohong jika itu adalah tubuh utamanya, ia tidak ingin memberi tahu siapapun mengenai kemampuannya yang dapat hidup kembali jika terdapat satu tubuh klon yang tersisa.
Owen masih tidak percaya dengan perkataan Alex. Seumur hidupnya, ia belum pernah melihat seseorang yang memiliki dua sihir origin secara bersamaan.
Alex meyakinkan Owen dengan menunjukkan kemampuan inventory miliknya dengan mengeluarkan dan memasukkan barang ke dalam.
"Aku masih belum dapat membuat klon karena memiliki jangka waktu penggunaan yaitu satu kali dalam satu hari." Alex tetap berbohong demi keselamatan dirinya, "Jika kita selamat dari ini, aku akan menunjukkan kemampuanku itu pada kepala desa nanti." Lanjut Alex.
"Baiklah jika itu yang sebenarnya terjadi." Owen mengangguk tenang menghilangkan kekhawatiran sebelumnya.
Mathias dan Nina tidak mengerti dengan sihir origin dan pembicaraan lainnya.
Yang membuat mereka berdua tenang ialah bahwa orang di depan mereka saat ini ternyata merupakan Alex yang sebenarnya dan yang dibawa oleh perempuan jahat tadi adalah tubuh yang dibuat oleh kemampuan Alex.
__ADS_1