Berdagang Dengan Dunia Lain

Berdagang Dengan Dunia Lain
Para Lebah


__ADS_3

Tok tok tok.....


Alex melompat ke lantai tiga guild petualang tempat para karyawan serta ketua guild tinggal, lalu mengetok jendela kamar melalui balkon.


Ketika dia kembali ke guild bersama Jean, waktu sudah menunjukkan pukul empat pagi.


Karena dia membawa dua murid abu-abu yang sedang terikat, Alex tidak dapat menunggu sampai para penduduk bangun dari tidurnya dan melihat mereka.


Setelah berulang kali menggedor jendela yang berada di balkon lantai tiga guild, seseorang membukanya dengan tampilan wajah yang sedikit kesal.


"Tuan Leon! Apakah tuan perlu sesuatu?" Ekspresi wajah Aya berubah hormat, ketika dia mengetahui orang yang mengganggu tidurnya adalah Alex.


"Apakah kamu bisa membangunkan pak Zeff? Aku ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting."


"Tapi saat ini pak Zeff....."


"Katakan saja padanya ini sangat mendesak. Masalah ini berkaitan dengan Gereja Bintang Darah!" Tegas Alex dengan tak sabar.


"Ba-baiklah. Tuan Leon dapat kembali ke bawah terlebih dahulu. Setelah membangunkan tuan Zeff, aku akan turun dan membuka pintu guild." Aya terkejut ketika mendengar Gereja Bintang Darah dari mulut Alex. Dia segera menutup pintu jendela, dan bergegas membangunkan Zeff di kamarnya.


Beberapa menit kemudian. Aya turun ke lantai satu dan membuka pintu guild, lalu mempersilahkan Alex masuk ke dalam.


Meskipun dia penasaran dengan seseorang yang ikut bersama Alex serta dua orang dengan kondisi terikat yang mereka bawa, dia tahu bahwa ada beberapa rahasia yang seharusnya tidak dia dengar. Apalagi sesuatu yang berkaitan dengan Gereja Bintang Darah.


Di lantai dua, Aya memimpin Alex ke sebuah ruangan yang pernah dimasuki Alex sehari sebelumnya. "Silahkan masuk tuan Leon. Tuan Zeff sudah menunggu didalam."


"Terimakasih Aya, maaf mengganggu tidurmu." Alex memberikan satu keping perak, sebagai ungkapan terimakasih serta permintaan maaf karena mengganggu waktu istirahatnya.


"Terimakasih tuan Leon."


Memasuki ruangan, Alex melihat Zeff dengan tampilan serius sedang duduk dibalik meja kerjanya.


"Apakah kedua orang itu anggota Gereja Bintang Darah?" Zeff langsung menanyai Alex setelah pintu ruang kerja ditutup.

__ADS_1


Awalnya, dia sangat enggan bahkan sedikit marah ketika Aya membangunkannya.


Bagaimana tidak? Pensiunan petualang yang seharusnya menikmati masa-masa tuanya, namun memutuskan untuk menjadi ketua guild cabang kota Xyras, masih harus bekerja diluar jadwal kerjanya.


Ketika dia mendengar Aya menyebutkan Gereja Bintang Darah, rasa kantuknya menghilang dan segera menyuruh Aya bergegas menjemput Alex dibawah.


"Iya, kedua orang ini adalah murid abu-abu Gereja Bintang Darah." Alex mengangguk menunjuk Tio dan Galus yang terikat.


"Dia?" Zeff menanyai wanita dibelakang Alex.


Alex mengenalkan Jean kepada Zeff. Selama perjalanan ke guild, wanita itu tidak membuat sesuatu yang mencurigakan.


Bahkan ketika Alex menunjukkan celah agar Jean dapat membawa Tio serta Galus melarikan diri, Jean tetap tidak kabur.


Tentu saja Alex sengaja melakukan itu, meskipun Jean mengambil umpannya saat itu, tubuh lainnya yang memantau dari jauh dapat membantu menangkap mereka.


Zeff mengamati Jean dengan cermat setelah mengerti situasinya. "Dari organisasi mana kau berasal?"


"Aku tidak dapat menjawab pertanyaanmu. Namun yang pasti, aku berasal dari Bolum Kingdom ." Tegas Jean tidak ingin memberitahu dari organisasi mana dia berasal.


Dia memiliki sebuah dugaan jika orang ini berasal dari Bolum Kingdom, sama seperti kampung halamannya. Sebagai mantan petualang emas disana, tentu saja dia pernah mendengar beberapa informasi rahasia.


Mata Jean sedikit melebar ketika mendengar tebakan Zeff. Tentu saja Alex dan Zeff menyadari perubahan ekspresi tersebut. Keduanya berpikir bahwa tebakan Zeff sebelumnya kemungkinan benar.


"Apa itu para lebah?" Alex lebih dulu bertanya kepada Zeff.


"Pasukan di Bolum Kingdom dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masingnya dipimpin oleh seorang jenderal. Kelompok terbaik disana adalah pasukan perisai emas. Mereka berisi para pasukan elit, yang disaring dari seluruh pasukan disana." Jelas Zeff dengan perlahan.


"Para lebah ini merupakan sub divisi dari perisai emas. Sesuai namanya, mereka akan menyusup ke dalam musuh mereka, lalu menyengat musuh jika menemukan sebuah kesempatan." Lanjut Zeff.


"Bukankah itu sangat beresiko?" Tanya Alex.


"Bukankah sudah kukatakan? Sama seperti namanya, para lebah, mereka akan mengorbankan diri mereka sendiri untuk menyengat musuh dan menyuntikkan racun yang menyakitkan kedalam tubuh musuh." Jelas Zeff.

__ADS_1


Alex terkejut lalu mengalihkan pandangan ke arah Jean. "Apakah itu benar?"


Jean tidak menjawab pertanyaan Alex melainkan bertanya kepada Zeff, "kalau boleh tahu, darimana pak Zeff berasal?"


"Aku juga berasal dari Bolum Kingdom." Jawab Zeff.


Jean terkejut lalu menenangkan diri. Sebelumnya, dia berniat untuk tetap diam agar keduanya hanya menduga-duga saja.


Selama enam bulan menyusup ke Gereja Bintang Darah, dia telah menemukan beberapa orang penting yang ternyata merupakan bagian dari organisasi tersebut. Hal itulah yang membuatnya sedikit mencurigai ketua guild didepannya.


Namun setelah mengetahui bahwa Zeff berasal dari kerajaan yang sama dengannya, dia pun memahami darimana Zeff tahu mengenai para lebah.


"Haaaah!!! Kau benar. Aku merupakan bagian dari para lebah. Sepertinya itu adalah kesalahanku karena menyebutkan Bolum Kingdom." Jean menghela nafas pasrah.


"Itu bukan kesalahanmu. Lagipula aku juga tidak menyetujui cara yang dilakukan sang jenderal. Perisai yang dapat menyerang lawan memanglah sebuah alat yang sangat baik, namun bukankah kalian sangat menderita karena hal itu?" Sanggah Zeff.


Jean menggelengkan kepala terhadap pertanyaan Zeff. "Jenderal perisai emas tidak memaksa kami. Akulah yang mengajukan diri untuk menjadi bagian dari para lebah. Aku mempunyai dendam yang sangat besar terhadap Gereja Bintang Darah."


Alex dan Zeff terdiam mendengar perkataan Jean.


Alex lalu bertanya karena penasaran. "Tapi mengapa kau sampai tega membantu Gereja Bintang Darah, untuk menculik dua puluh anak kecil sebelumnya?"


"Tunggu! Aku belum mendengar tentang itu." Zeff memotong dari samping.


"Bukankah guild memiliki sebuah misi dari daerah kumuh tentang penculikan anak? Aku baru saja mengambil misi tersebut. Pelaku penculikan anak-anak di daerah kumuh ternyata didalangi oleh Gereja Bintang Darah."


Mendengar penjelasan Alex, Zeff menganggukkan kepala meskipun bingung mengenai tujuan Gereja Bintang Darah melakukan hal tersebut. Dia lalu kembali menoleh ke Jean untuk mendengar penjelasannya.


Melihat Alex dan Zeff menunggu penjelasannya, Jean terlihat pasrah lalu menjelaskan seluk beluk sejak awal dia memasuki Gereja Bintang Darah.


Cara perekrutan anggota Gereja Bintang Darah cukup unik. Ketika mereka ingin merekrut anggota, mereka hanya akan memilih calon murid yang belum mempelajari sihir sama sekali.


Tentu saja mereka juga harus memastikan sang calon murid memiliki suatu kebencian yang besar terhadap sekitarnya, agar mudah dimanipulasi.

__ADS_1


Setelah berhasil menjadi murid abu-abu, Gereja Bintang Darah akan memberikan pengajaran tentang sihir, serta sumberdaya yang berguna meningkatkan kekuatan mereka.


Dalam waktu tiga bulan setelah menjadi murid abu-abu, Jean menunjukkan kemampuan mengalirkan mana kepada seorang pendeta biru. Para petinggi organisasi yang mengetahui informasi tersebut melalui pendeta biru mengira mereka telah menemukan sebuah permata, sehingga mereka menjadi sangat memperhatikan Jean lebih dari sebelumnya.


__ADS_2