Berdagang Dengan Dunia Lain

Berdagang Dengan Dunia Lain
Rencana Menjual Sate


__ADS_3

Planet Biru.


Istirahat makan siang, William mendatangi tim perwakilan lomba marathon untuk menjumpai Alex. William mengajaknya untuk berbicara berdua sehingga Alex meninggalkan kelima orang lainnya yang sedang beristirahat dan mengikuti William menuju sudut lapangan.


"Aku sudah mendapatkan ijin orangtuaku untuk membiarkanmu memakai toko yang baru kami bangun. Karena isinya masih kosong aku sudah berbicara dengan beberapa orang yang kukenal untuk mempermudahmu. Lihatlah beberapa brosur ini."


William memberikan beberapa brosur tentang perlengkapan untuk mengisi toko yang rencananya akan digunakan untuk usaha dagang Alex. Brosur - brosur itu berisi perlengkapan seperti meja, kursi, perlengkapan memasak, dan perlengkapan lainnya dari harga yang murah hingga yang terlihat mewah.


Alex memikirkan untuk membuka usaha menjual sate sehingga ia memilih perlengkapan dengan harga yang relatif murah.


Setelah memilih perlengkapan yang diinginkannya dan merekap jumlah serta harga, Alex memberikan data itu kepada William, "Total yang kupilih sejumlah seribu empat ratus dollar. Aku akan mentransfer seribu lima ratus dollar kepadamu sebagai rasa terimakasih telah membantuku."


"Hahahah kau sangat baik Alex. Tapi tidak perlu untuk itu. Ayahku mengizinkanmu sebenarnya agar aku dapat belajar tentang hal - hal ini. Dengan membantumu saja aku sudah belajar banyak hal tentang bisnis properti yang dilakukan oleh ayahku. Lagipula aku adalah ketua kelasmu."


Sebenarnya William juga telah bernegosiasi dengan kenalannya yang menjual barang - barang perlengkapan. Brosur sebelumnya memang adalah harga sebenarnya namun sebagai kenalan tentu saja ia mendapatkan sedikit darinya. Meskipun itu tidak sebesar seratus dollar yang ingin diberikan Alex sebelumnya, tentu saja ia telah mendapatkan pengalaman dari itu sesuai keinginan ayahnya.


"Terimakasih William. Aku tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikanmu." Alex tahu keluarga William sangat kaya. Sebelumnya ia tidak tahu seperti apa membalas kebaikan William sehingga ia berencana memberikannya seratus dollar sebagai rasa terimakasihnya terhadap William. Alex tidak menyangka bahwa ketua kelasnya yang selama ini jarang berbicara dengannya sungguh orang yang sangat baik.


"Kalau begitu bagaimana dengan ini. Aku memperhatikan Tomi sepertinya sedang memikirkan sesuatu dan ingin berbicara denganmu. Cobalah berbicara dengannya dan bantu dia sebisa mungkin tentang masalah yang dimilikinya."


William tahu keadaan keluarga sahabatnya yaitu Tomi. Ia tidak diijinkan ayahnya memberikan uang secara langsung untuk membantu orang lain sehingga ia tidak tahu bagaimana cara membantu Tomi.


William tentu saja melihat perubahan ekspresi Tomi saat Alex membicarakan ingin membuka usaha dagang sebelumnya sehingga ia berharap Tomi dapat berbicara dengan Alex dan mengutarakan apa yang ada dipikirannya.


"Tentu saja William. Aku akan berbicara dengan Tomi nanti."

__ADS_1


Setelah menerima nomor rekening William, Alex berpisah dengan William dan kembali ke tim perwakilan marathon.


Sore harinya, Alex tidak melanjutkan latihan dengan yang lain karena ia telah melakukan janji pertemuan dengan Bilson, suami dari manager tempat ia bekerja paruh waktu.


Di tempat parkir sekolah, Alex bertemu dengan Tomi yang sedang mengeluarkan motor di parkiran.


"Kau ingin pulang Tomi?" Tanya Alex sambil berjalan.


"Oh Alex, aku akan menjemput adikku di SMP dekat sini." Jawab Tomi tersenyum.


"Aku dengar kau sedang mengkhawatirkan sesuatu. Apakah ada sesuatu yang bisa kubantu?"


Tomi tersenyum kecut mendengar pertanyaan Alex.


"Tidak juga. William hanya mengatakan kau sepertinya sedang khawatir akan suatu hal."


Tomi menghela nafas lalu memarkirkan kembali sepeda motornya.


Tomi memberi tahu keadaan keluarganya kepada Alex dimana ayahnya meninggal sejak kecil sehingga mau tidak mau ibunya bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan Tomi dan adiknya hingga saat ini.


"Memang tidak sesulit keadaanmu, tapi tetap saja aku mengkhawatirkan ibuku yang memaksakan dirinya bekerja keras demi aku dan adikku."


Alex tidak berpikir kehidupannya sesulit yang dikatakan Tomi. Meskipun ia harus bekerja paruh waktu, namun sebenarnya ia memiliki banyak uang di rekeningnya yang tidak ia ketahui darimana itu berasal.


Sejak satu tahun lalu bersamaan dengan kejadian terbakarnya panti asuhan Leonard, Alex menerima transfer uang sebesar lima ratus dollar dari orang tak dikenal. Tidak hanya disitu, Alex tetap menerima lima ratus dollar setiap bulannya sehingga saat ini Alex telah menerima total enam ribu dollar dari orang tak dikenal tersebut.

__ADS_1


Meskipun Alex menerima uang setiap bulannya, tentu saja Alex tetap bekerja paruh waktu dan hidup sederhana karena sebelumnya ia berniat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.


Sebelumnya, Alex telah mengumpulkan uang sekitar sebelas ribu dollar di rekeningnya dan setelah mengurangi biaya untuk membeli banyak obat ponodal yang dijual di planet sihir, saldo di rekeningnya tersisa sekitar sepuluh ribu dollar lebih.


"Apa kau ingin membantu ibumu?"


"Tentu saja aku sudah memikirkannya, namun setiap aku mengatakan ingin bekerja paruh waktu, ibuku menolak dan mengatakan untuk fokus belajar. Ia mengatakan akan membiayai kami berdua hingga lulus dari perguruan tinggi." Mata Tomi berkaca - kaca memikirkan kasih sayang ibunya. "Aku sudah memikirkannya akan mencuri waktu untuk bekerja paruh waktu, namun mengingat jadwal yang teratur jika aku ijin kepada ibuku setelah pulang sekolah, ibuku pasti mengetahuinya dan memarahiku." Lanjut Tomi.


Alex ikut sedih memikirkan keadaan Tomi yang ingin membantu keluarganya. Meskipun ia mengenal semua yang berada di panti asuhan Leonard sebagai keluarga, tetapi tentu saja Alex tidak mengerti perasaan memiliki keluarga yang memiliki hubungan darah.


"Kalau begitu bagaimana jika kau membantuku berdagang? Aku sudah mendapatkan tempat untuk memulai usaha dan berencana untuk membukanya setelah lomba marathon selesai. Kau bebas datang kapan saja untuk membantuku dan aku akan membayar sesuai jadwal kedatanganmu." Alex mengajak Tomi membantunya menjual sate.


"Benarkah itu?" Tomi terkejut mendengar tawaran Alex. Jika Tomi bekerja paruh waktu, maka ia harus bekerja sesuai jadwal yang ia tetapkan untuk bekerja dalam seminggu. Hal itu dapat membuat ibunya curiga jika dalam satu minggu Tomi selalu ijin kepada ibunya pada hari yang sama sesuai jadwal kerja Tomi. Alex mengatakan ia bebas datang kapan saja untuk membantu berjualan. Tentu saja ibunya tidak akan curiga jika ia ijin keluar pada hari yang acak.


"Tentu saja. Aku akan sangat terbantu jika kau mau ikut bekerja. Setelah selesai perlombaan marathon, aku akan mulai pada malam hari di hari Senin, Rabu, dan Jumat karena aku masih berencana melanjutkan kerja paruh waktuku di hari lainnya. Pada hari Minggu aku akan berjualan dari pagi sampai siang. Kau bebas menentukan waktumu kapan akan membantu berjualan. Jika kau ingin bekerja saat jadwalku kerja paruh waktu, kau juga dapat melakukannya sendirian. Tentu saja aku percaya pada temanku."


"Aku bersedia. Terimakasih Alex. Aku akan mengenalkanmu beberapa wanita cantik kenalan William nanti." Tomi masih sempat becanda untuk menutupi kesedihan sebelumnya yang membuat mata Tomi berkaca - kaca.


Perasaan Tomi mengasihani keadaan Alex sebelumnya kini digantikan oleh rasa hormat terhadap Alex. Meskipun hidup sebatang kara, Alex dapat tetap optimis dan bahkan saat ini akan mulai membuka usaha dagang.


Lima belas menit berlalu setelah Alex dan Tomi berbincang - bincang mengenai rencana usaha dagang mereka serta hal - hal lainnya.


Tomi pamit kepada Alex karena takut adiknya menunggu terlalu lama dan dimarahi karena itu.


Setelah melihat kepergian Tomi, Alex pun mengeluarkan motor bututnya dari parkiran sekolah dan mengendarai motor itu menuju lokasi pertemuan yang diberitahu oleh Bilson pada saat mereka berjanji untuk bertemu sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2