
Dua hari berlalu sejak peningkatan kekuatan yang dialami Alex. Selama dua hari ini, klon keduanya menjalankan misi dari guild untuk menyelidiki pergerakan anggota Gereja Bintang Darah di desa-desa sebelah barat laut kota Xyras.
Puluhan desa telah dia selidiki selama perjalanannya. Setelah memastikan tidak ada yang aneh dengan desa-desa tersebut, dia memutuskan untuk kembali dan menginformasikan hasil penyelidikannya ke guild.
Selama waktu itu, dia juga berhasil meningkatkan kemampuan tempur klonnya berdasarkan kedua skill yang baru dimaksimalkan.
Dengan skill komunikasi universal yang maksimal, dia berhasil menggunakan kemampuan yang hanya dimiliki oleh petualang tingkat mithril, yaitu mengendalikan elemen.
Namun dia merasa ada sesuatu yang kurang. Bahkan jika dia hanya mengendalikan sebidang kecil tanah saja, seluruh cadangan mana di dalam tubuh klon langsung terkuras habis.
Alex merasa bahwa ini merupakan batas dari pengendaliannya saat ini. Setelah dia mengupgrade sistem ke tingkat selanjutnya, pada saat itulah kekuatan sejatinya akan menyamai atau bahkan melebihi seorang petualang tingkat mithril.
Berbeda dengan komunikasi universal, skill pembagi pikiran yang dimaksimalkan sangat meningkatkan kemampuan tempur Alex.
Saat ini dia bisa membagi pikiran menjadi lima bagian. Namun berkat evolusi dari skill berpikir cepat sebelumnya, satu bagian jiwanya saja sudah membuatnya untuk berpikir cepat dalam mengambil keputusan selama pertemuan.
Selama latihan di hutan, Alex membiarkan tiga jiwanya berada di dalam tubuh klon kedua.
Dia berhasil memanfaatkan hal tersebut dengan membiarkan satu jiwanya mengolah informasi yang diterima dari sekitar, satu jiwa untuk menggerakkan tubuhnya sesuai keinginan, serta satu jiwa untuk menyebarkan kesadarannya sejauh dua puluh dua meter disekitarnya.
Dengan ini, dia berhasil meningkatkan kemampuan tempurnya lebih jauh. Bahkan jika berada dalam sebuah pertemuan, kesadarannya dapat disebarkan setiap saat sehingga musuh akan kesulitan untuk melakukan serangan menyelinap kepadanya!
***
Alex melangkah melewati pintu depan guild dan memperhatikan keramaian di lantai satu.
"Lihat, itu Leon. Bukankah dia petualang emas keempat di kota ini?"
"Itu benar. Apa kau tahu? Beberapa hari yang lalu, aku, Scarface yang hebat ini pernah berkelahi dengannya tanpa mengalami luka sama sekali."
"Benarkah? Kudengar saat itu kau dikalahkan dengan mudah olehnya."
"Siapa yang mengatakan itu? Meskipun dia lebih kuat dariku, tidak semudah itu untuk mengalahkan diriku yang hebat ini!"
"Hei hei, dia menuju kemari."
"A-apa?"
Scarface berdiri dari kursinya lalu menggosok-gosok kedua tangan sambil membungkuk, "Tuan Leon, apa kau sudah makan? Silahkan duduk di meja ini, aku akan memesan makanan untukmu."
"Benarkah? Terimakasih Scarface. Tolong pesankan nasi dengan ayam bakar ditambah bir dingin untuk minumannya. Kau bisa mengambil kembaliannya"
Alex menyerahkan dua puluh koin tembaga kepada Scarface dan duduk di meja tersebut.
"Maaf karena tiba-tiba bergabung disini. Meja yang lain sudah penuh dan aku hanya mengenal Scarface diantara petualang yang lain."
__ADS_1
Alex tersenyum masam kepada tiga petualang yang duduk di meja sambil meminta maaf dengan sopan.
"Jangan khawatir tuan Leon, kami merasa terhormat dapat duduk di meja yang sama dengan petualang tingkat emas. Perkenalkan namaku adalah....."
Sambil memperkenalkan diri kepada Alex, ketiga petualang tersebut menahan tawa melihat Scarface yang sedang memesan makanan di kejauhan. 'Hahahaha, lihatlah perubahan sikap Scarface di depan tuan Leon. Kesombongannya langsung lenyap!'
Setelah menghabiskan makanannya, Alex meninggalkan Scarface dan yang lain lalu berjalan menuju tangga yang terhubung dengan lantai dua.
"Apa kalian melihat itu? Tuan Leon dan aku merupakan seorang teman. Kami saling menghargai dan menghormati satu sama lain."
"Ya ya ya... Kau sangat hebat Scarface."
Kepala Scarface terangkat tinggi ketika dia mengira tiga temannya memuji dirinya.
Di dalam ruang kerja Zeff, Alex menemukan Zeff sedang berdiri di dekat jendela sambil memandangi langit berawan.
"Kau sudah kembali Leon? Bagaimana hasil investigasimu?"
Suasana sedih terpancar dari lokasi Zeff berdiri.
"Tidak ada pergerakan Gereja Bintang Darah di sebelah barat laut kota Xyras pak Zeff. Menurutku kita harus lebih memusatkan pertahanan di gerbang distrik Timur dan Selatan."
Zeff menghela nafas lega mendengar informasi yang diberikan Alex.
"Apa ada sesuatu yang tidak kuketahui?"
"Kemarin Big Three dan yang lain telah kembali."
Tidak seperti Alex yang mengerjakan misi sendirian, investigasi ke daerah tenggara kota Xyras dilakukan oleh Big Three, Christopher, Jean, dan Mina.
Hal ini dilakukan karena sudah banyak beredar informasi mengenai kehancuran beberapa desa di arah tenggara kota Xyras.
"Mereka sangat cepat!"
"Itu benar. Namun, desa terjauh yang mereka capai hanya berjarak seratus kilometer dari kota Xyras."
Melihat Alex tetap diam seolah menunggu penjelasan, Zeff melanjutkan kata-katanya. "Di desa itu, mereka menemukan makhluk terkutuk dalam jumlah yang sangat banyak. Selain itu, mereka juga melihat barisan makhluk terkutuk dari arah lain yang berdatangan ke desa tersebut, seolah-olah mereka dikumpulkan dalam satu lokasi untuk mempersiapkan sebuah perang besar."
"Apakah mungkin....."
"Ya! Gereja Bintang Darah sepertinya akan menyerang kota Xyras dengan hasil eksperimen mereka sebelumnya."
Pemikiran Alex dipastikan dengan perkataan Zeff.
"Kalau begitu apa yang akan kita lakukan?"
__ADS_1
"Aku memberi saran kepada walikota untuk mengungsikan para penduduk ke desa-desa di sebelah barat laut. Tapi dia menolaknya, akan sangat sulit untuk memilah-milah para penduduk dan membagikannya ke setiap desa. Apalagi walikota hanyalah pemimpin di kota ini, dia tidak tahu apakah desa-desa tersebut akan menerima kedatangan pengungsi ke tempat mereka."
Alex merasa bahwa itu masuk akal. Tapi Zeff tidak mengatakan solusi yang telah mereka buat. 'Apa dia sudah putus asa?'
Setelah penyerbuan ke tempat persembunyian anggota Gereja Bintang Darah yang berada di empat distrik kota Xyras, Zeff mengunjungi walikota dengan membawa para pedagang yang ditahan.
Walikota berhasil diyakinkan, dia juga mendapat dukungan penuh untuk sesuka hati memobilisasi semua pasukan penjaga di kota Xyras.
Meskipun begitu, pasukan penjaga hanya memiliki kekuatan manusia biasa. Bahkan yang memiliki kekuatan setingkat dengan petualang perak hanya enam orang. Sisanya hanya unggul dalam jumlah saja!
"Tadi malam setelah aku memberi tahu walikota mengenai apa yang dilihat kelompok Big Three, dia memberiku lima ribu keping emas untuk menghubungi markas pusat dan meminta bantuan seorang petualang adamantium."
"Apakah berhasil?"
Zeff menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, "Saat ini tidak ada pengguna sihir ruang yang berada di markas pusat. Bahkan jika ada, mereka tidak menguasainya sebaik mantan The Number yang mengirim Odorin dan Melbach kesini. Selain itu, tidak mudah untuk menemukan petualang adamantium yang memiliki waktu luang."
"Menurut pak Zeff, berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum gerombolan makhluk terkutuk itu menyerang kota?"
"Mungkin sekitar lima hari lagi. Tapi jika mereka sudah siap, besar kemungkinan kota ini akan diserang lusa."
"Kalau begitu biarkan aku pergi sendirian untuk menyerbu pasukan makhluk terkutuk yang berkumpul di desa itu."
"Apa kau sudah gila?"
"Tak perlu khawatir pak Zeff. Sebagai gantinya, berikan aku separuh dari koin emas yang diberi walikota jika aku berhasil memusnahkan semua makhluk terkutuk disana."
"Tapi yang kau lawan itu setara dengan ribuan petualang tingkat perak. Belum lagi beberapa anggota Gereja Bintang Darah yang pastinya ada di sekitar sana."
"Aku memiliki rencanaku sendiri. Tenanglah, aku berjanji paling lama dalam lima hari aku akan kembali melaporkan kemenangan. Pak Zeff hanya perlu menyiapkan koin emasnya saja."
Secara logika, Zeff tidak akan mengirimkan Alex sendirian ke sana. Itu hanya akan membuatnya mati sia-sia. Namun ketika melihat tatapan mata Alex, terlihat suatu keyakinan yang besar untuk melenyapkan ribuan makhluk terkutuk itu.
"Hahhh... Baiklah, tapi jika kau merasa tidak sanggup, kau harus segera pergi dari sana."
"Tentu saja. Aku lebih mementingkan nyawaku sendiri dibanding orang-orang di kota ini, hahahaha."
Zeff menggelengkan kepala tak percaya dengan perkataan Alex. Kemudian dia menyerahkan informasi mengenai jarak, serta lokasi tempat para makhluk terkutuk itu berkumpul.
Sebelum keluar dari ruang kerja Zeff, Alex mengucapkan permintaan terakhirnya. "Tolong jangan beritahu hal ini kepada yang lain. Jika mereka mengikutiku, aku akan kesulitan untuk menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya dihadapan musuh."
Alex mengedipkan sebelah matanya lalu menutup pintu.
"Apa maksudnya itu? Jangan-jangan dia masih memiliki kartu truf yang dirahasiakan selama ini?"
Nafas Zeff sedikit sesak menahan kegembiraannya yang meluap di dada.
__ADS_1