Berdagang Dengan Dunia Lain

Berdagang Dengan Dunia Lain
Tiga Tuan Emas


__ADS_3

Alex terkejut mendengar informasi yang mungkin bersifat sangat rahasia. Dia hanya diam mendengarkan, dan menunggu Bilson untuk melanjutkan perkataannya.


Bilson menjelaskan di negara mereka, negara Zixteto, pemimpin negara yang berganti setiap delapan tahun hanyalah seorang yang ditampilkan kepada publik saja.


Sedangkan pemimpin sebenarnya sekaligus pelindung dari negara Zixteto adalah pemilik bakat terkuat sekaligus ketua dari organisasi tersebut.


"Ini adalah informasi yang kudengar langsung dari ketua cabang Sevenright. Aku bahkan belum pernah bertemu sang pelindung ini, jadi kuharap kau merahasiakannya."


Alex menganggukkan kepalanya dan bertanya,"Jadi pak Bilson mengenal ketua cabang di kota ini? Apakah pak Bilson bagian dari organisasi?"


"Bukan, bakat milikku ini hanyalah bakat pendukung saja. Sebenarnya selain bakat milikku, kekuatanku hanya sedikit diatas rata-rata manusia pada umumnya." Bilson menggelengkan kepala.


"Namun meskipun begitu, organisasi sering meminta bantuanku untuk menginterogasi seseorang yang sedang ditahan. Jadi identitasku sebagai pemilik bakat sangat dilindungi di kota ini." Lanjut Bilson.


"Apakah aku akan ditahan jika organisasi mengetahui aku seorang pemilik bakat?" Alex khawatir dengan hal tersebut. Jika begitu, bukankah dia harus segera mengasingkan dirinya ke suatu tempat tak berpenghuni?


"Jangan khawatir, organisasi tidak seburuk itu. Seperti halnya polisi, mereka hanya menahan pemilik bakat yang melakukan tindakan kriminal. Meskipun demikian, organisasi akan mendata siapa-siapa saja pemilik bakat di kota yang mereka lindungi." Bilson menenangkan kekhawatiran Alex.


"Ketua cabang Sevenright adalah temanku. Dia berkata ingin menjadikanmu anggota magang di organisasi. Bagaimana menurutmu?" Lanjut Bilson langsung ke inti pembicaraan.


"Apakah baik-baik saja jika aku menolaknya?"


"Tidak masalah. Namun pikirkanlah dengan matang, banyak keuntungan yang akan kau dapatkan setelah bergabung dengan organisasi."


"Apa saja?"


"Dia akan menjelaskannya sendiri jika kau menerima tawarannya." Karena Bilson bukan merupakan bagian dari organisasi, dia tidak berhak menjelaskannya kepada Alex.


Setelah Bilson selesai mengatakan apa yang ingin disampaikan, Alex membahas topik mengenai transaksi mereka. "Pak Bilson, aku ingin membeli stok buku dan pulpen dalam jumlah besar."


"Bukankah kemarin kau baru saja membeli banyak?" Bilson terkejut mendengar permintaan Alex.


"Ternyata itu belum cukup. Bisakah pak Bilson menyediakan lagi untukku. Sebanyak apapun, aku akan membelinya dari pak Bilson!"


"Kau yakin?" Tanya Bilson yang dibalas dengan anggukan Alex.


Bilson menghela nafas bingung. Sejak awal transaksi mereka, dia sedikit memahami tindakan Alex karena bakatnya yang dapat menyimpan barang dalam jumlah besar.


Namun saat ini dia bingung, apa tujuan Alex untuk membeli alat tulis itu. Bahkan Alex tidak mengatakan jumlahnya. Itu artinya sebanyak apapun nantinya dia menyediakan alat tulis, Alex pasti akan membelinya.

__ADS_1


Apa yang tidak diketahui Bilson adalah Alex dapat berpindah ke dunia yang lain dan berniat menjual seluruh alat tulis tersebut di dunia itu!


"Dalam beberapa hari kedepan, persediaanku yang terbaru akan tiba. Namun aku hanya bisa menjual kepadamu bagian yang tersisa selain dari yang sudah dipesan. Aku akan mencoba menghubungi beberapa temanku nanti dan menanyakan apakah mereka memiliki stok yang berlebih."


"Terimakasih pak Bilson!" Alex sangat bersyukur dapat mengenal Bilson.


Jika dia tidak bertemu Bilson, dia tidak yakin berapa lama kekuatannya dapat ditingkatkan melalui sistem.


"Hubungi aku nanti setelah kau menetapkan keputusanmu. Ketahuilah, sebagai orang yang berada di zona netral, aku menyarankanmu untuk bergabung dengan organisasi." Lanjut Bilson setelah meminum teh yang disediakan.


Dia berdiri dari tempat duduk lalu berpamitan dengan Alex, "satenya sangat enak, aku akan sering-sering datang kemari."


"Terimakasih atas bantuannya pak Bilson." Alex ikut berdiri dari tempat duduk.


Dia mengamati Bilson yang berjalan menuju mobil hitamnya. Sebelum membuka pintu mobil, Bilson berbalik dan berteriak kepada Alex. "Jangan lupa!"


Melihat Bilson berteriak sambil menunjuk handphonenya, Alex membalas dengan anggukan kepala.


Ketika mobil Bilson sudah tak terlihat, Alex merapikan barang-barang di tokonya sebelum menutup toko tersebut, dan kembali ke rumahnya di tengah hutan.


Planet sihir.


Klon pertama Alex membuka jendela ruangan yang dipinjamkan Benzir dilantai tiga guild.


Alex melihat ke arah menara jam yang terletak di dekat bangunan guild petualang, pukul sepuluh pagi. Dia membersihkan dirinya lalu berjalan keluar berniat untuk menemui Benzir.


Di lantai dua, dia bertemu dengan Jean yang terlihat memiliki ekspresi sedikit aneh. "Aku tidak tahu bahwa kau menyembunyikan kekuatanmu dari ketua guild"


"Apa maksudmu?" Alex tak mengerti maksud perkataan Jean.


"Ketika aku menceritakan perkelahian kita semalam, pak Zeff terkejut ketika mendengar kau mampu mewujudkan sihir. Maafkan aku karena tidak mengetahui."


Alex tersadar. Memang Zeff memberikannya lencana perak sehari sebelumnya.


Berdasarkan penilaian yang ditunjukkan batu pengukur, eksistensi poin Alex sebanding dengan nilai rata-rata orang yang berada di tingkat mengendalikan mana.


Namun Alex tak khawatir. Bukannya dia menutupi kekuatannya dari Zeff, melainkan Zeff sendirilah yang berpikir demikian dan menetapkannya sebagai petualang tingkat perak.


Lagipula jika peringkatnya naik menjadi emas, dia dapat mengambil misi dengan hadiah yang lebih besar. Dengan itu, dia dapat menghasilkan lebih banyak emas untuk dikorbankan, dan meningkatkan kekuatannya lebih cepat dari sebelumnya!

__ADS_1


"Tak masalah. Pak Zeff juga akan menyadarinya sendiri jika tidak kau beritahu." Alex tersenyum memaafkan Jean.


Keduanya melanjutkan percakapan sambil berjalan menuju ruang kerja Benzir di lantai dua.


Disaat mereka ingin membuka pintu, seorang wanita keluar dari ruangan tersebut dan hampir menabrak keduanya.


"Maafkan aku tuan Leon dan nona Jean!" Wanita tersebut menundukkan kepalanya meminta maaf.


"Tidak apa-apa. Aku belum tahu namamu, bukankah kau salah satu resepsionis juga disini?" Alex bertanya setelah menenangkan wanita di depannya.


"Benar tuan Leon, namaku Elisa. Salam kenal." Elisa memperlihatkan senyum diwajahnya mengenalkan diri kepada Alex.


"Salam kenal Elisa. Apakah pak Zeff ada di dalam?" Tanya Alex.


"Ya. Tuan Zeff baru saja menyuruhku untuk memanggil kalian berdua ke ruangannya. Selain tuan Zeff, tiga tuan emas juga berada di dalam ruangan. Mohon segera memasuki ruangan dan menemui Tuan Zeff." Elisa terlihat bersemangat ketika menyebutkan tiga tuan emas.


Tiga tuan emas adalah sebutan para penduduk kota Xyras kepada tiga petualang terkuat, yang merupakan petualang peringkat emas.


Alex dan Jean mengucapkan terimakasih kepada Elisa lalu keduanya memasuki ruangan tersebut.


Di dalam ruangan, Alex melihat dua bangku panjang yang saling berhadapan. Zeff duduk seorang diri disalah satu bangu tersebut, sedangkan disisi lain ditempati oleh tiga orang yang diduga Alex sebagai tiga petualang terkuat kota Xyras.


"Leon, Jean, silahkan duduk disini!" Zeff menyapa keduanya dan menunjuk kearah bangkunya yang masih memiliki banyak ruang kosong.


Alex mengangguk dan duduk disamping Zeff. Melihat ke depan, dia mengamati tiga petualang terkuat di kota.


Seorang pria berbadan besar dengan tinggi lebih dari dua meter duduk disebelah kiri. Berdasarkan informasi yang dia dapat, dia berumur lebih dari dua ratus tahun. Namanya adalah Big Three.


Big Three merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Sesuai namanya, dia memiliki tubuh yang besar sejak lahir meskipun saudara lainnya memiliki ukuran tubuh yang normal.


Di posisi tengah adalah seorang wanita yang memiliki topi lancip keatas, seperti topi penyihir di film-film yang pernah ditonton Alex. Tak perlu dipertanyakan lagi, satu-satunya perempuan dari tiga tuan emas bernama Mina. Meskipun informasi yang beredar tidak memberitahukan umur pastinya, penampilannya seperti wanita muda berumur dua puluhan tahun.


Disebelah kanan, Alex melihat seorang pria berpenampilan muda, dengan rambut pirang emas seperti warna rambutnya yang saat ini sedang di cat.


Pria itu bernama Christopher, yang dikatakan sebagai petualang paling tampan dan paling berbakat di kota Xyras.


'Bukankah aku lebih tampan dari pria ini?' pikir Alex tak senang.


Mengenai bakat, dia tidak akan berkomentar. Lagipula jika tidak ada sistem, dia tidak berbeda dengan manusia normal.

__ADS_1


"Leon, ketiganya adalah petualang tingkat emas di kota ini. Dari yang paling kiri adalah....."


Mendengarkan perkenalan dari Zeff, Alex hanya mengangguk-angguk saja. Lagipula siapa di kota ini yang tidak mengenal ketiganya?


__ADS_2