Berdagang Dengan Dunia Lain

Berdagang Dengan Dunia Lain
Peringkat Emas (2)


__ADS_3

Alex menuruni tangga menuju lantai satu dan melihat kelompok empat orang yang duduk di pojok ruangan.


Jean, Big Three, Christopher, dan Mina sedang berkumpul mengelilingi satu meja sambil menunggu makanan yang mereka pesan.


Alex berjalan menghampiri keempatnya kemudian duduk di salah satu kursi yang masih kosong.


"Senang melihatmu sudah sadar Leon. Apakah tubuhmu baik-baik saja?"


"Tentu saja. Saat ini perutku telah penuh dengan cairan ramuan pemulihan yang kalian berikan."


Keempatnya tertawa mendengar candaan Alex. Ketika mereka pertama kali menemukan tubuh Alex, mereka sangat khawatir akan kondisi tubuhnya yang terlihat hangus dengan luka bakar yang cukup parah.


Keempatnya merasa tak berdaya karena menyerahkan tanggung jawab yang besar kepada Alex sebelumnya. Melihat keadaan Alex yang saat ini tampil energik di hadapan mereka, tentu saja keempatnya merasa senang.


Setelah menunggu kelimanya menghabiskan makanan, Aya menghampiri mereka dengan senyuman yang menawan. "Tuan Zeff memanggil kalian di lantai dua."


"Baiklah, terimakasih Aya."


Kemudian mereka meninggalkan meja dan berjalan bersama menuju ruangan Zeff di lantai dua.


***


Di dalam ruang kerja Zeff, Alex menerima lencana miliknya yang ditingkatkan menjadi berwarna emas.


"Dengan ini, kau sudah resmi menjadi petualang peringkat emas." Zeff menepuk pundak Alex dengan bangga.


"Woaaah, kau sungguh hebat Leon. Selamat!"


"Bagus Leon, dengan ini kita berada di tingkatan yang sama. Kau sudah pantas menjadi rivalku sekarang."


"Ada apa dengan kepercayaan dirimu itu Christopher? Apa kau tidak malu dengan perbedaan usia kalian?"


"Apa maksudmu? Dengan tingkat kekuatan kita, usia bukanlah suatu masalah.


"Berhenti berdebat! Aku ingin mengatakan sebuah informasi yang penting kepada kalian."


Zeff menghentikan percakapan mereka dan memandangi kelimanya dengan tatapan serius.


"Seperti yang kuberitahu sebelumnya, dua petualang tingkat mithril akan datang ke kota ini untuk mencegah sesuatu yang direncanakan Gereja Bintang Darah."

__ADS_1


"Apakah mereka sudah datang?"


"Mereka akan datang malam ini. Namun sebelum itu, kita akan melakukan serangan besar-besaran terhadap seluruh anggota Gereja Bintang Darah yang bersembunyi di kota ini."


"Seberapa besar hadiahnya?"


Zeff tersenyum masam mendengar pertanyaan Mina. "Sebenarnya ini adalah inisiatif aku sendiri, bukan misi yang diberikan oleh pusat. Namun jangan khawatir. Jean, bukankah kamu mengatakan sebelumnya kalau ada beberapa pedagang serta orang kaya yang membantu Gereja Bintang Darah?"


"Benar pak Zeff."


"Baiklah, dengan penyerbuan ini kalian bebas mengambil uang mereka. Tentu saja properti milik mereka akan diserahkan kepada pemerintah kota nanti."


"Woaaah kau memang bijak Zeff!"


"Ya itu benar. Kamu bisa memberikan kami sebuah misi tanpa mengeluarkan biaya sama sekali."


Zeff malu mendengar sarkasme dari Big Three.


Kemudian Jean mengeluarkan sebuah gulungan kulit yang berisi daftar identitas asli anggota Gereja Bintang Darah serta orang-orang yang membantu mereka.


Jean membuka gulungan tersebut dengan perhatian penuh dari yang lain. Selain nama-nama yang ditampilkan, di samping nama-nama tersebut juga tertera tempat tinggal maupun persembunyian mereka di kota Xyras.


"Pendeta Anya yang sebelumnya ditempatkan di distrik selatan telah digantikan oleh pendeta biru yang Leon bunuh selama penyerbuan semalam. Sehingga di kota ini hanya tersisa pendeta biru Marter di distrik Timur, serta pendeta biru Siren di distrik Utara."


"Bagaimana dengan distrik Barat dan Selatan? Bukankah masih ada anggota tingkat rendah disana?"


"Kalian jangan pedulikan kedua distrik itu. Aku sudah mengumpulkan empat puluh petualang tingkat perak untuk dikerahkan kesana. Dengan tingkatan musuh tertinggi yaitu murid abu-abu, seharusnya mereka akan baik-baik saja."


"Itu bagus. Lalu bagaimana kita menangani musuh di distrik Timur dan Utara?"


"Kalian akan dibagi menjadi dua kelompok. Leon dan Jean akan menyerang pendeta biru Siren, sedangkan Big Three, Christopher, dan Mina akan menyerang pendeta biru Marter.


Kelimanya memperhatikan gulungan lalu mengangguk menyetujui perkataan Zeff. Pendeta biru Marter memimpin sepuluh murid abu-abu di distrik Timur sedangkan pendeta biru Siren memimpin lima murid abu-abu di distrik Utara.


Selain beberapa orang kaya maupun pedagang di pihak Gereja Bintang Darah yang tidak memiliki kekuatan tempur, lima petualang tingkat emas sudah cukup untuk menghadapi mereka.


"Untuk menghindari penyebaran informasi tentang penyerbuan semalam ke telinga mereka, kalian harus bergerak secepat mungkin. Apakah kalian sanggup?"


"Tentu saja pak Zeff!"

__ADS_1


Pada misi sebelumnya, selain lima koin emas dan sejumlah poin petualang yang diberikan sebagai hadiah penyerbuan semalam, mereka juga mendapatkan dua botol ramuan pemulihan untuk menyembuhkan luka-luka mereka. Alex bahkan dipaksa meminum lima botol ramuan pemulihan ketika dia tertidur.


Berkat itu kelimanya kini telah pulih ke kondisi maksimal mereka!


Kelimanya segera kembali ke kamar yang disediakan untuk mempersiapkan diri sebelum keberangkatan.


***


Setelah menginstruksikan empat puluh petualang perak yang dikumpulkan dan membaginya menjadi dua kelompok yang ditugaskan untuk menyerang tempat persembunyian Gereja Bintang Darah di distrik Barat serta sisa-sisa anggota tingkat rendah di distrik Selatan, Zeff berjalan menuju ruang rahasia yang berada di bawah tanah bangunan Guild.


Dia mengumpulkan keempat resepsionis guild di ruangan tersebut. Termasuk Aya dan Elisa.


Ruangan itu tidak memiliki celah untuk dilewati sinar matahari sama sekali. Meskipun begitu, batu cahaya yang ditempatkan di setiap sudut ruangan membuat ruang rahasia tersebut memiliki penerangan yang cukup bagi mereka.


"Bukankah saat ini masih siang? Kenapa tuan Zeff memanggil kami semua kesini?"


"Kita sudah menutup Guild untuk saat ini, jadi kalian tidak perlu mengkhawatirkannya."


Kemudian raut wajah Zeff berubah menjadi serius. "Ada yang ingin aku pastikan dengan kalian berempat."


Keempatnya mengangguk gugup melihat suasana yang dikeluarkan Zeff. Berdasarkan pengalaman mereka selama bekerja di sini, suasana hati Zeff saat ini sedang buruk dan mereka akan dimarahi olehnya.


"Apa ada diantara kalian yang merupakan anggota Gereja Bintang Darah?"


"A-apa maksud tuan Zeff?"


Melihat raut wajah mereka yang bingung, Zeff merasa sedikit lega. Lagipula dia masih belum yakin dengan kesimpulan yang dia pikirkan sebelumnya. Namun dia masih ingin memastikannya lebih lanjut. "Kalau begitu, coba katakan Gereja Bintang Darah terkutuk!"


Keempatnya saling memandang dengan bingung. Melihat Zeff yang terus menatap diam mereka, keempatnya saling mengangguk lalu secara serempak berteriak, "Gereja Bintang Darah terkutuk!"


Zeff mengangguk dengan yakin setelah mereka berkata demikian. Namun tiba-tiba dia memikirkan sesuatu. Berdasarkan informasi yang dia terima dari markas pusat, kelompok Gereja Bintang Darah yang saat ini muncul di sekitaran Great Forest merupakan bawahan dari kardinal darah Jack si pembantai.


Dia ingin memastikannya lagi untuk yang terakhir kalinya sebelum dia mempercayai mereka berempat. "Aku ingin kalian berteriak sekali lagi dengan lantang. Teriakkan kalimat ini, kardinal darah Jack, aku bersumpah akan membunuhmu dan mencincang tubuhmu menjadi beberapa bagian!"


Wossssh.....


Sebuah tekanan berat muncul dari salah satu resepsionis. Tiga yang lain terjatuh di lantai dengan keadaan sesak nafas serta batuk darah.


Sebagai mantan petualang emas, Zeff dapat menahan tekanan itu dengan mengalirkan mana ke seluruh tubuhnya. Meskipun demikian, dia cukup kesulitan untuk melangkahkan kedua kakinya ke depan.

__ADS_1


Dia menengadahkan kepalanya dan melihat satu resepsionis yang masih berdiri di tengah ruangan dengan kesal, "Ternyata dugaanku benar. Pengkhianatnya adalah kamu Elisa!"


__ADS_2