
Alex membaca surat perjanjian kerja yang diberikan George kepadanya.
Isi lembaran kertas yang dipegangnya lebih banyak menyangkut mengenai hal-hal yang sudah dijelaskan George sebelumnya. Dia menandatangani surat tersebut dan secara resmi menjadi anggota Chryso Dory.
"Aku akan ke kamar kecil selama beberapa saat." Bilson berdiri dari bangkunya dan pamit meninggalkan mereka berdua.
George mengamati langkah Bilson yang menjauh dari mereka menuju toilet di sudut ruangan. "Haaaah... Sayang sekali dia tidak ingin bergabung dengan kita."
"Kenapa?"
"Dia takut keluarganya akan dijadikan target oleh musuh. Selain itu, dia mengatakan tidak ingin istri dan anaknya meninggalkan dunia ini lebih dulu sebelum dia."
Alex mengerti. Alasan pertama mungkin diucapkan dari lubuk hati Bilson, namun itu bukanlah sebuah alasan yang benar. Lagipula dengan membantu Chryso Dory secara tidak langsung, musuh masih memiliki kemungkinan untuk menyelidiki identitas Bilson dan menyakiti keluarganya.
Alasan kedua terlihat lebih masuk akal. Sebagai pemilik bakat yang dianugerahi kelebihan dalam merasakan mana, Bilson tentunya akan berbeda dari manusia normal.
Jika dia fokus berlatih meningkatkan kekuatannya, umurnya akan meningkat jauh melebihi batas usia rata-rata manusia biasa.
Dia tidak ingin melihat seluruh keluarga yang dicintainya lebih dulu pergi dari dunia ini. Jika George memaksakan Bilson untuk bergabung, suatu hari nanti sifat Bilson mungkin akan berubah menjadi jahat setelah seluruh keluarganya meninggal dunia karena usia.
"Itulah mengapa Chryso Dory tidak pernah memaksakan seorang pemilik bakat, bahkan bila kekuatannya tinggi, untuk bergabung menjadi anggota."
"Lalu bagaimana jika sebelumnya aku menolak? Apakah statusku akan sama seperti pak Bilson?"
"Tentu saja tidak. Bakat Bilson dapat membantu kami mendapatkan informasi dari tahanan. Sedangkan untukmu? Tidak mungkin kami menyuruhmu bepergian ke lokasi berbahaya untuk menyerahkan sesuatu yang dibutuhkan anggota Chryso Dory. Itu tidak berbeda dengan menjadikanmu anggota."
George menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan.
"Jika sebelumnya kau tidak bergabung dengan kami, kau dapat menjalani kehidupanmu seperti biasa. Namun jika kami mendapati kau menggunakan bakatmu untuk sesuatu yang bersifat kriminal, tentu saja kami akan menahanmu sama seperti pemilik bakat jahat lainnya."
"Tentu saja aku tidak akan melakukan itu!"
Alex membela dirinya sebagai seseorang yang benar.
__ADS_1
"Yahh. Lagipula kau sudah bergabung dengan kami. Selain itu, bagaimana dengan kehidupanmu. Apakah kau mengalami masalah setahun belakangan ini?"
"Kenapa pak George menanyakan itu?"
"Sebenarnya pemilik panti asuhan tempat tinggalmu sebelumnya adalah salah satu anggota Chryso Dory. Sejak kejadian setahun yang lalu, aku mengawasimu sesekali untuk membalas jasa Leonard. Aku bahkan mentransfer lima ratus dollar ke rekeningmu setiap bulannya!"
"Jadi uang itu dari pak George!"
Alex mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan pak George. Meskipun dia tidak memakai uang yang dikirimkan, namun dia selalu mendapatkan motivasi ketika dia melihat jumlah tabungan di rekeningnya. Sebelum mulai membuka usaha, dia bahkan berniat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Jika isi tabungannya hanya berasal dari kerja paruh waktu saja, motivasinya untuk merubah nasib tidak akan sebesar itu dan dia akan menjalani kehidupan yang stagnan.
"Hahahaha tak masalah. Aku dengar kau saat ini mulai berdagang sate?"
"Benar. Apakah pak Bilson memberi tahu pak George? Sate yang kujual sangat enak. Aku akan menerima kedatangan pak George ke tokoku kapan saja!"
"Tentu saja. Aku akan mencicipi daganganmu nanti. Tapi aku mengetahuinya bukan dari Bilson." George menjawab dengan geli.
Melihat raut wajah Alex yang bingung, George melanjutkan. "Bukankah kau memiliki teman sekelas yang bernama Dino dan Helen? Keduanya merupakan anggota Chryso Dory. Aku menugaskan mereka untuk mengawasimu selama beberapa hari belakangan ini."
Pantas saja selama beberapa hari terakhir Alex merasa seperti ada yang mengawasinya.
George memberitahu Alex agar tidak menyalahkan mereka berdua. Keduanya hanya menjalankan tugas yang dia berikan saja. Tentu saja Alex mengerti akan hal tersebut dan menyetujuinya.
George kemudian meminta Alex untuk menunjukkan bakatnya sesuai informasi yang telah dia dengar dari Bilson.
Sambil berpikir, Alex mengeluarkan satu buah pistol yang tersisa di inventory lalu bertanya kepada George.
"Apakah aku bisa mendapatkan amunisi dari pistol ini?"
Awalnya George mengagumi bakat Alex, mendengar permintaannya, George memberitahu Alex, "Tentu saja kau bebas memakai amunisi dari jenis senjata apapun dalam menjalankan misi."
"Jika diluar misi?"
__ADS_1
George menatap Alex dengan tajam. Disaat itu pula Bilson kembali dari kamar mandi. Disinilah salah satu waktu dimana bakat milik Bilson sangat berguna dalam organisasi Chryso Dory.
George menjelaskan perihal barusan kepada Bilson dan memintanya memakai bakat untuk menanyai Alex.
Alex tidak mempermasalahkan hal tersebut. Hal ini lebih baik dilakukan agar dia bisa memperoleh peluru sebanyak mungkin dari organisasi Chryso Dory.
Kemudian Bilson berhadapan dengan Alex sambil memakai bakatnya. "Apa tujuanmu membeli amunisi pistol itu dalam jumlah yang besar?"
"Aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu."
Keduanya menatap Alex dengan tajam. Tidak mungkin Alex memberitahukan tentang dunia lain serta penyerangan yang akan dilakukan beberapa jam lagi.
Untuk menghemat cadangan mananya, dia berniat menggunakan pistol jika menemui musuh yang setingkat petualang perak kebawah. Terutama adalah para makhluk terkutuk.
Jika dia menemui musuh yang setingkat petualang emas, dia juga dapat menggunakan pistol untuk mengulur waktu serta mengurangi cadangan mana musuh tersebut.
Lagipula dia hanya perlu menarik pelatuk dan menembak, sedangkan musuh harus menangkis tembakan menggunakan perisai yang terbuat dari sihir.
"Yang pasti, aku tidak akan memakainya untuk sesuatu yang buruk. Aku juga tidak akan memberikannya kepada seseorang yang jahat."
George melihat ke arah Bilson untuk memastikan ucapan Alex. Bilson mengangguk dan mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh Alex adalah kebenaran.
"Haaah... Baiklah, aku tidak akan mengorek rahasiamu lebih jauh. Karena Bilson sudah memastikannya, kau bisa mendapatkan peluru sesukamu. Namun karena ini diluar misi, kau harus membelinya sesuai yang kau ambil!"
"Tentu saja pak George."
George membimbing Alex ke gudang persenjataan dan menunjukkan amunisi yang sesuai dengan pistol ditangan Alex. "Kau bisa mengambilnya dengan harga sepuluh dollar per peluru."
"Kalau begitu aku akan membeli seratus peluru."
Saat ini Alex memiliki banyak uang hasil perdagangan beras dengan Bilson, serta pendapatan dari usaha dagang satenya bersama Tomi. Dia bahkan ingin membeli seribu peluru dari organisasi Chryso Dory. Namun memikirkan jumlah tersebut, dia takut itu akan membuatnya dicurigai dan dipantau oleh organisasi selama beberapa waktu.
Sebelum memberikan amunisi kepada Alex, George menekankan sekali lagi. "Ingat ucapanmu tadi. Jangan pernah kecewakan kami!"
__ADS_1
"Baik pak George, aku berjanji."
Alex memberikan seribu dollar kepada George dan memasukkan seratus peluru tersebut kedalam inventory.