Berdagang Dengan Dunia Lain

Berdagang Dengan Dunia Lain
Penyakit Mematikan


__ADS_3

<>


Nama : Alexander Leonard


Usia : 17 tahun


Konstitusi : 5 [+]


Vitalitas : 6 [+]


Skill :


- pemahaman bahasa : 3/3 [+]


- klon : 1/3 [+]


- berpikir cepat : 1/3 [+]


<>


<>


<>


<>


Poin system : 0


Koin emas : 900


Mendengar jawaban Alex Owen sedikit bersemangat dan berharap kepada Alex. Namun ia menjawab dengan sedikit sedih, "Yahhh.. Sebenarnya aku tidak mengetahui persis apa jenis penyakit itu. Tapi gejala yang disebabkan oleh penyakit itu menyerupai sakit demam pada umumnya, bahkan ramuan obat yang menyembuhkan beberapa penduduk desa Qiwu adalah ramuan obat untuk penyakit demam. Anehnya, jika penyakit ini tidak diobati dalam kurun waktu seminggu maka akan menyebabkan kematian pada pasien."


Alex yang mendengar itu tertegun, Apa penyakit yang aneh. Tapi jika itu dapat disembuhkan hanya dengan obat demam bukankah itu mudah? Di dunia asal Alex, ia sering membeli obat tablet bernama ponodal yang beredar di pasaran dengan harga terjangkau. Dan dalam waktu dua hari ia akan sembuh.


"Jika itu membuat obat untuk penyakit demam, aku dapat menyediakannya. Tapi kepala desa, aku tidak dapat memastikan apakah itu akan berhasil menyembuhkan penyakit itu. Untuk situasi terburuknya aku menyarankan agar kepala desa tetap membeli ramuan obat dari para pedagang, dan jika obatku dapat menyembuhkan mereka, kepala desa dapat menjual kembali ramuan obat itu kepada mereka." Alex menyarankan untuk membantu setelah berpikir beberapa saat.


"Terimakasih untuk itu Alex. Walaupun masih belum pasti apakah obatmu itu berguna atau tidak, bantuanmu membantu meredakan sedikit kekhawatiranku." Owen mengucapkan terimakasihnya dengan tulus kepada Alex.


Alex menerima ucapan tulus Owen kepadanya lalu Owen mengajak Timothi dan Alex kembali berkumpul dengan teman-temannya untuk beristirahat sejenak sebelum ikut dalam perayaan perlindungan dewa pohon terhadap desa mereka.


Berjalan beriringan dengan Owen dan Timothi, Alex memikirkan bagaimana cara menutupi pengeluarannya dalam membeli obat - obatan untuk para penduduk.


Walaupun harga obat ponodal murah, jumlah penduduk di desa ini berjumlah puluhan dan dosis obat untuk orang dewasa ialah tiga kali dalam sehari.


Jika dibutuhkan dua hari untuk sembuh tentu membutuhkan sejumlah uang untuk membeli persediaan obat bagi penduduk desa.


Di depan kelompok Timothi yang sedang beristirahat dan meminum minuman yang disediakan oleh Tio dan Stevi, Alex berpura-pura merogoh sakunya lalu mengeluarkan satu keping koin gold yang ia ambil dari sistem. "Umm. Kepala desa, apakah aku dapat membeli beberapa barang dari desa ini?" Alex bertanya kepada Owen yang berjalan di depannya sambil menunjukkan koin emas dari sistem.


Ia juga ingin memastikan apakah koin emas dari sistem dapat dipakai di dunia ini.


"Darimana kau mendapat uang sebanyak itu?" Owen terkejut melihat Alex mengeluarkan koin emas dengan mudahnya.


Oh, ternyata koin ini berguna. "Elf yang membebaskanku memberikan beberapa uang yang dimiliki mantan tuanku kepadaku." Jawab Alex berbohong.


"Tidak perlu untuk itu. Lagipula kau termasuk tamu di desa ini apalagi melihat niat baikmu jadi kebutuhanmu sehari-hari akan kami penuhi. Kau juga dapat memakai kamar kosong di aula desa ini untuk tidur selama berada di desa ini." Owen menurunkan kembali tangan Alex yang memegang koin emas dan mengarahkannya ke dalam kantong Alex.


"Apakah tidak apa-apa seperti itu?" Tanya Alex kepada Owen.

__ADS_1


"Tentu saja, kau pikir siapa kepala desa di desa ini?" Timothi tersenyum masam melihat tingkah ayahnya.


Salah satu orang yang sedang beristirahat terkejut melihat Alex mengeluarkan koin emas dengan santai.


'Apakah dia mempunyai banyak uang? Bagaimana jika ia bisa membantu membeli banyak ramuan dan menggagalkan pekerjaanku?' Orang itu khawatir jika pekerjaannya sia-sia dan ia sebagai calon siswa gagal mendapatkan promosi menjadi siswa dalam organisasi mereka.


Di pusat desa, para penduduk telah menyelesaikan perayaan perlindungan dari Dewa Pohon.


Beberapa yang sudah tua telah lama meninggalkan pusat desa dan kembali ke masing - masing tempat tinggalnya.


Orang tua yang memiliki anak kecil terlihat memanggil serta memarahi anak mereka yang masih asik bermain dengan anak kecil lainnya.


"Apa? Jadi kakak Alex tidak tinggal di rumah kami? Rumah kami adalah salah satu rumah terbesar di desa ini. Kenapa kakak Alex tidak mau ikut?" Mathias terlihat sedih mendengar bahwa Alex akan tidur di salah satu kamar yang tersedia di aula desa.


"Jangan sedih Mathias. Kau bisa mengunjungiku kapan saja dan kita bisa bermain setiap hari." Alex menepuk-nepuk kepala Mathias dan menghiburnya.


"Apa kakak Alex bisa bermain dengan kami setiap hari?" Tanya Nina kecil disamping Mathias.


"Tentu saja. Mari kita bermain setiap hari." Alex tersenyum dan ikut mengelus rambut Nina.


"Hehehehe, terimakasih kakak." Nina tertawa bahagia mendengarnya.


Melihat adiknya yang bahagia, Mathias tidak lagi memaksakan Alex untuk tinggal di rumah mereka.


"Hahhh. Bukankah Mathias cukup dewasa untuk anak seusianya?" Alex bertanya kepada Timothi di sampingnya sambil melihat kepergian Mathias dan Nina yang di dampingi Owen.


"Kau juga berpikir begitu? Menurutku sikap Mathias yang terlihat riang dan keras kepala ia tunjukkan untuk memberi tahu adiknya bahwa ia tidak perlu khawatir akan apapun dan dapat selalu mengandalkan Mathias. Bahkan ayahku sudah menawarkan agar mereka tinggal bersama kami tapi Mathias menolaknya. Begitu pula dengan warga lain yang berniat membantunya." Timothi tersenyum sedih mengingat sikap Mathias.


"Kupikir dia akan menjadi orang hebat." "Tentu saja! Aku yakin itu." Timothi membalas pernyataan Alex.


Alex memasuki ruangan di aula desa yang akan ia tinggali selama berada di desa ini.


'Semua warga terlihat ramah. Sepertinya Timothi hanya terlalu paranoid saja.'


Kelelahan yang ia rasakan sejak datang ke dunia ini menerjangnya setelah ia berbaring di tempat tidur.


Bukan itu saja, ia harus merespon setiap keramahan warga desa yang mengajaknya berbicara selama perayaan tadi.


Memejamkan mata sebentar, Alex langsung terlelap dalam tidurnya.


Keesokan paginya Alex sedang memeriksa sistemnya setelah memakan sarapan yang disediakan.


<>


<>


<>


<>



[Planet biru] CD : 3 h, 36 m, 40 s


[Planet sihir] CD : 3 h, 37 m, 04 s


__ADS_1


<>


Poin system : 0


Koin emas : 900


"Sekitar tiga jam lagi aku dapat kembali ke dunia asalku. sebelum itu aku ingin mencoba sesuatu."


Alex mengaktifkan skill klon setelah mengunci seluruh ruangannya dan memastikan orang luar tidak bisa masuk secara tiba-tiba.


Owen telah mengatakan kepada Alex untuk beristirahat saja pada hari ini dan dapat mulai membuat obat keesokan harinya.


Maka dari itu ia akan menggunakan waktu ini untuk mencoba sesuatu di dalam pikirannya.


Mengalihkan sebagian kesadaran ke dalam klon, Alex membuka sistemnya dan mengorbankan dua ratus keping emas untuk memperoleh poin sistem.


Ia lalu memasukkan dua poin yang diperolehnya ke dalam skill berpikir cepat.


Tiba-tiba, kepalanya sedikit pusing dan kedua tubuh serta klonnya terlihat menutup mata mereka.


Membuka mata, Alex merasakan perasaan baru.


Dengan klonnya, Alex dapat berbagi kesadarannya secara merata tanpa ada kekurangan sama sekali.


Menurutnya, ini melebihi kemampuan multitasking yang sebelumya ia pikirkan jika ia meningkatkan skill berpikir cepat.


Percobaan Alex juga berhasil. Sekarang ia mengetahui bahwa ia juga dapat meningkatkan kemampuannya melalui sistem dengan klon, meskipun menurutnya itu tidak terlalu berguna lagi karena sekarang ia dapat berbagi kesadaran pada tubuh utama dan klonnya.


<>


Nama : Alexander Leonard


Usia : 17 tahun


Konstitusi : 5 [+]


Vitalitas : 6 [+]


Skill :


- pemahaman bahasa : 3/3 [+]


- klon : 1/3 [+]


- berpikir cepat : 3/3 [+]


<>


<>


<>


<>


Poin system : 0


Koin emas : 699

__ADS_1


##INFO##


1 koin emas tetap berada di dalam saku Alex dan belum dikembalikan ke dalam sistem.


__ADS_2