Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Honeymoon


__ADS_3

Part Dewasa ya! Bijaklah dalam membaca


********


Metha dan Evan baru saja tiba di hotel, sesuai permintaan Evan, kamar tersebut dirancang khusus untuk pengantin baru



Metha sangat senang, bukan hanya kamar yang indah tapi pemandangan dari kamar yang langsung tertuju pada menara Eiffel. Evan sangat bisa membuatnya bahagia, dia bahkan menjadi pria romantis.


"kau senang sayang?" tanya Evan sambil memeluk Metha dari belakang


"tentu, aku senang sekali, terima kasih sudah memberikan hal yang begitu membuatku bahagia" ucap Metha sambil tersenyum


"tapi semua ini tidak gratis sayang, kau harus membayar" ucap Evan tersenyum manis, Metha yang paham maksud suaminya segera berbalik dan tersenyum


"kau memang pamrih tuan" kekehnya kemudian mencium bibir sang suami dengan lembut, tangannya ia kalungkan di leher Evan. Ciuman lembut yang lama kelamaan menjadi menuntut, bahkan Metha sudah merasakan jika suaminya telah berhasrat


"kau memang hiper" ucap Metha disela ciuman mereka, tanpa malu, Metha membuka baju Evan, lalu memberikan sentuhan lembut yang semakin merangsang suaminya. Evan terus menikmati kelakuan sang istri, sesekali dia mengeluarkan suara serak dan seksinya.


"sayang, aku sudah tak tahan" ucap Evan, Metha tersenyum, ia menanggalkan gaunnya lalu menarik Evan ke ranjang, tangannya terus memberikan sentuhan, bahkan di titik inti suaminya. Tak tahan terus digoda Metha, Evan membalik tubuh sang istri dan


"ehmm" lenguhan Metha terdengar ketika tubuh keduanya menyatu, Evan begitu gemas pada istrinya, apalagi melihat tubuh tersebut, waw.........sempurna, tak ada cela ditubuh sexy itu, entah kenapa dengan bodoh Ryan malah menghianati Metha, entahlah, yang jelas Evan bahagia karena sekarang Metha telah menjadi istrinya, miliknya, ia tak akan membiarkan siapapun merebut Metha, tak terkecuali Ryan. Evan terus bergerak cepat, bahkan Metha membantu dengan menggerakkan pinggulnya, oh...inilah surga dunia yang sangat nikmat.

__ADS_1


"mas....Evan....emhh"


"panggil namaku sayang"


"ahhh mas Evan"


"kau nikmat sayang, Metha ku"


"ohhhh"


Keduanya terus melakukan kegiatan panas, hingga tak tahu berapa lama keduanya berhenti.


******



"kau sudah bangun sayang?" Evan tersenyum dan berjalan ke arah istrinya yang terlihat menggemaskan dengan muka bantalnya


"kenapa tidak membangunkan aku?"


Cup


Evan mengecup sekilas bibir istrinya

__ADS_1


"aku tak tega membangunkanmu, kau tampak sangat kelelahan" kekeh Evan


"tapi mas membuatku kelaparan" Evan langsung memeluk istrinya, Metha yang hanya mengenakan gaun tipis membuat tubuhnya kembali panas, rasanya tidak akan pernah bosan untuk terus menyentuh istrinya


"maafkan aku honey, ayo sekarang kita makan"


"aku akan mandi dulu" Metha berniat bangun karena tahu jika suaminya sudah on, sayangnya Evan lebih dulu menarik tangannya hingga Metha jatuh dipahanya


"ck, aku lapar mas, setidaknya biarkan aku makan dulu, kenapa kamu cepat sekali on sih" gerutu wanita itu namun malah membuat Eavn terbahak


"karena kau begitu sexy, bahkan hanya melihat tubuhmu saja, hasratku sudah bangun, apalagi jika kau memberikan sentuhan seperti semalam" bisik Evan membuat Metha merona


"Apa aku boleh makan?" Metha tak menanggapi ucapan suaminya, dan mengalihkan topik pembicaraan mereka


"tentu, tapi aku akan menyuapimu dengan mulutku" Metha melotot mendengar ucapan suaminya, sementara Evan tertawa gemas melihat ekspresi sang istri. Tanpa memperdulikan suaminya, Metha melahap sarapan yang sudah tersedia, bagaimanapun perutnya harus segera diisi karena cacing cacing perutnya sudah berdemo sejak tadi.


Evan hanya tersenyum melihat tingkah menggemaskan Metha, rasanya ia hanya ingin mengurung istrinya dalam kamar.


****


Ryan segera berlari membuka pintu ketika mendengar suara bel berbunyi, ia mengira yang datang adalah Metha, nyatanya


"Fi....Fira"

__ADS_1


__ADS_2