
Evan menganga, anaknya ini ada ada saja. Mana bisa meminta marvel menikahi istrinya, ck, kalau bukan anaknya sendiri, sudah Evan lempar Gio ke kandang kambing. Hehehe
"bisa kan yah?"
"gak bisa!" tegas Evan
"kenapa?"
"karena marvel ga punya hp" jawab Evan asal
"punya kok, kan ayah juga lihat malvel sama Gio, masa ayah lupa"
"ck, ga punya Gio" jawab Evan kesal
"bilang aja ayah ga sanggup telpon ke lual negeli" cibir Gio
"sanggup lah, gini gini ayah kaya" sombong Evan
"kalo kaya kok telpon malvel saja ndak bisa" ucapnya merengut
"sudah ah, ga usah ngomong soal Marvel lagi, lagian ayah jauh lebih hebat daripada Marvel"
"emang ayah punya kekuatan kayak malvel?"
"punya dong"
Tanpa aba aba, Evan mengangkat tubuh sang putra dan mengayunnya bak kapal terbang, tentu saja Gio tertawa, anak itu tampak sangat senang karena bisa terbang, heheh.
"wush....wush...bunda, Gio telbang" teriak Gio saat menuruni tangga
"wah, anak bunda hebat, Gio bisa terbang" puji Metha,
"wush..... Wush ayo ayah, lebih cepat lagi telbangnya" pinta Gio,
"sudah sudah, kita sarapan dulu, katanya mau jalan jalan, apa ga jadi?" tanya Metha
"jadi!!!" teriak dua laki laki beda usia itu, Evan menurunkan Gio dimeja makan, kemudian mereka bertiga duduk lalu menikmati sarapan bersama
"masakan bunda emang paling top" puji Gio
"terima kasih sayang" sahut Metha sembari tersenyum, kemudian mengecup pipi gembul putranya
"ish, ayah juga mau cium" pinta Evan
"ayah udah besal, malu cium cium bunda" celetuk Gio
"lah, ayah kan juga sayang bunda, jadi harus dapat ciuman juga" kekeh Evan
Metha berdiri lalu mencium pipi Evan,
"makasih sayangku....."
Mereka makan dengan senang. Setelah sarapan selesai, mereka bersiap untuk jalan jalan, hari ini rencananya mereka akan pergi ke Villa selama dua hari. Inipun karena janji Evan kepada Gio beberapa hari yang lalu.
Semua sudah siap, tiga orang tersebut langsung mengendarai mobil menuju Villa. Gio tak henti berceloteh membuat orang tuanya tertawa. Hingga celotehan itu berhenti saat si gembul terlelap di pelukan bundanya.
"lah sudah tidur aja, padahal dari tadi ga brenti nyerocos" ucap Evan
"dia terlalu semangat buat liburan mas" jawab Metha
Evan menghela nafas, memang akhir akhir ini dia sangat sibuk, biasanya dia akan menyempatkan diri untuk jalan jalan dengan istri dan anaknya, tapi beberapa bulan ini dia tidak sempat. Untung saja, urusan pekerjaan sudah selesai, dan bisa di handle bawahannya, jadi Evan bisa mengajak istri dan anaknya jalan jalan.
"maaf ya, harusnya mas ga mentingin kerjaan" sesal Evan
__ADS_1
"jangan bilang begitu, mas kerja juga buat kaki"
"iya, tapi biasanya masih sempat jalan jalan walau cuma ke mall, belakangan ini emang sibuk banget"
"ga papa, sekarang kan kita sudah liburan, kami tahu kamu sibuk, jadi jangan menyalahkan diri sendiri, semua yang kamu lakukan juga untuk kita"
"makasih sudah mengerti yank, aku janji akan sering sering ngajak kalian jalan jalan"
"iya mas" jawab Metha tersenyum
Tak terasa mobil mereka sudah memasuki kawasan villa. Dan tinggal beberapa meter lagi, mereka akan sampai di villa.
"lah, kok ada mereka?" gumam Evan saat melihat papa dan mamanya sudah duduk santai di halaman depan villa
"wah, rame nih liburannya" sahut Metha
"ck, mereka itu ganggu yank"
"ish, kamu mah, jangan gitu sama orang tua sendiri, sekali kali liburan sama mereka juga kan ga papa, mumpung mereka masih sehat dan masih ada" gumam Metha pelan diakhir kalimatnya, namun jelas masih didengar oleh Evan
"iya yank, liburan kita kali ini lebih ramai, ayo turun" ajak Evan
Mereka berdua segera keluar dari mobil, Evan segera mengambil Gio dari gendongan sang istri, dan berjalan memasuki villa
"udah lama pa, ma?" tanya Metha pada mertuanya
"lumayan sayang" jawab Airin
"cucuku tidur?" tanya Danu
"kelihatannya gimana opa tua?" jawab Evan sebal
"tidur lah" balas Danu santai
"cuma bese bese" jawab Danu lagi, Evan menghela nafas lalu membawa anaknya ke kamar, Metha segera pamit ke kamar kepada mertuanya dan menyusul sang suami
"pulas banget tidurnya" ucap Evan sambil memandang wajah pulas sang anak
"dia pasti capek mas, kamu mau istirahat apa ngobrol sama papa?" tanya Metha
"aku istirahat dulu ya yank, nemenin Gio"
"ya sudah, aku keluar dulu ya, mau siapin makan malam"
"hm" jawab Evan yang sudah tidur disamping putranya sambil memejamkan mata, Metha menggeleng melihat tingkah Evan, tapi tak bisa dipungkiri jika pemandangan seperti ini selalu membuatnya bahagia.
🍃🍃🍃🍃🍃
Makan malam sudah siap, tentu saja yang memasak adalah Metha dan Airin, mertuanya.
"mereka bertiga kalau lagi tidur emang menang banget, jam segini masih belum ada yang bangun" ucap Airin
"kata siapa? Kami udah bangun loh" jawab Evan yang sudah segar, tentu saja dengan Gio yang juga sudah rapi dan wangi
"wah, cucu oma udah rapi dan wangi" ucap Airin mendekati Gio
"stop oma" ucap Gio sambil merentangkan tangannya ke depan
"loh kenapa sayang" tanya Metha heran
"oma belum mandi, kata papa, kalau mau cium Gio harus mandi dulu" Evan mendelik, kapan dia mengatakan hal itu coba
"jadi Gio ga mau oma cium?" tanya Airin sok sedih
__ADS_1
"mau, tapi oma mandi dulu" kekeh Gio, Airin menghela nafas,
"oke, oma mandi dulu ya" perempuan tua itu langsung menuju kamarnya untuk mandi
"bunda juga mau mandi dulu deh, kalian tunggu di meja makan aja ya"
Dua pria ini hanya mengangguk, mereka duduk dimeja makan dan melihat banyak makanan yang sudah tersaji dan terlihat sangat menggugah selera
"wah, semuanya makanan kesukaan opa" ucap Danu yang tiba tiba datang
"itu juga ada makanan kesukaan Gio, bukan cuma kesukaan opa" balas Gio
"heheh, opa tahu kok" jawabnya menyengir,
Mereka menunggu para wanita, dan tak lama Metha dan Airin tiba,
"kalian nungguin kan?" goda Airin
"cepetan dong oma, Gio udah lapel, opa juga dali tadi nelan ludah" lapor Gio membuat mereka semua tertawa
"ketahuan kamu opa tua" cibir Evan
"halah, kayak kamu enggak aja" balas Danu
"sudah sudah, sebaiknya kita makan"
"Gio mau makan sama apa sayang?" tanya Airin
"loh, kok Gio yang ditanya dulu?" protes Danu
"yang tua ngalah" celetuk Evan
"ok" jawab Danu
"Gio mau ayam sama sosis" ucapnya polos
"ok, ini buat Gio" Airin meletakkan piring berisi nasi, ayam dan sosis untuk cucu tampannya
"telima kasih oma"
"sama sama sayang"
Dua wanita itu kemudian mengambilkan makanan untuk suami mereka masing masing,
"loh, kok tumben kamu mau makan cumi yank" tanya Evan heran, karena sejak dulu Metha tak menyukai cumi
"lagi pengen aja mas"
"kayak orang ngidam ya" celetuk Danu
Semuanya diam, hingga
"yang emang udah jadi?" tanya Evan
Metha tak menjawab namun mengangguk, membuat semua orang terdiam
"beneran udah jadi?" tanya Evan lagi, dengan wajah berbinar
"iya" jawab Metha singkat
Brak.....
*******
__ADS_1
Kira kira apa yang terjadi pemirsah???