Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Kejutan Dari Evan


__ADS_3

Setelah perusahaannya kembali stabil, Ryan juga kembali mengganggu Metha. Pria itu tak peduli dengan ancaman Evan, bahkan secara terang terangan mengibarkan bendera perang pada Evan.


"urus semuanya dengan baik, buat dia jera!" perintah Evan kepada asistennya


"rupanya peringatanku hanya kau anggap angin lalu, baiklah kau akan tahu siapa aku sebenarnya" Evan menyeringai licik


Di kantor Ryan


"bagaimana bisa data perusahaan diretas oleh pihak lain, semua data kita lenyap, jika begini perusahaan bisa bangkrut!!!" bentak Ryan, baru saja saham mereka stabil, kini data perusahaan hilang diretas manusia tak bertanggung jawab


"kau memang tidak becus, bagaimana bisa kau kecolongan seperti ini, perusahaanku bisa bangkrut akibat ulahmu!!!" teriak Shanum,


"aku juga tidak tahu, kau pikir aku tidak mengamankannya? Aku sudah melakukan yang terbaik untuk perusahaanmu!!!" bentak Ryan tak terima


Shanum begitu emosi, walau dia bisa hidup susah tapi dia tak rela jika perusahaan yang dibangun oleh ayahnya dari nol hancur begitu saja. Terkutuklah siapapun yang mencuri data perusahaannya.


Saat Ryan dan Shanum dalam keadaan pusing, Evan datang dengan santainya. Pria itu bahkan langsung masuk ke ruangan Ryan


"kau!!! Mau apa kau kemari??, dasar tidak punya etika, kenapa kau masuk begitu saja dalam ruanganku, oh atau memang seperti ini sikap seorang pengusaha sukses Evan Anggika!!"


"hahahah, aku tidak perlu sopan pada orang yang tidak perlu di sopani, dan bagaimana? Kau suka kejutan dariku?" Evan menyeringai, siapapun yang melihatnya pasti akan ketakutan

__ADS_1


Ryan dan Shanum shock jadi semua ini ulah Evan


"kurang ajar, rupanya kau yang sudah mencuri data perusahaan kami!!" teriak Shanum tak terima


"hahah, kau benar nona Shanum, sayangnya aku tak berminat dengan data data tak penting milik perusahaanmu"


"berani sekali kau berbicara seperti itu, sekarang kembalikan semuanya pada kami sebelum aku melaporkanmu pada polisi!!" ancam Ryan


"silahkan laporkan aku kalau kau bisa, kau tidak punya bukti"


"aku akan memberikan rekaman CCTV ini sebagai buktinya"


"sekarang kau tahu kan, siapa lawanmu!"


"Apa maumu sebenarnya?" geram Shanum


"katakan pada suami tersayangmu, berhenti mengganggu istriku, ini peringatanku untuk kedua kalinya, dan tidak ada ketiga kali, jika Ryan masih mengganggu Metha, aku pastikan perusahaanmu bangkrut hari itu juga" tangan Ryan mengepal menahan amarah, ternyata ancaman Evan tak main main


"suruh saja istrimu tidak muncul lagi didunia ini, kenapa dia seolah olah korban, jika dia adalah dalangnya" ucap Shanum tanpa dosa


Awww

__ADS_1


Evan menekan keras pipi Shanum membuat wanita itu meringis, tenaga Evan terasa berkali kali lipat dan hal itu membuat pipi Shanum sakit luar biasa


"berani sekali kau berkata begitu!!!, seratus nyawamu bahkan tak mampu mengganti sehelai saja rambutnya!"


"kenapa kau main tangan pada perempuan, tidakkah kau malu pada dirimu sendiri!!?" sindir Evan


"dia bukan perempuan, dia hanyalah iblis yang menjelma menjadi perempuan, dia selalu mengusik ketenangan Metha, dan aku tak menyukai hal itu bahkan kemarin dia berniat mempermalukan Metha di hadapan banyak orang, sayangnya dia sendiri yang malu akibat perbuatannya sendiri"


Ryan menoleh ke arah Shanum, apa benar Shanum selama ini masih mengganggu Metha. Sedangkan Shanum mendadak tegang, Ryan akan sangat marah mengetahui hal ini


"kau tidak mendengar ucapanku?" tanya Ryan dengan nada rendah namun terdengar mengerikan ditelinga Shanum


Evan hanya menjadi penonton, ia yakin sebentar lagi akan ada perang dunia ke empat, bathinnya


"aku yakin kau tidak tahu apa yang istri tercintamu ini lakukan, ah ya.... Kau tahu siapa dalang dibalik peristiwa saat kau meniduri Angel?" Evan memang tak menyebut nama Shanum, namun tatapa pria itu tertuju padanya, hal itu membuat Shanum semakin pucat


"aku yakin kau adalah pria sejati yang tidak akan main tangan pada perempuan" Evan menepuk pundak Ryan lalu keluar dari ruangan Ryan


Tatapan Ryan begitu tajam, dia terlihat sangat emosi. Rupanya Shanum tak mengindahkan peringatannya. Bahkan dialah dalang atas insiden di hotel waktu itu. Keterlaluan,


"tunggu surat cerai dariku"

__ADS_1


__ADS_2