
"I know your secret, Shanum!" bisik Metha
Rachel menatap Metha dengan tatapan yang sulit di artikan. Antara benci, marah, kecewa, semua terlihat dimata itu.
"aku akui kau memang wanita yang pintar Metha, kau mampu mengenali aku dengan wajah yang berbeda!" akhirnya wanita itu mengaku
"tentu saja, aku tidak akan melupakan wajah wanita yang sudah menghancurkan hidupku"
"hahahah, hidupmu tidak hancur Metha, hidupmu bahagia, kau dikelilingi orang orang yang menyayangimu, dan kau lihat aku???, semua orang yang aku sayangi meninggalkan aku, semuanya pergi, dan semua itu karenamu!!"
"bukan aku Shanum, tapi kau sendiri, semua yang kau tuai itu yang kau petik"
"mulutmu bisa berkata dengan mudah karena hidupmu sempurna, kau tidak tahu bagaimana rasanya menjadi aku, diceraikan orang yang kau cintai, di tinggal selamanya oleh satu satunya keluarga yang kau punya, kau tidak merasakan itu, aku!!, aku mengalami semua itu karena kau, jika saja kau tidak muncul dihadapan Ryan, pasti kami hidup bahagia, tapi kau merusak semuanya, kau merenggut kebahagianku!!"
"harusnya dengan semua kejadian ini kau sadar Shanum, kau masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, ambillah hikmah dari semua peristiwa yang menimpamu, semua yang terjadi adalah takdir, cobalah berdamai dengan masa lalu dan hiduplah dengan tenang"
"itu tidak akan terjadi selama kau masih hidup, dan dengarkan ini baik baik, aku.....akan terus mengganggu hidupmu, kau akan merasakan penderitaan yang lebih dalam daripada yang ku rasakan!!!" Shanum segera meninggalkan cafe setelah mengatakan hal itu pada Metha. Sementara Metha menghela nafas, dia tidak mengerti kenapa Shanum masih menyimpan dendam padanya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Metha tengah bersiap untuk pulang, dia keluar dari cafe dan berjalan menuju ke mobilnya namun tiba tiba dia terdorong hingga jatuh.
Brakk
"ada orang tertabrak mobil" teriak satpam cafe Metha, beberapa pengunjung dan karyawan langsung berhambur ke tengah jalan.
"mbak, mbak Metha tidak apa apa?" tanya Aida, Metha mengangguk, dia menoleh ke tengah jalan,
Astaga, orang itu menyelamatkan aku, bathin Metha
Metha segera berlari menuju kerumunan orang orang, dia melihat seseorang bersimbah darah tergeletak di tengah jalan,
"mbak, dia mas Ryan" ucap salah seorang karyawan Metha,
Metha melihat orang itu dan benar, dia adalah Ryan, mantan suaminya. Metha langsung menghampiri Ryan.
"Ryan, kamu bisa mendengarku?, tolong bawa dia ke mobil saya" pinta Metha, beberapa orang langsung mengangkat tubuh Ryan dan memasukkan dalam mobil, Metha meminta salah satu karyawannya untuk menyetir, sedangkan dia ada di belakang, memangku Ryan.
__ADS_1
Uhhukk uhhuukk, Ryan terbatuk dan darah segar keluar dari mulutnya
"Me....tha...."
"iya, ini aku Ryan, aku mohon bertahanlah"
Ryan menggenggam tangan Metha
"a....aku...min...ta...ma....af,...aku...te...lah...meng...hia...nati...mu" uhhuk... Uhuukk
"aku sudah memaafkanmu, aku mohon jangan banyak bicara, kita akan segera sampai ke rumah sakit"
"a...aku, se...nang....kau...hi..dup...baha...gia, a...ku..menye....sal.....,per..nah...me..nyaki..timu..te..rima...ka...sih...a...tas.......cin..tamu...dulu...,a...aku....men..cin...tai..mu"
Ryan tak sadarkan diri,
"Ryan, Ryan, aku mohon sadarlah...." Metha menangis, walau bagaimanapun Ryan telah menyelamatkannya dan mereka pernah memiliki kisah yang indah, walau berakhir hancur berantakan.
"Anto, bisa cepat sedikit, dia tak sadarkan diri"
"iya mbak, ini sudah ngebut"
"suster tolong!!!" teriak Metha, beberapa suster langsung datang membawa brangkar, mereka mengeluarkan Ryan dari mobil dan membawanya ke UGD
"sayang, kau tidak apa apa?" tanya Evan panik, dia mendengar kabar dari Aida mengenai hal ini, dan segera menuju rumah sakit yang memang tidak jauh dari cafe Metha.
Evan menatap Metha sendu, baju istrinya penuh dengan darah, rambutnya berantakan dan matanya sembab, Evan segera memeluk istrinya, dia tahu wanita itu butuh ketenangan.
"dia...dia menyelamatkan aku" lirih Metha
"tenanglah sayang, semua akan baik baik saja" ucap Evan berusaha menenangkan istrinya
Dokter keluar dari UGD
"bagaimana keadaannya dokter?" tanya Metha
"maafkan kami bu, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, luka yang dialami pasien sangat parah, dan beliau juga sudah tidak bernyawa ketika tiba dirumah sakit, kami menyesal" terang dokter tersebut, kemudian berlalu. Tak lama suster mendorong brangkar berisi jenazah Ryan menuju kamar mayat.
__ADS_1
"tidak!!, mas katakan semua tidak benar kan? Ryan masih hidup kan, dia masih hidup" teriak Metha histeris
"dia sudah tenang sayang, dia sudah kembali ke pangkuan Illahi"
"dia menyelamatkan aku, dia mengorbankan nyawanya demi aku" tangis Metha pecah di pelukan Evan,
"ini semua takdir sayang, jangan menyalahkan dirimu"
"tapi dia pergi karena menyelamatkan aku, dia pergi karena aku"
"semua ini takdir sayang, kita harus mengiklaskannya"
"aku ingin melihatnya" Evan mengangguk, dia mengantarkan Metha ke ruang jenazah.
Metha menatap tubuh yang terbujur kaku didepannya, wajah Ryan terlihat damai bahkan terlihat senyum di wajah itu.
"maafkan aku Ryan, maaf karena menolongku kau harus mengorbankan nyawamu, terima kasih, aku tidak akan melupakan semua pengorbananmu" lirih Metha, dia segera memeluk Evan
"terima kasih sudah menyelamatkan istriku, sekarang aku tahu betapa besar kau mencintai Metha" ujar Evan, Metha melonggarkan pelukannya dan menatap Evan
"kau tidak keberatan kan, jika kita mengurus jenazah Ryan, dia sudah tidak punya keluarga lagi"
Evan tersenyum,
"tentu sayang, kita akan mengurus dan memakamkannya dengan baik"
Metha dan Evan segera membawa jenazah Eyan pulang ke rumah mereka untuk segera dimakamkan.
🍃🍃🍃🍃🍃
Shanum sudah mendekam di balik jeruji besi, sebelum pergi ke rumah sakit, Evan menghubungi polisi untuk mengusut kejadian ini. Dengan melihat CCTV, polisi berhasil melihat plat mobil tersangka. Setelah memastikan kesamaan nomor plat mobil penabrak, akhirnya polisi menangkap Rachel alias Shanum yang berada tak jauh dari lokasi kejadian dan membawanya ke kantor polisi.
"Hahahahah, semuanya pergi, ayah, bunda..dan sekarang orang yang aku cintai, hahahah, hiks hiks hiks, Ryan.... Kenapa kau menolong wanita itu, karena menolongnya dan sekarang kau mati, kau meninggalkan aku, hahahah hiks hiks hiks, Ryan aku mencintaimu" racau Shanum
Polisi segera mendatangkan dokter melihat kondisi Shanum yang berteriak dan menangis secara bersamaan, dan dokter menyatakan jika Shanum mengalami gangguan jiwa.
*******
__ADS_1
Penderitaan sudah usai ya,
Kalau setelah ini aku buat bab yang menceritakan keseruan keluarga kecil Metha dan Evan, kalian setuju ga?