Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Saling Memaafkan


__ADS_3

Kebahagiaan masih menyelimuti keluarga Anggika. Mereka tak henti bersyukur atas kehadiran bayi cantik ditengah tengah mereka, apalagi Gio yang begitu bahagia telah memiliki adik perempuan seperti harapannya. Bayi yang berumur dua minggu itu semakin pandai menyusu. Hal itu membuatnya terlihat semakin berisi dan montok.


Hari ini akan diadakan tasyakuran dan aqiqah atas kelahiran baby Gea. Selain mengundang semua anak panti, tetangga dan rekan rekan yang mereka kenal, Metha dan Evan tak lupa mengundang keluarga baru mereka, yaitu Reza dan Shanum serta putri mereka Denavia Naura.


Flash Back On


Seminggu setelah melahirkan, kondisi Metha sudah membaik. Dia mengajak Evan untuk menemui orang yang telah menyelamatkan Gio. Sebelum pergi menemui mereka, Evan menceritakan siapa yang telah menolong putranya. Awalnya Metha terkejut, namun setelah mendengar cerita Evan, Metha justru bersyukur. Apalagi Evan juga sudah menyelidiki tentang suami Shanum.


Reza Ramadhan, seorang psikiater yang bekerja disalah satu rumah sakit jiwa. Dia seorang duda yang memiliki satu orang putri. Istrinya meninggal saat melahirkan putri mereka. Reza adalah yatim piatu, begitupun mendiang istrinya. Karena dedikasi dan kinerja yang bagus, Reza diijinkan membawa putrinya kerumah sakit. Saat itu usia Dena dua tahun, dan kebetulan Reza adalah dokter yang menangani Shanum, biasanya saat akan menemui pasien, Reza akan menitipkan putrinya kepada suster. Sebab terlalu berisiko jika membawa anak kecil apalagi menangani pasien gangguan jiwa.


Entah kebetulan atau takdir, Dena lepas dari pengawasan dan masuk ke kamar Shanum. Awalnya Shanum cuek, dia pasien yang pendiam dan tak mau bicara dengan siapapun termasuk Reza. Hingga suatu keajaiban datang, Shanum merespon ucapan gadis kecil tersebut. Hal itu sempat membuat Reza tertegun, namun akhirnya dia membiarkan putrinya dekat dengan Shanum, tentunya dengan pengawasan darinya. Hingga setengah tahun lamanya, perkembangan kesembuhan Shanum dinyatakan berhasil. Dia dinyatakan sembuh dari gangguan jiwa. Bahkan kasus tabrak lari yang dia lakukan, ternyata sudah dicabut. Dan Shanum dinyatakan bebas dari hukuman.

__ADS_1


Hubungan Reza dan Shanum berjalan baik, dan atas keinginan Dena, akhirnya Reza menikahi Shanum, walaupun awalnya Shanum menolak. Shanum merasa rendah diri, apalagi Reza adalah pria yang baik dan mapan. Bukan tanpa sebab dia menolak lamaran Reza, Shanum tidak akan bisa memberi Reza keturunan, rahimnya sudah diangkat akibat kecelakaan yang menimpanya juga karena rahimnya memang sudah rusak akibat mengkonsumsi minuman beralkohol yang berlebihan. Tapi Reza dan Dena meyakinkan Shanum bahwa mereka menerimanya dengan tulus. Hingga akhirnya mereka menikah.


Bukan perkara mudah bagi Shanum menjalani pernikahan dan bersosialisasi kembali dengan para tetangga. Wanita yang pernah mengalami gangguan jiwa itu, sering berkeringat dan takut saat berada dikeramaian, bahkan akan pingsan saat ditanya berbagai macam hal yang membuatnya tertekan. Namun berkat perhatian, ketelatenan dan perawatan dari Reza, Shanum mulai bisa mengendalikan diri. Walau terkadang dia suka tremor saat merasa dalam situasi yang tidak dia sukai. Namun lambat laun perkembangannya semakin meningkat, dia bahkan menjadi istri dan ibu yang sangat baik, sabar dan penyayang. Menjadi ibu sambung yang menyayangi putri tirinya dengan sepenuh hati, hingga usia Dena telah memasuki tahun ke empat.


Saat Reza bekerja, Shanum dan Dena sering pergi bersama, seperti ke pasar dan jalan jalan. Seperti pagi itu, mereka baru saja datang dari pasar. Tanpa sengaja melihat bocah laki laki yang duduk lemas ditanah. Karena merasa iba, akhirnya Shanum menolongnya dan membawanya pulang kerumah.


Pada saat pertemuan Metha dan Shanum pertama kali, Shanum kembali trauma. Tubuhnya bergetar dan muncul keringat dingin diwajahnya. Dia terus menunduk tak berani menatap Metha. Metha yang paham situasi akhirnya memulai pembicaraan, dia bahkan mengatakan telah memaafkan semua kesalahan Shanum dimasa lalu. Disitulah Shanum mulai berani menatap Metha dan Evan. Air matanya terus menetes seraya ucapan maaf yang tak pernah berhenti keluar dari mulutnya. Reza dan Evan yang melihat itupun terharu, mereka yakin bahwa Shanum sungguh telah berubah.


Metha dan Shanum memutuskan untuk saling memaafkan. Mereka melupakan semua kejadian pahit dimasa lalu, dan memulai kenangan indah dari awal.


"selamat datang dirumah kami" sambut Metha kepada Shanum, Reza dan Dena.

__ADS_1


"terima kasih telah mengundang kami"


"tentu, kita adalah keluarga bukan, jadi jangan sungkan, ayo kita masuk"


Shanum disambut hangat oleh Airin dan Danu, mereka juga telah melupakan semua kejadian masa lalu.


Bukankah Allah Maha Pemaaf, apalagi kita yang hanya hamba-Nya. Saling memaafkan membuat hidup kita damai dan tentram. Manusia tidak bisa melupakan masa lalu, tapi masa lalu adalah jalan yang harus ditempuh untuk sampai pada masa kini. Belajar dari kesalahan dan terus memperbaiki diri, serta tak lupa bersyukur, akan membuat hidup kita lebih bermakna dan indah.


...End...


Terima kasih bagi semua pembaca novel ini. Tanpa kalian, aku bukan siapa siapa. Terima kasih atas like dan komennya. Semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan berada di lindungan-Nya. Amin

__ADS_1


Untuk info novel baru, nanti aku up ya. Jangan bosan bosan dengan karya recehanku.


Jangan lupa mampir di karyaku yang lainnya, kalian bisa mengetik nama AfkaRista di kolom pencarian. Sekali lagi terima kasih banyak kakak, aku syang kalian semua😍😍😍😍


__ADS_2