
"oh...yank, kamu emang.... Emh"
Malam ini adalah malam keberuntungan bagi Evan, jika biasanya Gio akan mengganggu malam indah mereka, tidak dengan malam ini. Si bocah gembul itu tertidur lelap dikamar sebelah. Sedangkan kedua orang tuanya tengah menikmati malam panjang yang jarang sekali mereka nikmati sejak ada si Gibul.
"yank, kamu uh...emang luar biasa" suara serak Evan terdengar begitu bergairah. Tentu saja, sudah lama dia ingin menghabiskan malam panjang dengan istrinya, bukan tidak pernah memadu kasih bersama, tapi malam panjang yang dimaksud Evan adalah semalaman, yang artinya sepanjang malam. Mereka akan menjedanya sebentar jika sudah sampai puncak, lalu akan mengulangi lagi dan lagi hingga pagi.
"ka...mu se... makin liar mas.... " suara Metha terbata
"itu karena sudah lama aku tidak dapat jatah"
"ish, kata siapa? Bukannya hampir setiap malam kamu selalu minta??, dan aku selalu kasih kalau ga lagi jadwal bulanan"
"iya....., tapi baru setengah jam, Gibul selalu gangguin malam kita, kan aku ga puas yank, uhhh....." Evan terus memacu dirinya, dia begitu bahagia malam ini, jatahnya panjang. Heheh
"itu sih kamunya aja memang, dasar!"
"yank, kamu makin seksi deh...., aku suka banget kamu yang sekarang" puji Evan
"jadi yang kemarin kemarin kamu ga suka gitu?" sewot Metha
"bukan....tapi kamu yang sekarang jauh lebih berisi, hhhmm" Evan mengulum bagian tubuh favorit dari istrinya yang beberapa tahun dikuasi putranya.
"sshhh, pelan pelan ish" keluh Metha
"gemes yank, yank....aku udah dekat" ucap Evan yang terus begerak liar
Akhirnya mereka mencapai kenikmatan inti, entah sudah yang ke berapa kalinya, Evan masih diatas tubuh istrinya, menghirup dalam dalam bau keringat yang bercampur dengan wangi tubuh Metha. Hingga akhirnya dia menjatuhkan tubuhnya disamping sang istri.
"hahahah" tiba tiba Evan tertawa, membuat Metha memiringkan tubuhnya lalu menatap sang suami.
"kata orang, kalau ada orang ketawa sendiri tandanya dia gila loh!" ucap Metha, Evan yang mendengarnya langsung menatap sang istri
"aku masih waras yank, bahkan masih sangat waras" tekan Evan
"terus ngapain ketawa sendiri, tiba tiba lagi"
"keinget cerita kamu soal Gibul, ga nyangka apa yang aku aku ucapin ternyata sangat membekas di otaknya" kekeh Evan, Metha yang kembali mengingat sang anak saat daring tadi pagi mendadak kesal dengan Evan.
"makanya, aku kan sudah bilang, anak kecil anak selalu meniru apa yang dilakukan orang dewasa terutama orang tuanya, apalagi dia masih dalam masa pertumbuhan, jadi aku minta mas tidak lagi mengajarinya hal hal yang salah!!"
"heheh maaf, sebenarnya aku iseng aja mengatakan hal itu" ucap Evan tanpa dosa
"lingkungan itu sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak, kebiasaan yang dia lihat, ucapan yang dia dengar, akan dengan cepat membekas di otaknya, maka dari itu peran orang tua dalam perkembangan anak sangat penting, apalagi di usia Gio yang serba ingin tahu, kita tidak boleh asal bicara atau bertindak sesuatu yang tidak baik untuk dia contoh, karena bisa berdampak pada sifat dan sikap anak nantinya"
__ADS_1
"iya sayang, aku minta maaf, janji tidak akan mengatakan hal iseng lagi sama Gio"
"iseng kamu sangat mempengaruhi pikirannya, dia bahkan dengan percaya diri mengatakan jawaban yang kamu ajarkan didepan guru dan teman temannya, untung saja tidak tatap muka, kalau tidak mau di taruh dimana muka aku"
"ya tetap didepan lah yank"
"kamu tidak tahu saja ekspresi gurunya Gio, dia berusaha menahan tawanya, aku beneran malu sama bu Novia"
"iya iya aku minta maaf, aku ga akan bicara asal lagi sama anak kita"
"bagus, memang harusnya seperti itu, peran kamu sebagai ayah juga sangat berpengaruh untuk pertumbuhannya"
"iya, kita akan merawat Gio dengan baik kok, apalagi dia punya bunda yang hebat seperti kamu, aku yakin dia akan menjadi anak yang baik nantinya"
"kamu muji pasti ada maunya" tebak Metha
"istriku memang pintar" jawab Evan tersenyum
Hening sesaat,
"yank"
"hm"
"satu tahunan" jawab Metha
"kok belum jadi ya adiknya Gio?"
"belum rejeki mas, Allah belum ngasih lagi sama kita, mungkin Allah ingin kita merawat Gio dulu, mencurahkan semua kasih sayang kita sama Gio"
"kita bahkan sudah merawat Gibul dengan sangat baik yank, bahkan dengan kasih sayang yang meluap luap"
"iya tahu, ga usah terlalu dipikirkan, Allah tahu yang terbaik untuk keluarga kita, lagipula Gio ga mau punya adik katanya"
"ck, ini semua gara gara opa tua itu" kesal Evan
"dia papa kamu loh mas"
"iya, opa tua itu memang papaku, lagian kenapa harus jawab begitu sih si opa tua itu, bisa kan dia cari alasan yang lebih keren, dasar opa opa tua, ish pengen ku pites aja"
"kamu dosa loh yank ngomong begitu"
"lah, emang aku ngomong apa?"
__ADS_1
"mau pites papa"
"hahah, maksud aku pites kutu si opa tua"
"emang papa punya kutu?" tanya Metha polos
"ga punya" jawab Evan santai
"ish, kamu mah" kesal Metha, perempuan itu masih memeluk tubuh sang suami
"yank, kata temenku kalau mau cepet punya anak, ada rumusnya loh" kata Evan
"kayak matematika aja pake rumus, kemarin kemarin los ga rewel"
"hahah, bahasa kamu kayak anak abg aja"
"lah, emang iya kan, bahkan tadi kamu langsung aja tuh, kenapa sekarang harus pake rumus segala?"
"maksud aku ada gaya dan metodenya yank, praktekin yuk?"
"kamu belum capek?" tanya Metha pada sang suami, pasalnya sekarang sudah menjelang pagi, dan Evan masih belum lelah.
"belum lah, jarang jarang juga kan kita bisa kayak gini?"
"tapi aku udah capek mas"
"sekali lagi aja ya, please" mohon Evan,
"wajah memelas kamu selalu bikin aku nggak tega" jawab Metha,
"jadi mau ya sekali lagi?" tanya Evan memastikan, Metha mengangguk pasrah
"pake gaya guk guk mencari jalan pulang" bisik Evan,
Malam ini terasa sangat sangat indah bagi Evan, menghabiskan malam panas dengan wanita yang sangat dia cintai, ibu dari anaknya, sungguh Evan bahagia.
Banyak suka duka yang mereka lewati sebagai sahabat sejak remaja, bahkan Evan sempat melarikan diri ke luar negeri karena Metha menikah dengan pria lain, namun sekarang Takdir menyatukan mereka dengan cara yang indah. Kesabaran Evan, kesetiaannya menguatkan dan menemani Metha ketika wanita itu terpuruk berbuah manis. Sekarang dia dan Metha bisa bersatu dan hidup bahagia, apalagi ada Gio sebagai pelengkap kebahagiaan mereka dan yang pasti akan ada adik adik Gio nantinya.
*****
Belum end kakak, masih banyak keseruan yang akan terjadi antara Gio, Evan dan Opa Tua. Jadi pantengin terus ya
Maaf jarang up, masih sibuk di dunia nyata....
__ADS_1