Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Sore Enak


__ADS_3

"bwahahahahaha" tawa menggema ke seluruh dapur, siapa lagi kalau bukan ulah si opa tua, Danu.


"bwahahahah, kamu....ka...kamu lucu sekali Van" ucapnya sambil memegangi perut dan mengusap sudut matanya yang berair


Muka Evan memerah, dia sungguh malu. Selain Danu, dibelakang papanya juga ada mamanya yang tertawa walau tak sekeras si opa tua. Danu mendekat ke arah meja makan, dan duduk dengan santai,


"salut dengan cucuku yang masih dalam perut, aku rasa dia akan menjadi lawanmu nanti, belum lahir saja sudah membuatmu menderita" ledeknya


"ck, jangan terus tertawa, ini sama sekali tidak lucu!!"


Danu berdiri dan berjalan kearah Evan, tanpa diduga pria tua itu mencolek dagu putranya dan berkata,


"cantik, kenalan yuk?" Evan melotot mendengar suara manja papanya, sedangkan Airin, Metha dan Gio tertawa terbahak bahak,


Kesal sampai ke ubun ubun, Evan berdiri membuat mereka semua terdiam, dikira Evan akan marah. Nyatanya di luar dugaan, Evan malah menari ala opa opa korea, lalu berjalan menuju kamar dengan kaki dihentak hentakkan. Semua orang menatapnya bingung,


"dia kenapa?" tanya Danu


"kenapa beltanya lagi, ayah malah lah" celetuk si gembul, Metha yang melihat itu segera menyusul suaminya ke kamar,


Ceklek,


Pintu terbuka dan Metha melihat suaminya tidur meringkuk di atas kasur, sedangkan daster ungu yang tadi dia kenakan sudah berada di keranjang kotor. Metha merasa bersalah, dia bahkan tak berfikir bahwa Evan akan marah karena permintaan konyolnya. Perlahan dia mendekati sang suami, lalu ikut berbaring dibelakang Evan. Tangan putihnya menyentuh punggung kekar itu lalu memeluknya dengan erat.


"maaf" lirih Metha, selama menikah dengan Evan, baru kali ini dia meminta suaminya melakukan hal yang aneh, em...maksudnya baru kali ini Metha ngidam hal seperti itu. Padahal dulu saat hamil Gio ngidamnya masih dalam batas normal. Tapi entah dengan anak keduanya ini, dia sadar jika telah menyiksa sang suami.


"yank, aku minta maaf, aku tidak bermaksud membuatmu marah dan malu didepan papa dan mama, semuanya keinginan itu muncul begitu saja, maaf" Metha kembali membujuk suaminya. Sedangkan Evan sebenarnya tidak marah, dia hanya kesal. Kenapa kehamilan kedua istrinya justru meminta hal yang aneh aneh, walau sebenarnya wajar jika wanita hamil ngidam hal yang tidak masuk akal. Tapi mendengar tawa dan ledekan Danu sungguh membuat mood nya ambyar seketika.


"yank, aku tahu kamu belum tidur, kamu akan marah sampai kapan?"


"aku ga marah" sahut Evan datar, Metha tersenyum, setidaknya Evan sudah mau menyauti perkataannya.


"jadi kamu sudah tidak marah lagi?"


"hm, tapi ada syaratnya" tentu saja Evan akan memanfaatkan kesempatan kan, dia bukan tipe orang yang suka menyia nyiakan waktu.

__ADS_1


"apa syaratnya?" yes....bathin Evan, dia segera berbalik menatap istri tercintanya dengan wajah yang masih datar


"puaskan aku" bisik Evan, Metha langsung menatapnya, huft.....Evan ya tetaplah Evan...pintar dalam memanfaatkan situasi.


Tanpa komando Metha meraba perut kotak kotak itu, memasukkan tangannya kedalam kaos yang Evan kenakan, lalu memilin sesuatu yang berwarna coklat, netranya menatap ekspresi Evan yang memejamkan mata, suaminya itu cukup hiper jadi sentuhan kecil begini sudah membuatnya terbuai.


Jangan ditanya kelihaian seorang Metha, mempunyai suami seperti Evan membuat Metha mampu dan tahu bagaimana cara memuaskan pria itu. Bahkan Metha sering memimpin permainan. Dan sekarangpun begitu. Perlahan tangannya kembali bergerak, kali ini untuk melepas pakaian yang dipakai suaminya. Metha akui, tubuh Evan begitu menggoda, tidak ada yang berubah meski usianya semakin bertambah, tetap kekar dan gagah.


"emhhh....yank"


"apa????" tanya Metha menggoda


"jangan menggodaku terus, segera yank"


"memohonlah honey" bisik Metha


Evan membuka mata, dilihatnya sang istri masih berpakaian lengkap sedangkan dirinya sudah naked. Sudah tahu Evan hiper tapi Metha masih bermain main, alhasil Evanlah yang memulai. Tapi kali ini dengan pelan dan lembut mengingat Metha tengah hamil.


Sedangkan di dapur, satu bocah dan dua orang tua masih menunggu mereka


"Gio mau jalan jalan ga?" tawar Danu, dia sangat tahu jika dua anak manusia yang berada dikamar itu sedang ritual kikuk kikuk....sebab dia hafal betul sifat putranya....


"ke mall mau?"


"mau" jawab Gio antusias,


"ya sudah ayo" ajak Danu sambil menuntun tangan Gio


"pa, apa ga sebaiknya ijin dulu sama Evan dan Metha?"


"mama mau ijin pada mereka dan menyusul ke kamar begitu? Yang ada kuping mama akan mendengar rintihan dan jeritan dua anak manusia yang sedang enak enak" cibir Danu


"ish, kalau ngomol di filter dong, ada Gio, jangan sembarangan ngomong" keluh Airin, bisa gawat jika nanti Gio malah bertanya apa itu enak enak,


"sudah, ga usah pamit, mereka itu pasti masih lama, kayak ga kenal putramu saja"

__ADS_1


"sama kayak situ dong!"


"hehehe, walau menyebalkan, dia tetap keturunanku, jadi pasti seperti aku, a long..... Long...long.....in love"


Airin memutar matanya malas, tanpa menghiraukan ucapan suaminya, dia berjalan keluar rumah menyusul Gio yang sudah lebih dulu keluar.


Sedangkan didalam kamar, dua insan dimabuk surga dunia itu masih beritual. Ah...sore sore memang enak itu enak enak.


"yank, aku hampir....."


"bareng yank"


Keduanya lemas setelah mencapai titik inti percintaan. Nafas mereka naik turun tak beraturan.


"astaga, Gio kelupaan" Metha mendudukkan dirinya, berniat turun dari kasur namun dicegah oleh Evan.


"ga usah khawatir yank, Gio pasti lagi pergi sama opa oma tua"


"kalau mereka masih dibawah bagaimana?"


"percaya deh sama aku, lagian opa tua pasti tahu kalau kita lagi kikuk kikuk"


"ish, malu dong sama papa, sebaiknya kita cepat mandi dan turun melihat mereka"


"ga udah yank, mereka paling lagi jalan jalan"


"tap..."


"ck, sekali kali kita berduaan begini yank, lagian kalau mereka masih dibawah, si gembul pasti sudah gedor gedor pintu" Metha terdiam, benar juga ucapan suaminya,


"sekarang aku pengen peluk kamu sepuasnya" kata Evan kemudian, akhirnya Metha pasrah dan membalas pelukan suaminya, namun Evan ya tetaplah Evan


"yank, on lagi, sekali lagi ya...." cengirnya tanpa dosa


*******

__ADS_1


Jangan lupa komen ya kakak, kasih like juga.... Aku ga tahu cerita ini menarik atau enggak, yang jelas aku sebagai penulis recehan masih terus belajar dan belajar,


Makasih yang masih setia dengan cerita ini, jujur aku bukanlah penulis handal, tapi aku berusaha untuk tetap menghibur


__ADS_2