
Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu oleh Shanum, malam ini, salah satu rekan kerjanya mengadakan pesta ulang tahun perusahaan dan dipastikan Evan termasuk salah satu tamu undangan. Bertempat di salah satu hotel bintang lima yang baru diresmikan, setiap tamu diberikan fasilitas kamar untuk menginap, hal ini tentu akan memudahkan Shanum menjalankan rencananya.
Shanum terus tersenyum, dia tak sabar melihat Metha hancur, selesai bersiap. Dia dan Ryan menuju tempat pesta. Shanum mengirim pesan pada seseoang
Shanum : masuklah kekamar yang aku pesan, nikmati dulu makan malammu, kau akan segera mendapatkan keinginanmu
Angel : ok
Ryan hanya cuek melihat Shanum, dia bahkan tak peduli Shanum menghubungi siapa dan berhubungan dengan siapa.
Tak lama mereka sampai, keduanya memasuki balroom hotel yang disulap menjadi sangat mewah dan elegan. Pestanya berlangsung meriah, banyak pengusaha yang hadir termasuk Evan dan Metha yang sedang berbincang dengan tuan rumah. Shanum mengajak Ryan menemui mereka
"selamat malam tuan Delon, selamat ulang tahun untuk perusahaan anda, semoga makin berjaya" ucap Ryan sambil menyalami tuan Delon, tak lupa ia melirik Evan dan Metha
"terima kasih tuan Ryan"
"selamat ulang tahun tuan, semoga semakin sukses dan kita tetap menjadi rekan bisnis" ucap Shanum
__ADS_1
"terima kasih nona Shanum, silahkan nikmati pestanya, aku akan menemui tamu yang lain, saya permisi dulu, mari tuan Evan, tuan Ryan"
Setelah tuan Delon pergi, Evan dan Metha juga memilih pergi dari hadapan Ryan dan Shanum, Shanum memberi kode pada pelayan untuk membawakan minuman kepadanya dan Ryan
"lakukan segera" bisiknya pada pelayan tersebut lalu tersenyum. Pelayan itu menghampiri Evan dan Metha, mereka menerima dan meminum minuman tersebut tanpa curiga
Ini lebih mudah dari yang aku kira, bathin Shanum
Disudut ruangan, Metha tersenyum licik,
Flash Back On
Metha sedang berada dicafe cabang yang baru dia buka sebulan yang lalu. Saat ini dia berada diruangannya untuk mengecek situasi Cafe melalui CCTV. Cukup banyak pelanggan, dan semua berjalan dengan lancar. Hingga tatapan Metha tertuju pada meja pojok, dia melihat Shanum. Metha memperbesar gambar untuk melihat apa yang Shanum lakukan bersama wanita itu. Dan Metha mendengar semua rencana Shanum tentang Evan, suaminya.
Flash Back Off
Pesta masih berlangsung, suasana semakin ramai. Metha sengaja pamit kekamar lebih dulu kepada Evan. Shanum yang melihat itupun menyunggingkan senyum. Karena sebentar lagi rencananya akan berhasil. Sementara Shanum tak menyadari jika Ryan tengah merasakan badannya begitu panas, pria itu gelisah. Tanpa sepengatahuan Shanum, Ryan meninggalkan pesta. Dia menuju ke kamarnya. Dorongan hasratnya begitu kuat, dia harus segera menuntaskan ini. Saat masuk kedalam kamar, lampu kamar terlihat remang remang. Ryan melihat bayangan Metha, wanita itu tersenyum kepadanya, senyum cantik yang dulu selalu ia lihat setiap hari. Tanpa kata Ryan menghampirinya, mencium lembut bibir wanita yang sudah lama ia rindukan. Membeli setiap wajahnya. Memberikan sentuhan disetiap tubuhnya.
__ADS_1
"aku merindukanmu sayang, malam ini kamu akan menjadi milikku" bisik Ryan lembut,
"rupanya kau juga merindukan aku sayang, mari kita habiskan malam panjang ini berdua, hanya berdua"
Diruang pesta, Shanum mencari keberadaan Ryan, dia kehilangan suaminya. Evan dan Metha juga tak terlihat, ah peduli apa. Mungkin esok hari Metha akan bertengkar hebat dengan suaminya karena kedapatan tidur dengan wanita lain.
Sedangkan di kamarnya, Evan dan Metha tengah menikmati keindahan malam dari balkon kamar hotel mereka
"kau wanita yang cerdik, honey, dan aku tak menyangka kau sedikit....licik" kekeh Evan
"kau benar, aku bisa menjadi jahat jika milikku diusik dan ini hanya sedikit peringatan agar dia tak main main denganku"
"baiklah, aku percaya padamu, tapi saat ini ada yang lebih penting"
"Apa???"
"layani aku" jawab Evan menyeringai, akhirnya dua insan ini menikmati malam panjang mereka.
__ADS_1