Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Dibuat Malu


__ADS_3

Evan dan Metha sudah menaiki mobil, mereka baru saja meninggalkan kantor. Evan masih terlihat kesal, sedangkan Metha menahan senyum melihatnya


"sudahlah sayang, jangan kesal begitu"


"ck, bagaimana tidak kesal, setiap kali datang papa selalu mengganggu"


"kau ini, jangan berkata seperti itu, dia papamu"


"iya kau benar, papa yang menyebalkan"


"sayang, ucapanmu didengar oleh anak kita" seketika Evan langsung diam,


"aku lupa sayang" Evan langsung mengusap perut Metha, "maafkan papa nak, papa hanya bercanda, papa sayang kamu"


"jadi cuma sayang dia nih?"


"sayang mamamu juga" Metha terkekeh melihat tingkah suaminya


"kau sudah tidak kesal?"


"hm, lumayan"


"kalau begitu ayo kita ke Mall, aku ingin makan es krim" Evan menoleh pada istrinya, mata indah itu tampak berbinar, sebenarnya Evan ingin mengajak Metha pulang, tapi melihat binar wajah istrinya membuatnya tak tega, Evan melajukan mobilnya menuju mall


🍃🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


Mereka telah sampai di Mall, Metha begitu antusias, entah kenapa dia ingin sekali pergi ke Mall dan makan es krim


"sayang aku pergi ke toilet dulu ya, tunggu disini sebentar" ucap Evan,


"baiklah, jangan lama lama" Evan mengangguk lalu meninggalkan Metha yang duduk di bangku dekat area bermain anak anak


Diarah seberang Shanum baru saja selesai bertemu dengan klien. Tanpa sengaja dia melihat Metha, senyum jahat terlihat diwajahnya, dia menghampiri Metha, Shanum berniat mempermalukan Metha apalagi banyak ibu ibu yang sedang menemani anak anaknya bermain


"wah wah, lihatkan siapa ini?" suara Shanum yang lantang membuat beberapa ibu ibu langsung menatap ke arah mereka, Metha cuek saja, dia menganggap Shanum tidak ada


"apa kabar wanita penggoda?" ucapan Shanum kembali menarik perhatian para ibu ibu, bahkan beberapa menatap Metha tak suka, Metha masih diam tak menanggapi


"tolong ibu ibu hati hati, wanita ini adalah wanita penggoda, dia selalu menggoda suami saya, bahkan suami saya selalu mengejar ngejar dia" Shanum memanas manasi para ibu ibu


"wah, cantik cantik kok jadi wanita penggoda, udah ga laku?"


"sekarang emang lagi musim pelakor, sayang cantik tapi pelakor"


Shanum tersenyum menang, dia berhasil membuat Metha menjadi bahan cemoohan ibu ibu, Metha akhirnya berdiri dan menghampiri Shanum, karena tidak tahan lagi


"ibu ibu ingin tahu kenapa suaminya mengejar ngejar saya?" suara Metha terdengar mengerikan membuat ibu ibu langsung diam


"itu karena suaminya mantan suami saya, dialah yang merebut suami saya, dialah pelakor yang sesungguhnya, dia sudah merusak rumah tangga saya, menghancurkan hidup saya dan sekarang mantan suami saya menyesal, dia bahkan mengemis untuk kembali pada saya"


Shanum mendadak diam, tatapan ibu ibu langsung beralih padanya

__ADS_1


"dia adalah iblis berwujud malaikat, bersikap seolah olah paling baik dan benar, merasa tidak memiliki kesalahan dan dosa, nyatanya dia telah menyakiti sesama kaumnya"


"wah, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan"


"pelakor meneriaki dirinya sendiri"


"ga tahu malu, pantas saja suaminya ingin kembali pada mantan istrinya"


"itu tidak benar ibu ibu" sangkal Shanum, tapi ibu ibu terus mengatainya,


Shanum langsung pergi apalagi ibu ibu tak henti henti memberikan hujatan padanya. Niatnya membuat Metha malu malah dia yang dibuat malu. Ya begitulah emak emak, tadi memihak Shanum, sekarang memihak Metha. Plin plan


"sayang apa ada masalah?" tanya Evan yang baru datang


"tidak ada, ayo" Metha mengajak Evan pergi setelah melihat wajah kagum para ibu ibu. Heh, kaum hawa memang tidak bisa melihat yang bening dikit langsung menganga


Metha dan Evan menuju ke gerai es krim, disana ada banyak rasa, mata Metha kembali berbinar, dia memesan ukuran cup besar dengan berbagai rasa,


"silahkan" ucap pelayan mengantarkan pesanan Metha,


"sayang, kau yakin akan menghabiskan satu cup besar itu?" Metha tak menjawab, dia sibuk memandangi es krim warna warni tersebut, hingga beberapa detik berikutnya


"sayang, kau saja yang makan es krimnya, dan harus habis"


Evan menganga tak percaya,

__ADS_1


Inikah yang namanya ngidam? Astaga sayang, kau sungguh luar biasa, gumam Evan dalam hati


__ADS_2