
"ayah seling digigit nyamuk besal, itu lehel ayah melah melah"
Uhuk.....uhukkk....
Metha tersedak makanan yang sedang dia kunyah, semua mata memandang ke arahnya, membuatnya semakin salah tingkah
"minum sayang" Evan memberikan gelas berisi air kepada istrinya
"terima kasih"
Sekarang semua orang berganti menatap Evan, lebih tepatnya menatap leher pria itu.
"widih, benar kata Gio, nyamuknya pasti besar sekali, bekas gigitannya aja besar, apalagi nyamuknya" heboh Danu,
"ck, opa tua lupa masa muda" cibir Evan,
Jangan dibayangkan wajah Metha yang sudah memerah, Danu memang suka sekali membuat menantunya malu
"sudah lanjutkan makannya, tidak baik bicara saat makan" tegur Airin, dia tahu jika menantunya tengah menahan malu,
"gimana yah, nanti malam tidul dikamal Gio kan?"
"kamar ayah nanti disemprot anti nyamuk, jadi ga usah khawatir ayah akan digigit nyamuk lagi" jawab Evan
"baiklah kalau begitu" sahut Gio,
Setelah sarapan, Metha dan Gio mengantar Evan sampai ke teras
"ayah pergi dulu ya" Evan mencium kening Gio dan Metha bergantian, tak lupa mencium anaknya yang masih didalam perut
__ADS_1
Metha dan Gio menyalimi Evan, mereka melihat pria kesayangan itu memasuki mobil dan meninggalkan pelataran rumah.
"mama dan papa mau pulang?" tanya Metha saat melihat mertuanya keluar rumah
"iya sayang, sebenarnya kami datang untuk pamit, tiga hari kedepan kami akan ke Bandung, ada acara pernikahan rekan bisnis papa, sekalian liburan"
"oh, maaf ya ma, aku ga tahu, maaf karena keberangkatan kalian jadi terlambat"
"ih, ga masalah, lagian acaranya masih lusa kok"
"Gio mau dibawakan oleh oleh apa?"
"ga usah oma, mainan Gio udah banyak, tapi kalau oma maksa, ga papa belikan mainan, nanti Gio bagikan ke teman teman panti"
"anak baik, kalau begitu nanti opa akan belikan mainan yang banyak buat teman Gio dipanti ya, sekarang cium opa dulu dong" Gio mencium pipi opa dan omanya, setelah berpamitan mereka segera pergi.
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Waktu terasa begitu cepat berlalu, usia kandungan Metha sudah memasuki bulan ke sembilan, yang artinya sebentar lagi anak kedua mereka akan lahir. Semua tampak antusias menyambut anggota baru keluarga mereka, Airin dan Danu paling heboh saat tahu jenis kelamin cucu kedua mereka perempuan, mereka memang ingin memiliki anak perempuan, tapi sayangnya Airin tidak bisa hamil lagi.
Bahkan kamar bayi yang belum lahir itu sudah siap, tentu dengan tema perempuan, perabot, baju, mainan bahkan peralatan bayi juga sudah disiapkan Danu dan Airin. Jangan lupakan Gio yang jauh lebih bersemangat. Dia ikut andil dalam mempersiapkan segala kebutuhan adik perempuannya. Bahkan Gio sudah menyiapkan nama untuk adik tercinta.
"sayang, aku ga usah berangkat aja ya, aku ga bisa ninggalin kamu dalam kondisi seperti ini" ucap Evan khawatir, pasalnya ia harus pergi ke luar kota selama dua hari, walau ada orang tuanya, tetap saja dia khawatir pada kondisi Metha
"kan ada mama dan papa mas, lagipula HPL ku kan masih tiga minggu lagi"
"tapi kamu ingat kan, hari ini mama ada arisan, papa lagi janji ketemu teman lamanya, ga ada orang yang jagain kamu hari ini"
"ada Gio mas"
__ADS_1
"Gio kan masih anak anak sayang"
"sudah, kamu jangan khawatir, kami akan baik baik saja, cepat berangkat, semakin cepat kamu pergi, semakin cepat kamu pulang"
"berat yank"
"ayah kayak anak kecil aja" ledek Gio,
"udah, ga papa, kamu berangkat aja ya" bujuk Metha, pasalnya dia tahu jika sedang ada kendala dengan perusahaan cabang yang mengharuskan Evan turun tangan langsung
"ya sudah, aku berangkat, kalau ada apa apa segera hubungin aku"
"iya, kamu hati hati mas"
Dengan berat hati Evan meninggalkan istrinya. Entah mengapa perasaannya tidak enak. Ada rasa takut menyelimuti hatinya. Namun dia berdoa semoga semuanya baik baik saja.
...🌻🌻🌻🌻...
Metha tengah duduk diruang tengah, perutnya yang besar membuatnya sulit beraktivitas, kegiatannya juga terbatas. Namun sebisa mungkin dia mengerjakan atau melakukan sesuatu. Seperti anjuran dokter, dia harus banyak bergerak
"bunda!!!" teriak Gio terdengar dari luar, Metha yang kaget segera berlari dengan langkah terburu buru
Bruk.....
"awww........."
Didalam mobil, Evan mencari ponselnya. Namun tak juga dia temukan
Mungkin ketinggalan, mumpung masih ada waktu sebaiknya aku pulang mengambilnya, bathin Evan
__ADS_1
Evan memutar arah, dia segera melajukan mobilnya ke rumah. Untung saja masih beberapa meter dan tidak terlalu jauh
"sayanggg!!!!"