
"dan anda harus tahu, Fikalah yang merusak rumah tangga saya dengan mantan suami saya.... Ryan....anak angkat anda" ucap Metha dengan tenang, sementara Andre terkejut bukan main, dia menatap Metha tak percaya, jadi semuanya bukan hanya rumor, semuanya benar terjadi. Rahangnya mengeras, matanya memerah menahan amarah.
Sebagai ayah, dia kecewa mengetahui hal ini. Putri yang dia banggakan nyatanya melakukan hal hina. Dia menolak pria baik yang ia jodohkan dengannya dan memilih menjadi perusak rumah tangga orang lain. Apalagi dengan Ryan, orang yang telah menyelamatkannya dan dia angkat menjadi anak. Tidak ada asap bila tidak ada api, artinya perselingkuhan terjadi karena keduanya sama sama mau, yang harus disalahkan bukan hanya Fika tapi juga Ryan.
"maafkan saya nona Metha, rumah tangga anda hancur karena ulah putri saya, saya sungguh menyesal, saya telah gagal mendidiknya" lirih Andre
"semua yang terjadi memang menyakitkan tuan, tapi dibalik semua kejadian pasti tersimpan hikmah, saya memang terpuruk, hancur dan kecewa kala itu, namun ternyata Allah memiliki rencana yang lebih indah dengan menghadirkan Evan dalam hidup saya, dia juga yang membuat saya mampu dan kuat menghadapi semua ujian ini, berkatnya, saya mampu berfikir rasional, Ryan memilih berselingkuh artinya saya tidak mampu memberikan kenyamanan yang dia mau, jadi saya merelakannya, walau berat tapi semua saya lakukan demi kebahagiaannya, dia berhak bahagia dengan Fika meski awal bubungan mereka diawali dengan kesalahan, dan saya juga berhak dengan kebahagiaan saya sendiri dengan Evan"
"kau memang berhati mulia nona Metha, sungguh saya minta maaf atas semua ulah putri saya, saya janji akan membereskan hal Ini, saya pastikan mereka tak akan mengganggu rumah tanggamu lagi"
"terima kasih atas pengertiannya tuan, setelah ini saya harap tidak ada masalah lagi, tapi jika mereka masih mengusik ketenangan kami, maka aku akan bertindak tegas" sorot mata Metha menyiratkan ketegasan, dan Andre akui jika Metha adalah wanita yang menarik dan berani.
*****
Jam pulang kantor, Fika dihadang oleh beberapa orang. Dan dia tahu siapa dalang dibalik semua ini. Dia dituntun untuk masuk dalam sebuah mobil. Kemudian meluncur pergi.
__ADS_1
Andre sudah duduk di meja makan bersama Ryan, tak ada pembicaraan antara keduanya. Sunyi, senyap dan hanya terdengar detakan suara jam dinding. Ryan sesekali melirik ayah angkatnya, pria itu nampak tenang namun terkesan dingin.
"nona sudah sampai tuan" ucap salah satu pengawal
Tak lama Fika muncul dari balik pintu, Andre diam dengan ekspresi datar sedangkan Ryan tak mampu berkata apa apa, entah apa tujuan Andre menjemput Fika, Ryan tak tahu.
"duduklah" perintah Andre, Fika langsung duduk dikursi yang berhadapan dengan Ryan
"memalukan!!!!!!" Andre menggebrak meja, dia terlihat begitu marah, sementara dua orang ini hanya bisa menunduk
Fika menatap Andre sekilas, dengan berani dia menjawab.
"Apa salahnya mencintai seorang pria, setiap orang punya hak untuk mencintai" jawabnya santai
"tapi kau mencintai orang yang salah, kau mencintai suami orang, bahkan kalian melakukan hubungan terlarang dibelakang istrinya, seharusnya kau bisa berfikir jernih sebelum jauh bertindak!!" geram Andre, entah apa yang merasuki putrinya hingga berbuat hal memalukan ini.
__ADS_1
"kenapa hanya menyalahkan aku? Ryan juga bersalah dalam hal ini, dia juga membalas perasaanku, tidak akan ada perselingkuhan jika salah tahu tak menginginkannya, dia bahkan tergila gila padaku, dia juga rela mengikutiku untuk pindah kerja dan kami hidup bersama, jadi dimana salahku?"
" kenapa kau menjadi wanita ambisium dan tak tahu malu Shanum?" ucap Andre lirih
" itu karena aku mencintainya"
Ryan menatap Fika tidak suka, Andre berusaha mengatur nafas, sekarang posisi Ryan terasa sulit, siapa sangka ayah angkatnya adalah orang tua istri sirinya. Gila..., kenapa dunia mempermainkannya seperti ini.
"ya, kau benar, kalian adalah manusia hina yang hidup bersama dengan mengatasnamakan cinta" sindir Andre, dia sudah menyelidiki semua tentang hubungan Shanum dan Ryan.
"aku memang salah karena terlena oleh bujuk rayumu, aku dibutakan oleh nafsu sesaat, kau berhasil membuatku menghianati wanita sesempurna Metha, kau menghancurkan hidupku, dan kau adalah kesalahan yang aku sesali seumur hidupku" ucap Ryan dengan tegas, terlihat raut penyesalan dari sorot matanya.
"kau baru menyesal setelah puas denganku, oh ayolah Ryan, jangan munafik, kau bahkan menyukai semua yang ada padaku, lupakan wanita itu, mari kita mulai semua dari awal, bukankah aku lebih baik darinya" ucap Shanum percaya diri
"tidak ada yang lebih baik dari Methaku"
__ADS_1
"hentikan perdebatan ini!!" Andre berujar dengan nada dingin, "kalian telah melakukan kesalahan, kalian telah melakukan dosa besar, berselingkuh adalah perbuatan hina, namun pernikahan adalah hal yang sakral dan suci, walaupun kalian hanya menikah secara agama, tapi kalian suami istri di hadapan-Nya, belum terucap talak dari mulut Ryan, jadi Shanum adalah istri Ryan maupun sebaliknya, dan keputusanku kalian tetap suami istri, Shanum adalah putriku, dan Ryan adalah menantuku, satu hal lagi, aku juga minta jangan mengganggu kehidupan tuan Evan dan nona Metha lagi, jika diantara kalian masih ada yang mengganggu mereka maka aku akan bertindak tegas" Andre langsung meninggalkan meja makan, dia bahkan tak menyentuh makanan itu sama sekali, sedangkan Shanum tersenyum menang, Ryan? Jangan ditanya, pria itu tampak menahan emosi dan segera pergi meninggalkan rumah Andre.