Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Monster


__ADS_3

"bunda!!!"


Astaga, benar benar anak kucrut, sial, sial, sial, Evan merutuki putranya, si jabrid yang on fire tiba tiba mungsret, hahaha


"mas Gio bangun"


"akkhh, aku udah mau gol loh yank, ck, sakit nih yank" keluh Evan frustasi


"nanti lagi ya, dia nangis tuh"


Metha mendorong tubuh suaminya, ia segera memakai jubah tidurnya lalu melangkah ke kamarnya,


Anak siapa sih? Kenapa dia selalu tahu waktu yang pas banget buat bikin aku kesel...... Apa salah dan dosaku ya Allah, kok gini amat nasibku. keluh Evan dalam hati


Evan memakai boxer dan berjalan menuju kamarnya. Dilihatnya Gio sudah kembali tidur,


"udah tidur lagi?" tanya Evan


"iya, tadi cuma ngigau"


"ya udah, ayo lanjut"


"masih lanjut nih, bukannya jabrid udah tidur?"


"ga mau tahu, pokoknya kamu harus bikin dia on lagi"


Diangkat tubuh sang istri dan membawanya ke kamar sebelah, kali ini bukan kamar Gio, tapi kamar tamu. Tentu saja setelah itu mereka melanjutkan kwik kwik yang tadi tertunda.


🍃🍃🍃🍃


"ayah, bangun, bunda suluh ayah mandi telus salapan" bocah kecil itu tak henti menggoyang tubuh ayahnya, namun sang ayah belum juga bangun,


"ayah bangun, nanti bunda malah"


"ayah....."


"ayah...."


"ayah..bunda jatuh!!!" teriak Gio


Bruk...


Evan meringis memegangi jidat dan mulutnya, dia baru saja mencium lantai,


Hahahahaha


"ayah lucu" seru Gio sambil tertawa, Evan duduk, dia melirik putranya sambil masih memegang bibir dan jidatnya,


"kamu ngerjain ayah?"

__ADS_1


"iya" jawab Gio tanpa dosa,


"lihat nih, bibir sama jidat ayah benjol, Gio harus tanggung jawab"


"lah, kan ayah sendili yang lompat dali kasul, lagian siapa yang suluh ayah sok jadi batman, telbang telbang segala"


Ish, kalau bukan anak sendiri sudah Evan kurung dalam karung. Bathin Evan, lalu dia berdiri


"loh, ayah kenapa?" tanya Gio khawatir,


"memangnya ayah kenapa? Ayah baik baik saja"


"itu, kulit ayah melah melah, ayah digigit apa?" Gio bertanya dengan suara bergetar, meski sering berdebat, tapi Gio sangat menyayangi ayahnya, pernah dia tak henti menangis kala Evan demam dan menggigil.


Evan melihat tubuhnya, eh..kok iya banyak merah merah, bathinnya


"ayah" Gio mendekati Evan, dia memeluk kaki ayahnya dan menangis


"hua....hua....ayah digigit apa, apa kalena ayah tidul sendili, telus ayah digigit selangga? Hua... Hua..,


Muncul ide jahil di otak Evan,


"ini ayah digigit monster" ucap Evan jahil


"monstel? hua....hua....ayah kok bisa digigit monstel, bunda!!!, bunda!!!"


Evan tak dapat menahan diri, dia tertawa, anaknya begitu polos walau kadang menyebalkan, mana ada monster jaman sekarang, ada ada saja..


"kenapa?" tanya Metha lagi


"hiks, ayah....ayah...digigit monstel bunda"


"hah....a...apa? Ayah digigit apa?" tanya Metha terbata, Evan hanya diam sambil menahan tawa


"monstel"


"monster???"


"iya, ini kulit ayah melah melah" tunjuk Gio pada dada dan leher Evan yang penuh tanda merah, Metha melotot, bagaimana bisa kulit suaminya merah merah, ah...dia langsung memerah karena malu, ini ulahnya semalam tanpa sadar


"bunda, ayo panggil doktel, bial ayah di obati"


"dok...dokter?"


"iya, kasihan ayah bunda!"


Metha melirik Evan dan menggaruk tengkuknya, bisa semakin malu lagi kalau dia memanggil dokter, yang ada dokter itu tidak mengobati Evan malah tertawa


"em..sayang, ayah hanya butuh salep, ga usah panggil dokter" ucap Metha mencari alasan, masa iya kismark dipanggilkan dokter,

__ADS_1


"tapi ayah digigit monstel bunda!, nanti kalau ayah ga di obati, ayah jadi hulk"


"eh, hulk siapa?" tanya Metha tak tahu


"itu, monstel hijau kayak di malvel" Metha ber oh ria,


"ayah ga akan jadi monster sayang, jaman sekarang ga ada monster"


"tapi buktinya, ada hulk"


Metha semakin bingung mencari jawaban, dia menatap suaminya memohon,


"bunda benar sayang, ayah hanya butuh salep, lagian ayah suka digigit monster kok" Evan melirik Metha sambil tersenyum


"kenapa bisa yah, apa ini tidak sakit?" tanya Gio sambil memegang kulit ayahnya yang merah


"enggak kok, malah enak"


Awww


Metha mencubit pinggang Evan gemas, jangan katakan Evan akan memberi tahu Gio, siapa monster itu sebenarnya.


"kenapa bunda malah cubit ayah?"


"bunda ga nyubit, tadi ada semut dipinggang ayah"


"oh"


"sudah, ayo kita turun buat sarapan" ajak Metha


"aku belum mandi yank" ucap Evan


"ya udah, ayo Gio sama bunda biar ayah mandi dulu"


"ga mau, Gio mau sama ayah, nanti ayah digigit monstel lagi" Metha memutar mata malas, tidakkah putranya tahu jika monster yang dia maksud adalah dirinya


"ya sudah bunda mau kebawah dulu"


Metha berbalik dan berjalan keluar kamar


"kamu ingin tahu monster yang menggigit ayah?" bisik Evan, Gio mengangguk


"itu monsternya" ucap Evan sambil menunjuk Metha dengan dagunya


"jadi, monstelnya itu bunda?" tanya Gio tak percaya, sedangkan Evan mengangguk


"ayah, apa ayah bisa telepon ke lual negeli?"


Evam mengernyit tapi mengangguk

__ADS_1


"Gio akan telepon malvel, telus nyuluh dia bikin bunda jadi manusia lagi, telus minta malvel menikah dengan bunda!!" ucap Gio tanpa dosa


__ADS_2