Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
I Know Your Secret


__ADS_3

Hari ini Metha sedang meninjau cafe, sejak memiliki Gio, Metha akan meninjau cafe sebulan sekali.


"bulan ini pendapatan meningkat ya?" tanya Metha pada Aida,


"benar mbak, untung saja kita memakai sistem delivery jadi memudahkan pelanggan untuk memesan"


"untuk stok bahan makanan di gudang, apa masih aman?"


"aman mbak"


"meja, kursi, dan perabot apa perlu ada yang diganti?"


"masih belum mbak, semuanya masih sangat layak pakai"


"kamu memang bisa di andalkan Da"


"ah, mbak bisa saja, saya kan masih belajar mbak" jawab Aida malu


"saya yakin suatu hari kamu akan menjadi orang hebat Da"


"wah amin mbak doanya"


"ya sudah, saya mau meninjau pengunjung dulu ya" pamit Metha, dia segera menuju keluar untuk melihat pengunjung


Metha bersyukur, usahanya bisa maju seperti sekarang, meski memiliki suami sultan tapi Metha tak berpangku tangan, dia sudah bekerja keras sejak remaja, bahkan Metha selalu menjadi donatur tetap di beberapa panti asuhan.


"hallo nona Metha, kita bertemu lagi" sapa Rachel, dia baru saja tiba di cafe, entah sengaja atau tidak, Rachel selalu muncul dimanapun.


"oh hallo nona Rachel, anda sendirian?"


"tentu saja, saya wanita single nona"


"oh begitu ya, anda mau pesan sesuatu?" tanya Metha


"kenapa saya merasa anda begitu ramah ya? Apa anda punya maksud tertentu dengan bersikap ramah pada saya, bukankah beberapa hari lalu anda begitu ketus pada saya?" tanya Rachel sembari tersenyum sinis


"ah ya, tapi kali ini situasinya berbeda, anda adalah pengunjung di cafe saya, bukankah pengunjung itu raja? Tentu kita harus ramah padanya bukan?"


"ya... Anda benar, pengunjung itu raja, jadi bisakah saya memesan makanan spesial dari cafe anda?"


"tentu saja, apa anda juga ingin saya memasaknya langsung untuk anda?"


"tentu jika anda tidak keberatan" jawab Rachel tersenyum,


"baiklah, tunggu sebentar, saya akan segera menyiapkan makanan spesial dari cafe ini"

__ADS_1


Metha segera masuk kedalam, entah apa yang ada di benak Metha, mengapa dia mau repot repot memasak langsung untuk Rachel, padahal jelas jelas Metha tak menyukai wanita itu.


Setelah beberapa saat, Metha datang bersama pelayan yang membawa nampan, mereka langsung menuju ke meja dimana Rachel berada.


Pelayan menaruh makanan itu di meja Rachel, wanita itu sebelumnya memperlihatkan senyum manis, namun beberapa saat saat tahu makanan apa yang disajikan oleh pelayan, wajahnya berubah pias.


"kenapa nona Rachel? Apa makanannya tidak sesuai dengan selera anda? Kenapa wajah anda terlihat tidak senang?" tanya Metha yang melihat perubahan wajah Rachel


Makanan yang disajikan oleh Metha adalah tumis cumi saus pedas, serta lele bakar sambal matah. Bukankah menggoda selera?


"jauhkan makanan itu dariku!!!, aku geli melihatnya" ucap Rachel spontan, baginya cumi dan lele terlihat menjijikkan.


"bawa lagi makanannya kedalam" perintah Metha pada karyawannya


Metha duduk didepan Rachel, wajah wanita itu berangsur pulih,


"maafkan saya nona Rachel, saya tidak tahu jika anda tidak suka cumi dan lele" ucap Metha penuh sesal


"kau pasti sengaja kan? Kau tahu aku tak suka makanan itu!" tuduh Rachel,


"bagaimana mungkin aku sengaja, kita bahkan baru kenal, aku mana tahu makanan apa yang kau suka dan tidak" bantah Metha


"aku tahu semua ini ulahmu, kau pasti sengaja!!! Mengaku saja!"


"kau!!!" tunjuk Rachel pada Metha, mereka sudah menjadi tontonan beberapa pengunjung juga karyawan yang mendengar teriakan Rachel


"apa salahku padamu?? Kenapa kau melakukan ini padaku??" tanya Rachel tak terima


"bukankah ini aneh? Aku memang sengaja menyajikan makanan itu, tapi mana aku tahu jika kau tidak menyukainya, kecuali....kau adalah orang yang aku kenal!"


Rachel sontak menoleh ke arah Metha, wanita itu nampak terkejut dengan ucapan istri Evan barusan.


"mana mungkin kita saling kenal sebelumnya, kau tahu aku baru saja mengenalmu, itupun karena kau istri rekan bisnisku" bantah Rachel, Metha berdiri dan pindah duduk disebelah Rachel lalu mencondongkan dirinya ke arah Rachel.


"I know your secret, Shanum!" bisik Metha


Wanita bernama Rachel itu mendadak pucat, dia menatap Metha dengan tatapan yang sulit di artikan.


Flash Back On


Setelah pertemuannya dengan Rachel tadi siang, Metha menaruh curiga kepada wanita itu. Dia mirip Shanum, bukan tanpa sebab Metha merasa demikian, mata wanita itu sama persis seperti mata Shanum dan Metha juga tak sengaja melihat tahi lalat di leher belakang Rachel yang juga sama persis dengan milik Shanum.


"mikirin apa sih?" tanya Evan yang baru keluar dari kamar mandi, dia segera merangkak naik ke atas ranjang menyusul istrinya yang lebih dulu berada di sana.


"aku merasa tidak asing dengan Rachel" ucap Metha serius menatap suaminya

__ADS_1


"aku juga begitu, tapi itu tidak penting bagi kita kan?"


"memang iya, tapi mata itu mengingatkan aku pada Shanum"


"Shanum? Kenapa kau berfikir demikian hm?"


"ya, karena matanya sama persis dengan mata Shanum, dan aku juga tak sengaja melihat tahi lalat di belakang lehernya, dan itu juga persis dengan yang dimiliki Shanum" jelas Metha,


"kau yakin?"


"tentu saja, aku tak mungkin lupa pada wanita itu"


"ya, aku tahu, kau tak akan mungkin lupa pada orang yang sudah membuatmu menderita, lalu apa yang akan kau lakukan?" Metha menatap suaminya dengan manja, dan Evan tahu jika saat ini Metha menginginkan sesuatu


"jadi, apa yang harus aku lakukan untukmu tuan putri?"


"kau memang suami pengertian sayang, aku mau kau menyelidiki hal ini, bukankah Shanum menghilang dan tidak ada kabar setelah kematian ayahnya?, bahkan perusahaan tuan Andre juga berpindah tangan, bukankah ini kebetulan yang aneh?"


"kau benar, aku akan segera meminta anak buahku untuk menyelidiki hal ini" Metha hanya mengangguk, sementara Evan memeluk pinggang istrinya dan tidur dipaha Metha.


"si pengganggu sudah tidur kan?"


"yang kamu sebut pengganggu itu putramu kalau lupa!"


"haha, kan memang benar, setiap kali kita mau itu, dia selalu bangun, bukan sekali dua kali, bahkan hampir setiap kita mau indehoy, Gibul selalu bangun"


"karena dia tahu, ayahnya akan menyakiti bundanya, makanya dia selalu bangun waktu kamu ingin" ucap Metha sambil terkekeh


"ish mana ada aku nyakiti kamu, yang ada kamu keenakan yank, oh sayang, honey, mhh, lagi yank, terus yank, biasanya itu yang kamu ucapkan, dimana sakitnya hayo??" goda Evan meledek istrinya


"alah.. Itu mah suara kamu kali mas, aku mana pernah sih bilang kayak gitu" bantah Metha


"kenapa setelah punya anak kamu jadi malu malu, biasanya kamu liar dan buas"


"ish, aku ga pernah begitu"


"ya udah, ayo kita buktikan" pasangan yang baru memiliki satu anak ini, akhirnya menghabiskan malam yang indah.


Flash Back Off


Setelah melakukan penyelidikan selama beberapa hari, akhirnya Evan berhasil menemukan fakta yang membenarkan dugaan istrinya.


Setelah kematian Andre, perusahaan milik Andre yang berada di Indonesia langsung di akuisisi pihak asing yang merupakan suruhan Shanum. Sementara Shanum tidak lagi terdengar kabarnya.


Orang suruhan Evan juga berhasil menemukan bukti jika Shanum telah melakukan operasi plastik di Korea Selatan, setelah wajahnya berubah seratus persen, dia kembali ke Canada untuk mengelola perusahaan ayahnya. Dia bahkan mengubah namanya serta nama perusahaannya agar bisa mengelabuhi semua orang. Dan benar, Evan bahkan tidak mengenali Shanum jika saja Metha tak menaruh curiga pada wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2