
Pagi menyapa, seorang wanita tengah duduk di depan meja rias. Dia menatap pantulan dirinya dicermin. Wajahnya sudah terpoles make up seperti biasa, dengan gaun manis yang sudah terpasang dibadannya. Dia adalah Shanum, tampilannya bukan lagi seperti Fika, sekarang yang ada hanya Shanum, wanita cantik putri tunggal seorang pengusaha yang cukup terkenal. Dan istri dari pria yang dicintainya, Ryan Dewantara. Meski Ryan memperlakukannya acuh, Shanum akan terus berusaha menjadi istri yang baik untuk Ryan, dia akan merebut hari Ryan kembali.
Setelah siap, dia berjalan menuju dapur, membuat sarapan untuk suaminya. Sesuai permintaan Ryan, mereka hanya tinggal berdua dirumah mewah itu, semua pekerjaan rumah akan dia kerjakan sendiri. Tak masalah bagi Shanum, hidup beberapa bulan bersama Ryan dulu, membuatnya terbiasa melakukan semua hal sendiri. Dan kali ini pun pasti akan mudah, pikir Shanum.
Ryan sudah tiba di meja makan saat Shanum sudah siap dengan sarapan yang dia buat.
"makanlah, semoga kamu menyukai masakanku" Ryan tak menjawab, dia langsung memakan sarapan itu, baru sesuap, Ryan menghentikan makannya
"kau ini istri macam apa hah!!!, masakanmu tidak enak, sama seperti biasanya, bagaimana mau menjadi istri yang baik memasak saja tidak becus, sangat berbeda dengan Metha!!" Shanum mengepalkan tangan, dia berusaha menahan emosi, dirinya selalu saja dibandingkan dengan Metha. Tidakkah Ryan bisa menghargai usahanya sedikit saja. Tanpa kata, Ryan meninggalkan meja makan.
*Semua ini gara gara kamu Metha, aku tidak akan tinggal diam, dasar wanita tidak tahu diri....aku akan membuat perhitungan denganmu....
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃*
"sayang, hati hati, jangan melakukan pekerjaan berat, aku tidak mau kamu kelelahan" ucap Evan, dia baru saja tiba di Cafe mengantar istrinya
"tidak usah khawatir sayang, aku akan baik baik saja, lagipula kata dokter anak kita kuat dan sehat"
"baiklah, aku akan datang ketika makan siang, aku pergi dulu" Evan mengecup kening istrinya kemudian berangkat ke kantor.
__ADS_1
Tidak banyak pengunjung yang datang ke Cafe, sekarang lebih banyak pesanan, pesan antar. Metha sengaja menambah fasilitas tersebut mengingat sekarang masa pandemi. Apalagi wabah itu semakin meningkat jumlahnya. Metha juga menerapkan protokol kesehatan bagi semua karyawan dan pengunjung Cafe. Metha membantu beberapa karyawan membungkus makanan untuk segera diantar pada pelanggan. Dia tak menyadari jika seseorang datang, pandangannya dipenuhi benci,
"wah wah, lihatlah apa yang dilakukan oleh nyonya Evan yang terhormat!" Shanum sudah berada didepan Metha, membuat istri Evan itu sedikit terkejut dengan kedatangan mantan madunya
"oh, kau datang nona Fik..... Ah salah nona Shanum Dewantara" ucap Metha, dia sengaja menekankan kata Dewantara,
"Apa suamimu sudah tak mampu memberimu nafkah hingga kau harus bekerja rendahan seperti ini??!, tapi kau memang wanita kelas rendah sih" Metha berusaha menahan emosinya, dia tak boleh terpancing dengan sikap Shanum, yang akan berpengaruh dengan kehamilannya
"sebenarnya apa tujuanmu datang kemari?" tanya Metha to the point
"kau orang tidak basa basi dan aku suka itu"
"sudahlah nona Shanum, jika kau kemari hanya untuk main main, maka aku tak punya waktu"
"aku sudah tak memiliki urusan dengan pria si****n itu, bukankah dia sudah menjadi suamimu kembali, kenapa masih mengganggu hidupku" tegas Metha
"jangan berpura pura, kau pikir aku tidak tahu jika Ryan sering menemuimu????, hebat....kau sudah punya suami tapi masih mengejar mantan suami!!" Metha mengepalkan tangan, wajahnya memerah
"kau benar, suamimu memang sering datang kemari, dia masih mengejarku dan berusaha kembali padaku, aku rasa.....dia masih sangat mencintaiku, ck ck, bagaimana bisa kau lalai menjaga suamimu nona, ingat sekarang banyak loh wanita perebut suami orang" Metha semakin membuat Shanum kepanasan
__ADS_1
"ya, dan kau salah satunya!!!!, kau berusaha merebut suamiku!!!, harusnya kau tahu batasanmu, kau itu wanita bersuami, bagaimana bisa kau berusaha menjadi PELAKOR DIRUMAH TANGGAKU!!!!"
"hahahah, kau tak salah bicara nona? PELAKOR TERIAK PELAKOR" sindir Metha, wajah Shanum langsung menegang, dia menatap tajam Metha
"KAULAH PELAKOR ITU, kau merebutnya dariku, mengambil semua hakku, membuatnya meninggalkan aku, membuatku hancur!!! sekarang bisa bisanya kau menuduhku sebagai pelakor, apa kau butuh kaca untuk bercermin, lihatlah dirimu, apa kau sedang mengatai dirimu sendiri? Kau sudah berhasil membuangku dari hidupnya, kau bahkan berhasil menikahinya, bukankah seharusnya kalian hidup bahagia, oh....tentu saja tidak, suamimu itu sekarang menyesal, menyesal karena sempat tergoda oleh bujuk rayu wanita murahan sepertimu!!"
Shanum berusaha menampar Metha, namun Metha lebih dulu menamparnya
Plak, Plak
"kau wanita tak tahu diri, beraninya kau menamparku, kau belum tahu siapa aku sebenarnya!!!!" teriaknya marah
"cih, kau akan menyombongkan diri, tidak pengaruh untukku, kau tetaplah dirimu, wanita penggoda suami orang, ah....ya, sepertinya kau perlu mengikat Ryan agar selalu disampingmu, aku khawatir kau akan semakin terluka saat tahu suami tercintamu masih mengejar cinta mantan istrinya"
"kau......"
"pergilah dari sini, pintunya disebelah sana" Shanum yang menjadi tontonan gratis, merasa malu, dia segera meninggalkan Cafe dengan emosi
"wah, mbak Metha hebat" puji salah satu karyawannya
__ADS_1
"sudahlah, ayo kembali bekerja"
"maaf atas ketidaknyamannya bapak ibu, silahkan dilanjutkan makanan kalian" ucap Metha kepada para pengunjung. Dan dia kembali membantu para karyawannya.