Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Karma


__ADS_3

Shanum sudah tiba di Canada, dia segera menaiki taksi menuju kediaman ayahnya. Jalanan tidak terlalu padat, hanya membutuhkan waktu 35 menit untuk sampai dirumah Andre.


Shanum memencet bel rumah Andre kemudian tak lama pintu terbuka


"Shanum!!" ucap Andre terkejut melihat putrinya ada disini


"ayah" Shanum langsung memeluk Andre, dia menangis sambil memeluk pria tua tersebut


"ayo masuk"


Andre menuntun Shanum masuk kedalam rumah, kemudian mereka duduk di sofa ruang tamu


"kenapa kau bisa ada disini? Dimana Akmal?"


"a..aku pergi darinya ayah, dia...dia menyiksaku" adu Shanum, dia memperlihatkan beberapa luka yang Akmal berikan, mulai dari luka cambukan di punggungnya, memar di tangan juga di kakinya


Andre nampak shock melihat luka di tubuh putrinya


"Akmal yang melakukan ini padamu?" tanya Andre tak percaya,


"iya yah, dia menikahiku hanya untuk balas dendam atas kematian bundanya, dia tidak tulus seperti yang ayah katakan"


Akkhhhh


Andre memegangi dadanya


"ayah!!! Ayah kenapa yah"


Bruk...


Andre jatuh tak sadarkan diri dilantai


"ayah!!!, ayah kenapa, jangan membuatku takut yah" teriak Shanum


"bibi!!!!, cepat siapkan mobil"


Pembantu Andre langsung memanggil sopir, kemudian mereka membawa Andre kerumah sakit. Shanum tak henti henti menangis, dia takut terjadi sesuatu pada ayahnya


"aku mohon bertahanlah ayah"


Mereka akhirnya tiba dirumah sakit

__ADS_1


"Dokter, tolong ayah saya!!!"


Beberapa suster langsung membawa Andre keruang UGD, dan memeriksanya


Ya Tuhan, aku mohon selamatkan ayahku. Shanum tak henti henti berdoa


Hingga beberapa saat Dokter keluar dari ruang UGD


"bagaimana kondisi ayah saya dokter?"


"maafkan kami nona, kami sudah melakukan yang terbaik, pasien sudah tidak bernyawa ketika tiba dirumah sakit, jadi dengan menyesal saya mengatakan jika pasien tidak tertolong"


"tidak!!! Ayah!!!"


Shanum langsung masuk ke ruang UGD, dia sungguh tidak percaya jika pasien yang ditutup kain putih itu adalah ayahnya


"ayah!" tangis Shanum pecah ketika membuka kain tersebut, ayahnya sudah terbujur kaku tak bernyawa


"ayah.... Maafkan aku, semua ini salahku, jika saja aku tidak mengatakan semuanya, ayah pasti masih hidup, aku mohon kembalilah ayah, jangan tinggalkan aku"


Namun percuma, ayahnya sudah tiada, mau menangis juga tidak ada gunanya. Andre sudah kembali ke pangkuan Sang Ilahi


Shanum masih terdiam, pandangannya kosong, begitupun dengan hatinya. Kenapa hidupnya berubah seperti ini, di ceraikan orang yang kita cintai, dinikahi pria yang tidak kita cinta, disiksa dan kehilangan satu satunya keluarga yang dimiliki. Sungguh Shanum merasa dunianya runtuh saat ini juga


Kenapa Kau begitu kejam padaku Tuhan, kau mengambil semua yang aku miliki, tidakkah ini tidak adil untukku? Aku juga ingin bahagia, tapi kenapa satu kata itu seakan Engkau jauhkan dariku, apa kau sedang memberiku karma karena perbuatanku dulu? Aku tidak sanggup Tuhan, ini sungguh berat, bathin Shanum


Tidak ada kerabat, tidak ada keluarga, hanya dibantu oleh pembantu dan sopir keluarganya, Shanum akhirnya memakamkan ayahnya.


Masih duduk disamping gundukan tanah yang masih basah, air mata Shanum tak henti mengalir, kedatangannya menemui Andre untuk mengadu tentang apa yang dia alami, berharap pria itu bisa melindunginya, siapa sangka kejadiannya malah seperti ini. Ayahnya justru berpulang ke Rahmatullah saat dia menceritakan semuanya.


Maafkan aku ayah, maaf sudah menjadi anak yang pembangkang, aku tidak pernah menuruti ucapan ayah, bahkan aku membuat ayah malu, sekarang aku tidak punya siapa siapa lagi ayah, aku sendirian, apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku bingung,.....


🍃🍃🍃🍃🍃


Sudah dua hari sejak kematian ayahnya, bahkan kabar kematian Andre sang pengusaha sudah menyebar di kalangan bisnis. Banyak yang mengirim ucapan turut berduka cita, namun semua tidak ada gunanya bagi Shanum. Dia sudah kehilangan semuanya, bahkan dirinya seakan tak memiliki semangat hidup lagi.


"nona ada tamu yang mencari anda, dari Indonesia"


Shanum menoleh


"siapa?"

__ADS_1


"mereka tidak mengatakan namanya"


"baiklah"


Shanum segera turun untuk menemui tamunya,


"mau apa kalian kemari? Kalian ingin menertawakan aku?" sinisnya menatap Evan dan Metha


"kami kemari untuk mengucapkan bela sungkawa nona Shanum, kami turut berduka cita atas meninggalnya tuan Andre" jelas Evan


"heh, kalian pasti senang dengan kabar ini kan? Kalian bahagia melihatku terpuruk seperti ini kan? Lebih baik sekarang kalian pergi!!"


"kami datang dengan niat baik, setidaknya tunjukkan sikap baikmu juga nona Shanum" ucap Metha


Shanum memandang Metha dengan sinis, apalagi melihat perut Metha yang besar membuat Shanum meradang, sungguh Tuhan tidak adil kepadanya


"kau pasti senang kan melihat hidupku hancur, aku kehilangan Ryan, kehilangan ayahku, Tuhan menghukumku dengan kejam, tapi lihat dirimu, kau sangat bahagia kan? Kau bahagia sedangkan aku menderita, jika saja Ryan tidak memaksa untuk kembali padamu, dia pasti masih hidup denganku, kami akan hidup bahagia, tapi apa yang terjadi? Dia selalu berusaha memgejarmu hingga meninggalkan aku, kau pasti senang kan? Ah tentu saja, kau pasti mengharapkan semua ini terjadi padaku bukan?!"


"itu hanya pikiranmu Shanum, semua yang terjadi juga bukan keinginanku, jangan menyalahkan takdir, semua terjadi karena perbuatanmu sendiri"


"jangan membawa bawa takdir, kau penyebab hancurnya hidupku, kau...., perempuan tidak punya hati, sekarang pergi dari sini!!!"


"kami sudah salah dengan datang kemari, awalnya kami ingin menjalin hubungsn baik denganmu, tapi sepertinya kau memang tidak butuh hal itu, jadikan semua ini pelajaran untukmu, jangan menyalahkan orang lain atas hasil perbuatanmu sendiri" ucap Evan, lalu dia membawa Metha pergi dari rumah Andre


"aku akan membuat hidupmu lebih menderita dari aku, aku bersumpah akan menghancurkan hidup kalian!!!!, argghghhhh!!!!"


"kenapa!! Kenapa semua harus terjadi padaku??!!!"


"itu karma atas perbuatanmu" suara itu langsung membuat Shanum mengangkat kepalanya


"kau!!!, mau apalagi kau kemari???"


"bukankah kau ingin lepas dariku? Aku kemari membawakanmu surat cerai, awalnya aku masih ingin balas dendam padamu, tapi kematian om Andre aku rasa sudah cukup untuk membalas kematian bundaku, dan aku tidak mau lagi berurusan denganmu"


"bagus, memang itu yang ku mau, kau adalah pria brngsek yang tidak pantas hidup denganku, enyah kau dari sini!!!"


"aku juga tidak mau lama lama berada disini, kau perempuan keras kepala, berkata baikpun padamu akan percuma"


Akmal meletakkan surat cerai yang sudah dia tanda tangani diatas meja, lalu pergi dari sana


"hahahah, hahahah, hidupku hancur ayah! hancur!!!, tapi aku janji akan membalas mereka semua, membalas orang orang yang bahagia diatas penderitaanku, aku janji itu!!"

__ADS_1


__ADS_2