Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Tidak Untuk Menyerah


__ADS_3

"ehhmm honey, uh.." terdengar desahan dan erangan dari mulut keduanya, dua insan ini tak pernah berhenti untuk menyatukan diri.


"kau semakin agresif sayang, aku....suka....Oh.... Metha" keduanya terus menikmati malam panjang, sudah satu setengah jam namun Evan belum juga mencapai puncak, dia semakin buas dan liar, menyentuh dan menikmati semua tubuh sempurna milik istrinya. Saling menikmati dan memberi kenikmatan dunia. Hingga erangan panjang pengakhiri perjalanan panas keduanya.


"kau.... Membuatku gila honey, tubuhmu selalu membuatku candu, aku tak pernah bosan untuk menyentuhmu" nafas keduanya masih terengah engah,


"kau yang membuatku gila sayang, kau begitu perkasa dan membuatku selalu terbang ke nirwana, awhhh" jerit kecil Metha saat Evan kembali mengecup dadanya, pria itu memang hiper, untung saja Metha selalu bisa mengimbangi permainan suaminya


"hahahaha, bukankah sudah aku bilang bahwa aku akan selalu membuatmu menikmatinya honey, sekarang bukan hanya fantasiku, tapi nyata, kau adalah milikmu, hanya aku" Evan menyeringai, dan Metha tau apa yang akan terjadi selanjutnya


"ehhmm" lenguh Metha saat Evan kembali menyatukan diri dengannya, mereka kembali menikmati malam panas, Evan semakin dibuat gila melihat istrinya yang terlihat sangat seksi, dia tak akan menyia nyiakan kesempatan, dan dia selalu membuat istrinya lemas tak berdaya.


*****


Evan tak pernah bosan memandangi wajah cantik Metha, perempuan itu masih terlelap, tentu saja, Evan tak memberinya jeda untuk istirahat dan mereka baru tertidur jam 2 pagi. Evan mengelus perut istrinya, dia berharap segera hadir malaikat kecil di rahim sang istri, buah cinta mereka. Evan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Kemudian dia pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Inilah sisi lain Evan, pria itu selalu memiliki cara untuk membuat Metha bahagia.


"sayang bangunlah, sudah siang" Metha menggeliat, perlahan membuka mata


Cup


Kecupan singkat mendarat dibibir ranumnya, dari siapa lagi kalau bukan dari suami tampannya, Evan. Metha hanya tersenyum dibalik selimutnya.


"cepatlah mandi, kalau tidak, aku bisa khilaf melihat tubuhmu yang masih polos ini" Metha kembali tersenyum, dia segera meraih jubah tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandi, bisa bahaya jika sampai Evan kembali on.


Metha menatap pantulan dirinya dicermin, bekas kecupan ada dimana mana. Dia tersenyum, ingatan malam panas mereka masih terbayang di benak Metha, Evan....satu nama yang selalu membuatnya lupa diri. Sungguh, dia begitu beruntung memiliki suami seperti Evan yang begitu sempurna dan tentunya idaman semua wanita. Dia menyentuh perut datarnya dan tersenyum.


*****

__ADS_1


"suamimu pasti pergi semalam" tebak Andre, Shanum hanya diam menikmati sarapannya


"mulai hari ini kau akan membantu papa diperusahaan bersama Ryan, papa sudah memberikan surat pengunduran dirimu pada tuan Evan, dan dia menyetujuinya"


"hm" hanya itu sahutan dari Shanum, wanita itu membuat Andre menghela nafas berat, kemana Shanumnya yang ceria, lembut dan penuh semangat


"Apa yang membuatmu berubah nak, kamu membuat ayah seperti bersama orang lain" lirih Andre, Shanum menghentikan makannya dan menatap papanya


"aku tidak berubah, aku masih sama seperti dulu"


Cinta, itulah alasan Shanum sebenarnya. Cinta memang tidak tahu pada siapa dia akan berlabuh. Begitupun dengan Shanum, cintanya berlabuh pada pria beristri. Dia tahu dia salah, namun rasa itu membuatnya lupa diri, dia meraih Ryan dengan segala cara. Dia bahagia saat Ryan membalas cintanya, nyatanya itu hanya sesaat. Semua yang Ryan berikan bukan cinta, tapi nafsu. Cinta pria itu hanya untuk Metha, bahkan ketika Metha telah jadi milik orang lain, cinta Ryan masih sama. Bukankah itu menyedihkan?


"kembalilah seperti dulu nak, papa merindukanmu, hiduplah dengan pria pilihanmu, jika itu bisa membuatmu bahagia, papa sudah merestui kalian, papa berharap kalian akan bahagia"


Akankah aku bahagia jika dihatinya masih tersimpan nama perempuan lain, aku mencintainya, tapi dia mencintai orang lain, bathin Shanum


****


Metha menatap jengah pria dihadapannya,


"mau apalagi kau kemari?"


"aku..ingin meminta maaf atas semuanya Met" Metha menatap Ryan malas, pria ini selalu saja membuatnya kesal,


"bukankah aku sudah memaafkanmu, kurang apalagi? sekarang pergilah dari sini" usir Metha


"aku tidak akan menyerah Met, aku datang bukan untuk mundur, tapi aku datang untuk menegaskan bahwa aku masih mengharapkanmu dan aku pastikan suatu saat kau akan kembali padaku"

__ADS_1


"kau sungguh tak tahu malu Ryan, aku tegaskan sekali lagi padamu, aku bukan siapa siapamu lagi, sekarang kebahagianku adalah Evan, duniaku adalah Evan dan hidupku adalah Evan jadi berhenti mengharapkan sesuatu yang sudah menjadi milik orang lain!!!" tegas Metha


Ryan tersenyum kecut


"kebahagianmu, duniamu dan hidupmu boleh menjadi milik pria lain tapi kebahagianku, duniaku dan hidupku tetap dirimu, selamanya"


"cobalah menerima takdir Ryan, kau sudah memiliki Shanum, mulailah hidup barumu denganya, aku yakin kau akan menemukan kebahagianmu sama seperti aku"


"dia hanyalah kesalahan yang aku sesali seumur hidupku"


"hentikan Ryan!!!, jika dia adalah kesalahan kenapa kau meraihnya?, kau membawanya masuk dalam istana kita, kau menghancurkan kepercayaan dan cintaku, sekarang kau mengatakan dia adalah kesalahan, kesalahan yang kau nikmati dan dan kau kejar hingga melupakan dan menampakkan aku? Jangan menyesali masa lalu Ryan, semua yang terjadi adalah jalan yang kau pilih, dia adalah pilihanmu, jadi jalanilah hidup yang sudah kau pilih!"


"baiklah jika itu maumu, aku akan hidup dengan jalan yang aku pilih, dan dia akan hidup dibawah bayang bayangmu!" Ryan pergi meninggalkan Cafe.


Semua terjadi karena dirimu sendiri Ryan, lirih Metha dalam hati


*****


Ryan kembali kerumah Andre, dia segera masuk dalam kamar Metha. Dilihatnya perempuan itu tengah berdiri didepan jendela


"sudah aku putuskan untuk memulai semuanya dari awal denganmu" Shanum menoleh, entah mimpi apa dia semalam hingga mendengar sesuatu yang membuatnya bahagia, senyum terbit diwajahnya


"kau jangan senang dulu, kita memang akan memulainya kembali dari awal seperti keinginanmu, tapi kau akan hidup dalam bayang bayangnya dan kau akan tahu betapa besar aku mencintainya!!!" Ryan segera masuk dalam kamar mandi


Deg


Senyum diwajah Shanum seketika lenyap berubah dengan luruhnya air bening dari matanya.

__ADS_1


__ADS_2