Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Gagal


__ADS_3

Shanum sudah berada didepan rumah Ryan, lebih tepatnya rumah Ryan dan Metha. Semalam Ryan tidak pulang, Shanum yakin tempat yang dituju Ryan adalah rumah ini. Dan benar saja, mobil Ryan terparkir dihalaman rumah.


Shanum melihat pintu tidak terkunci, dia segera masuk mencari Ryan. Hingga tiba didepan pintu kamar yang ia yakini kamar Ryan, dia membukanya pelan, terlihat Ryan ada diatas ranjang, pria itu masih tertidur sambil memeluk foto mantan istrinya. Shanum kembali emosi, tidakkah Ryan tahu bahwa semalam dia begitu khawatir karena Ryan tidak pulang, nyatanya pria itu tidur lelap ditemani foto Metha. Mengingat nama wanita itu Shanum yakin jika semua ini ulah Metha. Dia segera pergi meninggalkan Ryan, dan menuju ke Cafe Metha. Wanita itu harus membayar semuanya.


🍃🍃🍃🍃🍃


Shanum sudah tiba di Cafe Metha, dia segera turun dan berjalan masuk, dengan angkuh dia berjalan menuju ruangan Metha, beberapa karyawan Cafe menatap Shanum tak suka.


"wah wah, lihatlah siapa yang datang" sambut Metha,


"tidak usah basa basi, pasti kau biang ulah kejadian semalam kan?"


"kejadian apa?" tanya Metha pura pura tak tahu


"tidak usah berlagak bodoh, kau tahu jelas apa maksudku"


"hahah, kau benar, semuanya karena aku" Metha menyeringai


"sudah kuduga, kau memang wanita ba*****ngan, kenapa kau melakukan semua ini padaku!!!?"


Metha mendekat ke arah Shanum, dia berdiri didepan wanita itu


"kau mau tahu?" Shanum menatap tajam Metha, terlihat jika dia sangat emosi


"aku hanya ingin kau tahu, bagaimana rasanya melihat suamimu bercinta dengan wanita lain, sakit bukan!"


Shanum mengangkat tangannya, dia berniat menampar Metha, sayangnya Metha lebih dulu menamparnya


"kau!!!?" teriak Shanum

__ADS_1


"kau pikir aku akan diam saja melihatmu akan menghancurkan hidupku kedua kalinya? Hahah tentu saja tidak Shanum!!!, aku pernah gagal mempertahankan milikku, dan aku tak akan mengulangi kesalahan yang sama, perlu kau ingat satu hal, aku bukan Metha yang dulu, jika kau menganggap akan mudah menghancurkan aku lagi, maka kau salah, ini hanya peringatan kecil untukmu, jika kau berani mengusik kehidupanku lagi, maka kau akan tahu akibatnya"


"kau pikir aku takut dengan ancamamu? Kau salah, aku akan menghancurkan hidupmu, sama seperti dulu"


Akwww


Shanum meringis memegangi rambutnya yang dijambak oleh Metha, entah sejak kapan tangan Metha sudah berada di rambutnya


"coba kau ulangi perkataanmu barusan"


"aku akan membalas semuanya dan menghancurkanmu lagi"


Akwww


"rupanya kau tak mengerti ucapan manusia ya, aku peringatkan sekali lagi, jika kau berani mengusik kehidupanku lagi, aku akan membuat kau kehilangan Ryan selamanya"


"itu tidak akan terjadi!!, dia sangat mencintai aku"


"kau!!!, tidak akan aku biarkan hal itu terjadi, dasar wanita licik!!"


"maka dari itu, sebelum aku bertindak lebih jauh, sebaiknya jangan bermain main denganku"


Metha melepas tangannya dari rambut Shanum,


"kau akan membayar semuanya!!" teriak Shanum segera meninggalkan cafe


Sial, semuanya gagal. Gumam Shanum dalam hati. Niatnya dia memberi pelajaran pada wanita itu, nyatanya malah dia yang mendapat pelajaran dari Metha.


******

__ADS_1


Disisi lain, Evan tengah meeting dengan Ryan, di kantornya, mereka akan membahas proyek iklan resort kemarin yang sedikit ada kendala


"bagaimana bisa hal seperti ini terjadi tuan Evan, saya sudah mempercayai anda, sayangnya hasil kerja dari team anda mengecewakan" Ryan berusaha memojokkan Evan


"bukankah anda melihat sendiri hasil akhir kerja dari team kami, semua berjalan lancar dan tidak ada masalah, saya rasa ada pihak yang menyabotase iklan tersebut" jelas Evan


"anda ingin menyalahkan orang lain atas kegagalan yang team anda lakukan?"


Evan menghidupkan layar dan muncullah sebuah video, dimana Ryan tengah mengedit hasil iklan yang sudah dikerjakan team Evan


Ryan membeku, bagaimana bisa Evan tahu akan hal ini, padahal dia sudah mematikan CCTV dan tidak satupun yang tahu hal ini


"anda lihat, andalah yang mensabotase hasil kerja team kami, kami bisa saja menuntut anda ke pihak berwajib tuan Evan, tapi kami masih menghargai tuan Andre, jika bukan karena beliau, saya pastikan anda sudah mendekat dipenjara"


"aku tidak takut dengan ancamanmu tuan Evan, aku bisa melakukan cara lain untuk menjatuhkanmu"


"kau salah mencari lawan tuan Ryan, kau belum kenal siapa aku sesungguhnya"


"aku tidak peduli hal itu, yang jelas aku akan terus menghancurkanmu"


"sebenarnya apa tujuanmu ingin menghancurkanku?"


"jika kau hancur, maka istrimu akan kembali kepadaku"


"hahah, jadi kau masih berusaha mengejar cinta istriku? Sayangnya cintanya hanya untukku tuan Ryan, kau pikir setelah semua luka yang kau berikan, dia mau kembali padamu?"


"mungkin sekarang dia masih mencintaimu, tapi jika aku berhasil melenyapkanmu maka tidak ada penghalang bagiku untuk kembali padanya"


"sayangnya kau harus mengubur impianmu itu dalam dalam, Metha sedang mengandung darah dagingku, dan aku peringatkan padamu, aku tidak membiarkan siapapun mengusik kenyamanan keluarga kami, termasuk kau"

__ADS_1


Ryan kembali membeku, Metha hamil anak Evan, secepat itukah? Bahkan dulu mereka tak kunjung memiliki anak, seperti ada bongkahan batu besar yang menghantam dadanya, semua pupus, haruskah dia menyerah kali ini, bathin Ryan. Pria itu segera meninggalkan kantor Evan dengan perasaan kecewa.


__ADS_2