Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga


__ADS_3

"tunggulah surat cerai dariku"


Deg...


Dunia Shanum seakan berhenti saat itu juga, empat kata yang terucap dari mulut Ryan terasa begitu keramat baginya. Bagaimanapun tidak ada wanita yang menginginkan menyandang status janda. Bahkan dia masih bisa bertahan meski Ryan memperlakukannya kasar, tapi bercerai...? sungguh tidak pernah terpikir bagi Shanum.


"aku tidak mau!" ucap Shanum lemah


"seharusnya kau mengatakan itu sebelum bertindak jauh!!! Kau sudah membuat hidupku hancur, dan sekarang kau masih mengusik hidup wanita yang aku cintai? Sebenarnya, terbuat dari apa dirimu ini, kau seorang wanita tapi bersikap layaknya iblis" hardik Ryan


Shanum tak percaya Ryan mengatakan hal yang menyakiti hatinya


"ya....,aku memang iblis!!!!, katakan apapun sesuka hatimu, tapi asal kau tahu, aku melakukan semua ini karenamu!!! Karena kau!!! Setelah semua yang aku lakukan, kau ingin membuangku begitu saja? Heh, tidak akan pernah, kau harus ingat, semua ini terjadi bukan hanya karena salahku, kau bahkan menikmati semuanya sama seperti aku, setelah kau sadar kau hanya menyalahkan aku?, kau memang lelaki pengecut Ryan!!" geram Shanum, dia sudah lelah terus disalahkan sendirian


"itu semua memang salahmu, wanita penggoda!"


"cukup!!, mulut sampahmu tak berhak menghinaku lagi!!, kau pikir kau siapa bisa terus terusan menghinaku hah?!, kau hanya pria miskin, berhenti bersikap seolah kau punya segalanya, jika bukan karena ayahku, kau tetap menjadi pria miskin!!"


Ryan merasa harga dirinya di injak injak, seumur hidup tidak ada yang pernah menghinanya seperti ini


"kau benar, aku hanya pria miskin yang kebetulan beruntung, aku bahkan pria bodoh yang rela meninggalkan wanita yang aku cintai demi wanita sampah sepertimu, sekarang aku sadar betapa kesalahanku teramat besar, jika saja waktu bisa diulang, aku tak akan pernah terpengaruh bujuk rayu wanita sialan sepertimu, mulai saat ini aku mengembalikan semuanya padamu, aku.....Ryan Dewantara mentalak Shanum Denata, dan sekarang kau bukan istriku lagi"


Ryan langsung pergi setelah mentalak Shanum, setelah kepergian Ryan, Shanum luruh, dia menangis.


"tidak!!!, apa yang sudah aku lakukan? Aku membuat Ryan benar benar menceraikan aku, tidak...aku tidak mau bercerai, aku mencintai Ryan!!"


Shanum berlari mengejar Ryan, dia bahkan tak peduli beberapa karyawan menatapnya heran. Matanya sembab, dan rambutnya sedikit berantakan. Sayangnya Ryan sudah pergi, entah kemana pria itu pergi, yang jelas Ryan sudah meninggalkan kantor Shanum.


Disaat bersamaan ponsel Shanum berbunyi, dia langsung mengangkatnya, karena Shanum mengira telepon itu dari Ryan


"hallo Ryan... Aku...."

__ADS_1


"jika kau ingin semua data perusahaanmu kembali, maka datanglah ke perusahaanku!"


Shanum kembali dibuat tegang, suara itu tak asing baginya. Suara pria yang dia sia siakan, itu suara Akmal, calon suaminya yang dulu ia tinggalkan sehari sebelum pernikahan.


Ya Tuhan, apalagi sekarang?, kenapa ada masalah lagi, keluh Shanum dalam hati


Jujur Shanum takut bertemu dengan Akmal, pria itu dan keluarganya bahkan menghilang sejak pernikahan mereka batal, Shanum tak lagi mendengar kabar tentangnya, sekarang Akmal kembali, apa mungkin pria itu ingin balas dendam? Ah tidak, Akmal adalah pria baik, tapi semua bisa saja terjadi bukan? Orang bisa berubah setiap saat.


Shanum bimbang, haruskah dia mendatangi Akmal, tapi pria itu mengatakan semua data perusahaan ada padanya,


Apa yang harus aku lakukan? Aku harus mencari Ryan atau menemui Akmal, dua duanya penting bagi hidupku, bathin Shanum


Setelah berperang dengan bathinnya, Shanum akhirnya memutuskan menemui Akmal, jiak urusan perusahaan sudah selesai maka dia akan mencari Ryan.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Sementara dirumah Evan, pria itu sedang bermanja dengan istrinya, dia tidur dipaha sang istri, entah kenapa sejak Metha hamil, justru Evanlah yang menjadi sangat manja


"sayang, aku mau itu" tunjuk Evan pada anggur yang ada diatas nakas


"buka mulutmu" Metha berniat menyuapai Evan, sayangnya pria itu malah tersenyum licik, dia mengambil satu anggur lalu menggitnya kemudian mengarahkannya pada mulut Metha,


"kita belum pernah makan buah dengan cara seperti ini kan?" seringai Evan setelah berhasil makan buah tersebut, Metha hanya geleng geleng kepala melihat tingkah suaminya


"kau susah ditebak"


"kau benar, jadi jangan menebakku, cukup temani aku saja hingga kita tua"


"gombal receh" kekeh Metha, "kau yakin Shanum akan baik baik saja?"


"kau mengkhawatirkan perempuan ular itu setelah semua yang dia lakukan padamu?" tanya Evan heran

__ADS_1


"tidak, hanya saja perusahaannya bisa bangkrut, aku hanya kasihan pada tuan Andre, dia sudah tua, sama seperti ayahku, dimasa tuanya, orang tua pasti menginginkan hidup yang damai dan melihat anaknya bahagia"


Evan mencium perut Metha yang sudah agak buncit, dia bangga dengan sikap istrinya


"kau dengar sayang, mamamu wanita baik bukan?" ucap Evan diperut Metha


"ck, sayang kenapa kau malah bercanda"


"aku tidak bercanda, aku hanya mengajak anak kita bicara, dan masalah Shanum kau tidak usah khawatir, Akmal akan mengurus semuanya"


"siapa Akmal?"


"Dia temanku, dan dia mengenal baik Shanum, lagipula aku juga tak berminat dengan perusahaan kecil seperti itu"


"haha, kau sombong sekali tuan Evan, aku jadi penasaran sebesar apa perusahaanmu" lagi lagi Metha terkekeh


"kau tidak perlu tahu, yang jelas semua yang aku miliki juga milikmu"


"baiklah, baiklah, yang penting kau senang"


"kau mau tahu apa lagi yang membuatku senang?" tanya Evan


"Apa???"


"berdua denganmu, dan bertiga dengan calon anak kita"


"haha, aku juga, I Love You my Husband" Evan tak menjawab pernyataan cinta istrinya, dia hanya melihat raut wajah Metha yang sedang menanti jawaban, menggemaskan sekali, bathin Evan


Metha masih menunggu jawaban cinta Dari suaminya, wajahnya sudah terlihat sebal dan akhirnya, Evan tak mampu menahan tawanya


"hahahah, kau ingin aku membalas ucapan cintamu?"

__ADS_1


"jadi kau tak mau membalas ucapan cintaku?" tanya Metha yang sudah kesal


"akan kubalas, tapi setelah......"Evan menggantung perkataannya, dia segera menyerang istrinya, tentu saja! Evan bahkan selalu memanfaatkan situasi dan waktu. Hahaha


__ADS_2