
Deg.....
"Shanum!!" seru Evan
"kalian saling mengenal?" tanya pria itu, Shanum menunduk, dia tak berani menatap Evan. Sementara Evan menatap heran pada mereka, ada urusan apa mereka datang kerumahnya.
"ah ya, anda pasti bingung dengan kedatangan kami, kami kemari ingin mengantarkan anak anda" tukas si pria,
"anakku??" tanya Evan linglung
"iya tuan, tadi pagi istri saya tidak sengaja menemukan anak anda, karena dia terluka jadi istri saya membawanya pulang" Evan menatap kurang percaya pada mereka, apalagi mengingat bagaimana sikap dan tabiat Shanum dulu
"anak anda ada di mobil saya, mari ikut saya" Evan mengikuti pria itu, tak lupa ia berhati hati, bisa saja semua ini hanya siasat Shanum untuk balas dendam kembali.
Setelah tiba didepan mobil, pria itu membuka pintu belakang dan benar, Gio tertidur disana. Tanpa menunggu lama, Evan segera menggendong Gio dan membawanya ke dalam, tak lupa menyuruh pria itu dan Shanum masuk.
Setelah memastikan Gio tidur dengan nyaman, Evan turun dan menghampiri mereka.
"sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih banyak karena kalian sudah menolong anak saya"
"bukan saya tuan, tapi istri saya"
"ah ya, terima kasih Shanum!"
"i....iya"
"sepertinya kalian saling mengenal" tebak pria itu
"anda benar, kami memang saling mengenal di masa lalu" ucap Evan dengan nada dingin, hal itu membuat Shanum kembali menunduk bahkan tangannya bergetar.
"em sebelumnya kenalkan, saya Reza Ramadhan, suami Shanum"
"saya Evan Anggika"
"saya tidak tahu bagaimana hubungan kalian dimasa lalu, tapi bisa saya tebak jika kalian memiliki hubungan yang tidak baik, maaf jika saya mengatakan hal ini, saya sebagai suami Shanum meminta maaf atas apapun yang terjadi diantara kalian dimasa lalu"
"kenapa anda harus meminta maaf atas kesalahan yang bahkan anda tidak tahu!"
Reza tersenyum,
__ADS_1
"sekarang saya suaminya, saya punya kewajiban membimbing dia menjadi lebih baik lagi, jika dia memiliki kesalahan tentu harus meminta maaf bukan?"
"anda benar, kata maaf memang belum terucap dari mulutnya!"
"ma....maafkan semua kesalahanku!!" gumam Shanum pelan dan bergetar
"kami sudah memaafkanmu jauh sebelum kamu meminta maaf, tapi untuk melupakan semuanya, jelas tidak mungkin, kau tahu kan?, sebuah luka dan pengalaman pahit memang menjadi pelajaran dan masa lalu, tapi akan tetap menjadi ingatan yang tak gampang dilupakan"
"i...iya, aku paham"
"saya rasa urusan kita sudah selesai, maaf sudah mengganggumu tengah malam seperti ini, kami pamit undur diri"
"justru saya yang berterima kasih karena tuan Reza dan istri telah menolong anak saya"
"bukankah sudah kewajiban kita untuk saling menolong satu sama lain?" Evan mengangguk, "dan juga memaafkan tentunya" lanjut Reza
Evan sedikit tertegun, kemudian tersenyum
"tentu"
"kalau begitu kami permisi"
"tunggu!!" Reza dan Shanum berhenti, "bolehkan aku meminta kartu namamu?"
"semoga kita bisa bertemu lagi dilain kesempatan"
"tentu, kami akan senang jika bertemu lagi dengan anda, kami permisi tuan Evan"
Setelah kepergian Reza dan Shanum, Evan membaca kartu nama tersebut.
"psikiater??"
Aku sudah salah sangka kepada mereka, bathin Evan.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
Evan segera menuju rumah sakit setelah orang tuanya datang. Sebelumnya dia memberi kabar kepada Airin dan Danu jika Gio telah ditemukan dan meminta mereka menjaga Gio dirumah.
Evan menatap Metha yang masih terlelap, menurut Airin, sejak sadar, Metha hanya termenung, bahkan pandangan matanya kosong. Untung saja dia masih sadar dan mau menyusui putrinya.
__ADS_1
"maafkan aku sayang, aku sempat lalai menjadi suami dan ayah yang baik, tapi aku janji kedepannya akan menjaga kalian lebih baik lagi" ucapnya seraya mengecup kening istrinya
"aku tahu, kamu pasti akan menjadi suami dan ayah yang baik" sahut Metha membuka mata, rupanya dia tidak tidur.
"kamu tidak tidur?"
"aku terjaga saat mendengar langkah kakimu"
"maafkan aku" lirih Evan, Metha tersenyum dan menggenggam tangan suaminya. Dia sudah mendengar jika Gio sudah ditemukan.
"kamu tidak salah, saat itu kamu terlalu panik dan cemas padaku, semua orang pasti akan melakukan hal yang sama jika berada di posisimu, jadi jangan menyalahkan diri sendiri, jadikan semua ini pelajaran untuk lebih baik lagi kedepannya"
"tentu, aku akan menjaga kalian lebih baik lagi setelah ini"
"Gio baik baik saja?"
"iya, hanya lututnya yang terluka"
"kita harus berterima kasih pada orang yang telah menyelamatkan putra kita"
"kau yakin?"
"tentu saja, bukankah sudah seharusnya kita melakukan hal itu?"
"kau benar"
Evan kembali mengecup kening istrinya.
"kamu belum memberi putri kita nama"
"ya, aku bahkan lupa akan hal itu, saat aku bahagia karena kamu dan dia selamat, aku kembali hancur karena kabar putra kita"
"pasti kamu mengalami waktu yang berat"
"kamu benar, tapi semua sudah berlalu dan sekarang kita sudah bahagia"
"jadi? Siapa nama putri kita?"
"Geasheyra Anggika Putri"
__ADS_1
****
Hampir end ya kakak, kurang dua episodw lagi