Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Love You Forever


__ADS_3

Metha segera bergegas pergi setelah menerima panggilan telepon, entah dari siapa. Yang jelas wanita itu terlihat sangat buru buru, dia bahkan menyetir mobil sendiri.


Setelah menempuh kemacetan selama 30 menit, Metha sampai di cafe miliknya. Dia segera menghampiri beberapa karyawan yang bergerombol.


"ada apa Da?" tanya Metha kepada Aida


"Em..anu mbak..."


"anu apa sih Da? Kalau bicara yang jelas"


"itu!" tunjuk Aida pada salah satu pengunjung yang duduk membelakangi mereka


"kenapa dengan pelanggan itu?"


"di..dia selalu ga cocok sama semua makanan yang kita sajikan mbak, terus minta mbak datang"


Metha segera berjalan menuju pria tersebut,


"maaf tuan, apa yang membuat anda tidak cocok dengan semua menu yang pelayan kami sajikan?" tanya Metha pada pria yang menutup wajahnya dengan buku menu itu


"makanan mereka tidak ada yang pas dilidahku" tunggu, suara itu suara


Evan membuka buku menu yang menutupi wajahnya sejak tadi, dia tersenyum menatap istrinya yang bengong. Sedangkan Metha hanya menatap Evan tanpa ekspresi, benarkah pria didepannya ini adalah Evan, suaminya? Penampilan dan gaya rambut serta warna rambutnya tidak sama dengan Evan, tapi wajah mereka mirip


"kamu tidak merindukan aku honey?" tanya Evan yang melihat Metha hanya menatapnya seperti orang linglung


"kamu siapa?" tanya Metha dengan polosnya


"baru enam hari tidak bertemu kamu sudah melupakan suamimu?"


"kamu Evan Anggika?" tanya Metha tak percaya


"hahahah, tentu saja, memangnya suami kamu siapa lagi?"


Metha mendekati pria tersebut, menelisik setiap inci wajah pria yang mirip suaminya itu. Gaya rambut yang lebih stylish dengan warna kecoklat coklatan serta setelan jas pas bodi yang menempel apik ditubuh pria itu. Metha masih mengamati, hingga

__ADS_1


Hug


Metha memeluk erat pria tersebut, sekarang dia yakin jika pria didepannya adalah Evan, suaminya. Evan membalas pelukan Metha dan hal itu tak luput dari pandangan beberapa karyawan dan pengunjung disana. Mereka berdecak kagum melihat ketampanan Evan, dan juga keromantisan dua pasangan ini


"ayo, aku punya kejutan untukmu" ajak Evan, dia segera menggandeng tangan Metha keluar dari cafe


Metha masih tak percaya dengan perubahan Evan, suaminya terlihat semakin muda dan tampan, hal itu membuatnya tak suka


"apa yang kau pikirkan sayang?" tanya Evan yang sedari tadi melihat Metha hanya diam


"kenapa kau merubah penampilanmu?"


"karena aku ingin memberimu kejutan, apa menurutmu ini terlalu berlebihan?"


"ya, dan aku tidak suka penampilan barumu" jawab Metha kesal, tadi saja para karyawan dan pengunjung cafe sudah memuji muji Evan, dan kedepannya pasti masih banyak lagi wanita yang akan memuji suaminya


"apa aku terlihat jelek?"


"justru kau terlihat sangat tampan, apa kau sengaja merubah penampilan untuk memikat hati banyak wanita?"


Evan hanya tersenyum, dia tahu sekarang istrinya itu tengah kesal juga cemburu


"tapi aku tidak suka kamu menjadi pusat perhatian mas, lagipula untuk apa merubah penampilan segala coba, udah mau jadi ayah juga, gayanya sok muda" cibir Metha


"jangan cemberut begitu, aku akan merubah lagi penampilanku tapi setelah memberimu kejutan"


"daritadi bicara kejutan terus, memangnya ada apa kamu memberiku kejutan?"


Evan kembali tersenyum, istrinya lupa jika hari ini dia berulang tahun. Mereka akhirnya sampai disebuah hotel, Evan kembali menggandeng tangan Metha memasuki restoran hotel. Dan....


Metha tercengang, dekorasi restoran bertulisan Happy Birtday My Wife, bahkan disana ada ayah juga kedua mertuanya.


"selamat ulang tahun sayang, semoga panjang umur, sehat selalu dan menjadi istri yang lebih mencintaiku juga anak anak kita" bisik Evan, Metha terharu...selama ini dia melupakan ulang tahunnya dan hari ini Evan memberikan kejutan ulang tahun padanya


Metha memeluk Evan, dia bahkan meneteskan air mata bahagia.

__ADS_1


"terima kasih atas kejutannya sayang, terima kasih sudah mencintai aku dengan tulus, menjadi bagian dari hidupku, bahagiaku, aku mencintaimu dan calon anak kita"


"selamat ulang tahun nak, semoga kebahagiaan selalu menyertaimu" ucap Hadi, dia bahagia melihat putrinya bahagia


"terima kasih ayah, aku menyayangi ayah"


"selamat ulang tahun menantu cantik mama, semoga panjang umur, sehat selalu dan kalian menjadi keluarga kecil yang selalu bahagia"


"terima kasih ma" Metha memeluk mama mertuanya dengan sayang


"selamat ulang tahun nak, semoga keluarga kalian selalu bahagia"


"terima kasih doanya pa"


Acara ulang tahun Metha dirayakan dengan makan bersama keluarga. Metha begitu bahagia karena dikelilingi oleh orang orang yang menyayanginya dengan tulus.


"sayang, aku punya hadiah untukmu" Evan berdiri lalu mengambil sebuah paperbag yang isinya satu set berlian limited edition yang khusus Evan pesan untuk istrinya.


"sayang, ini indah sekali?" kagum Metha


"kau suka?"


"sangat, terima kasih, ini pasti mahal sekali"


"ini tidak ada harganya dibandingkan kebahagiaanmu sayang"


Evan memakaikan kalung tersebut dileher Metha, lalu dia berjongkok dan mencium perut istrinya


"ayah sayang kamu nak, selalu sehat diperut bunda sampai kamu lahir ya"


"tentu ayah" sahut Metha meniruka suara anak kecil


"I Love You Forever"


"Love You More More Forever"

__ADS_1


Semua bahagia melihat pasangan ini bahagia. Namun tanpa mereka sadari, sejak tadi ada sepasang mata yang menatap mereka tidak suka


Bida bisanya wanita itu bahagia diatas penderitaanku, lihat saja, suatu hati nanti, aku akan membalas semuanya.....


__ADS_2