
Kehidupan Metha dan Evan semakin berwarna sejak kehadiran baby Gio. Memang tidak mudah menjadi orang tua, kurang tidur, makan tidak teratur, kurang istirahat, bahkan begadang tengah malam ketika sang bayi terjaga. Semua memang melelahkan, namun keduanya kompak untuk membesarkan dan mengurus baby Gio tanpa baby sister. Karena disinilah keseruan dan pengalaman tak terlupakan mereka rasakan. Seperti pagi ini.
"awwwhh" teriak Evan, Metha yang berada didapur segera berlari ke ruang tamu
"ada apa?" tanya Metha, dia memperhatikan baby gembul berusia tujuh bulan yang tengah tersenyum padanya, sedangkan Evan tengah mengusap tangannya
"yank, lihat nih, aku digigit si gembul" adu Evan, dia memperlihatkan tangannya yang merah serta ada cap dua gigi disana
"mas, kamu bikin orang jantungan cuma karena di gigit Gio? Lebay amat sih"
"ish, ini sakit yank, lihat nih merah!" jawabnya tak terima
"namanya juga anak anak mas, baru sekali digigit udah seheboh itu reaksinya"
"kaget yank, apa dulu kamu suka sama Edward sampai anak kita suka gigit kayak gini" Metha mengernyitkan dahi
"kamu nuduh aku selingkuh?" tanya Metha tak terima
"ya enggak lah"
"lalu apa maksud kamu bilang aku suka sama Edward?"
"kamu ga tahu Edward?" tanya Evan
"siapa memang?" tanya Metha sambil berkacak pinggang
"si vampir di film Twilight" Metha melotot mendengar jawaban Evan,
"maksud kamu, kamu mau ngatain Gio kayak vampir?" tanya Metha bersungut sungut
"hehe, ya kali aja yank"
"dasar ga penting" Metha langsung kembali ke dapur, sedangkan Evan memangku bayi gembul itu lalu kembali mengajaknya bermain.
Baby Gio tertawa karena Evan terus menciumi perutnya,
__ADS_1
"wah, cucu opa gantengnya, sini sama opa" Danu segera mengambil Gio dari pangkuan Evan, hampir setiap hari papa dan mama Evan selalu datang hanya untuk menemui bayi menggemaskan itu.
"anaknya ga disapa nih?" tanya Evan pada papanya
"papa udah lihat kamu baik baik saja, lagian kamu udah ngebosenin, ga gemesin kayak cucu papa yang tampan ini" cibir Danu, Airin hanya geleng geleng kepala, lalu menyusul sang menantu yang ia yakini ada di dapur
"papa juga udah jadi aki aki yang ngeselin" sergah Evan tak mau kalah
Danu seakan menulikan telinganya, dia asyik bermain dengan baby Gio tanpa menghiraukan Evan sama sekali, dan itu membuatnya memberenggut kesal
"sarapan sudah siap" ucap Metha, akhirnya mereka sarapan bersama, Metha menyuapi baby Gio yang memang sudah MP Asi sejak sebulan lalu, sedangkan Evan, dia menyuapi Metha yang sibuk dengan baby Gio. Pemandangan ini sudah biasa dilihat saat mereka makan, Evan memang suami yang pengertian, dia tak ingin kenyang sendiri sementara istrinya sibuk mengenyangkan perut sang anak.
"apa kalian ga ada niatan nambah momongan?" tanya Danu tanpa dosa, membuat Evan langsung tersedak
"minum mas" Metha memberikan segelas air putih untuk sang suami dan langsung disambar habis oleh sang empunya, meski masih kesal dengan ucapan suaminya tadi, Metha masih perhatian pada Evan
"hati hati dong, udah tua makan aja sampai tersedak, ga malu sama anak?" cibir Danu
"lagian, Gio masih umur tujuh bulan pa, ini malah minta nambah cucu, aku masih trauma lihat Metha kesakitan ngelahirin anak aku, aku ga tega"
"tapi tadi ngatain anak sendiri kayak vampir" celetuk Metha, Danu mendelik
"ga ada maksud kali, nih aku tadi digigit sama Gio" Evan menunjukkan tangannya yang masih merah karena gigitan Gio
"alah, cuma kayak digigit nyamuk doang, cemen"
"coba tangan papa kasih ke Gio, biar papa tahu sakitnya digigit si gembul"
"ogah, mending Gio tinggal sama papa aja, kamu bikin lagi kalo bisa kayak Elsa"
"Elsa apaan?"
"let it go, let it go"
"dih, aki aki tontonannya kartun, malu sama ubannya kali ki" cibir Evan
__ADS_1
"dih, bilang aja belum mau ngasih papa cucu lagi"
"itu tahu, lagian kenapa dulu papa sama mama ga bikin akan selusin aja sih, kan enak, sekalian bikin lapangan bola sama team kesebelasan" celetuk Evan
"enak aja, papa ga tega lihat mama kamu kesakitan, jadi papa janji, nanti biar cucu papa aja yang banyak"
"itu namanya egois, giliran mama di eman eman, giliran istriku mau di sakitin terus, aku ga setuju, titik"
"dih, bahasa apa itu di eman eman"
"jawa lah, emang papa dulu ga ada pelajaran bahasa daerah?"
"ada lah, sok tahu kamu itu" jawab Danu tak mau kalah
"buktinya eman eman aja ga tahu"
"i...."
"sudah!, waktunya makan jangan berdebat, udah tua, ingat umur, lihat tuh, kalian dilihat sama Gio" kedua pria itu menoleh pada Gio yang menatap mereka, anak itu bahkan menganga dan memperlihatkan dua giginya,
"ish, anakku ngegemesin banget sih, kayak ayahnya" ucap Evan, membuat Danu mencebik
"kayak bapak vampir maksudnya?" lagi lagi Metha menyeletuk, membuat Evan menggaruk tengkuk tak gatal
"gemesinnya nurun dari opanya"
"ih, mana ada, dari papanya lah" jawab Evan tak terima
Diluar dugaan, bayi itu malah bertepuk tangan membuat semuanya tertawa. Kebahagian mereka sungguh terasa lengkap dengan hadirnya bayi menggemaskan itu.
🍃🍃🍃🍃🍃
Kalian boleh tertawa dan bahagia sekarang, tapi sebentar lagi kalian akan merasakan penderitaan yang teramat dalam, hahahahah.
*****
__ADS_1
Hayo tebak, yang punya niat jahat Ryan apa Shanum?
Eman eman itu si sayang sayang ya guys, heheh