Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Rencana


__ADS_3

"Fika adalah Shanumku yang hilang"


Deg.....Ryan mematung, kenapa semua serba kebetulan seperti ini, jadi selama ini dia dibohongi. Wanita yang dia tolong dulu, bukan korban penjambretan, tapi kabur untuk menghindari pernikahannya. Hebat, kau memang bodoh Ryan, bodoh.


"Apa ayah akan menjemputnya pulang?"


"tidak, biarkan saja dia, aku ingin menguji kemampuannya di proyek kali ini, jika semua berhasil, maka aku akan menjemputnya pulang"


Ryan tak berkutik, dengan kemampuan Fika yang mumpuni, ia sangat yakin proyek ini akan sukses. Sial....semua diluar dugaan. Jika seperti ini maka rencananya pasti berantakan.


*****


"sayang, ada yang mau aku katakan padamu" ucap Evan, dia baru saja pulang dari kantor


"sepertinya hal yang penting, apa?" tanya Metha penasaran


"Ryan adalah anak angkat tuan Andre, pemilik perusahaan Sances" Metha menatap Evan tak percaya.


"bagaimana bisa?"


"aku tidak tahu, yang jelas saat ini Ryan menggantikan pak Andre mengurus perusahaannya dan proyek baru mereka ditangani langsung oleh Ryan" jelas Evan


"kau harus berhati hati mas, mungkin Ryan ada maksud lain padamu"


"kau benar sayang, bahkan tadi dia bersikap seolah kami adalah musuh, tatapan matanya menyiratkan kebencian"


"kau tidak perlu khawatir, kau hanya perlu waspada dan hati hati, kita akan hadapi ini bersama"


"ada satu lagi fakta yang tak kalah mengejutkan"


"Apa??"


"tuan Andre memiliki putri tunggal bernama Shanum, dia melarikan diri sehari sebelum menikah dengan pria pilihan pak Andre dan kau tahu siapa Shanum?" Metha menggeleng

__ADS_1


"dia adalah Fika" Metha sempat terkejut mendengar hal ini, ternyata dunia ini sempit sekali.


"kau yakin bahwa Shanum adalah Fika?"


"tentu saja, tadi tuan Andre sempat memanggil Fika dengan nama Shanum, dan setelah aku selidiki, Fika memang benar adalah Shanum"


"bagaimana kau bisa tahu hal ini?"


"kau lupa siapa suamimu?"


"ish, baiklah, aku akui suamiku memang hebat?, oh ya tuan Andre itu orang yang seperti apa?"


"kenapa tiba tiba menanyakan tentang tuan Andre?"


"tidak, aku hanya penasaran"


"tuan Andre orang yang jujur dan disiplin, dia dikenal tegas dan bertanggung jawab, dia bahkan tidak segan memberi hukuman pada orang orang yang melakukan kesalahan terhadapnya"


"wah sepertinya akan seru!!"


"nanti kau akan tahu"


"kau mulai merahasiakan sesuatu dariku?"


"ck, jangan mulai, kau hanya perlu mendukungku"


"baiklah, asalkan kau senang, dan aku lupa, mereka meminta kita menjadi model untuk iklan proyek ini, temanya honeymoon"


"kenapa harus kita?"


"entahlah, itu permintaan mantan suamimu"


"baiklah, mari kita berenang senang, ajak mereka bertemu besok, kita harus membahas hal ini, jangan lupa bawa Fika sekalian" ucap Metha bersemangat, Evan hanya menyetujui, dia yakin jika istrinya akan melakukan sesuatu.

__ADS_1


****


"maaf terlambat tuan Andre, saya Metha istri pak Evan" sapa Metha ramah, Metha sengaja tak berangkat bersama Evan, karena dia menyuruh Evan berangkat dengan Fika


"oh, hallo nona Metha, senang bisa bertemu denganmu, silahkan duduk, kami juga baru sampai" Metha duduk didepan Ryan, dia sengaja untuk melihat ekspresi pria itu


"lama tidak bertemu, Ryan" sapa Metha pada Ryan


Ryan mendongak, dia menatap Metha, wanita yang ia rindukan,


"benar, nona, kita sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?"


"kau lihat, aku sangat baik" jawab Metha santai


"rupanya kalian saling sudah saling kenal" ucap Andre


"benar tuan, bahkan kami pernah dekat" Metha tersenyum melirik Ryan, namun bukan senyum manis, melainkan senyum yang menakutkan


"ah, benarkah, baguslah kalau begitu, saya yakin proyek ini akan semakin lancar dan cepat selesai"


"tentu saja tuan" lagi lagi Metha menatap Ryan dengan tatapan yang tak terbaca


"maaf kami terlambat" Evan datang bersama Fika


"kau sudah sampai sayang?" Metha berdiri dan mengecup pipi Evan, Ryan mengepalkan tangan melihat hal itu


"silahkan duduk, kita pesan makan saja dulu, lagipula sudah waktunya makan siang" akhirnya mereka memesan makan, lagi lagi Ryan harus melihat pemandangan menyakitkan saat Metha beberapa kali menyuapi Evan


"kalian pasangan yang romantis, ah..aku jadi ingat masa muda" gumam Andre


"maaf atas ketidaknyamanannya tuan"


"tidak masalah, aku paham jika kalian adalah pengantin baru, aku doakan kalian menjadi pasangan yang sakinah, mawadah warahmah, kau beruntung memiliki istri yang perhatian dan cantik tuan Evan"

__ADS_1


"mengapa Fika dan tuan Ryan tidak saling menyapa? Bukankah rumor yang beredar menyebut kalian sepasang kekasih bahkan ada yang mengatakan jika kalian menikah diam diam dibelakang istri tuan Ryan"


Ryan dan Fika langsung pucat mendengar ucapan Metha


__ADS_2