Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Baby Gio


__ADS_3

Evan ikut meringis melihat Metha menahan sakit, tadi sehabis subuh, Metha mengeluh sakit perut dan ternyata ketuban Metha sudah pecah. Beruntung mamanya menginap dirumah mereka, jadi ada yang membantunya membawa Metha kerumah sakit.


Saat ini mereka sudah berada didepan ruang persalinan, Metha sudah diperiksa Dokter dan masih pembukaan lima. Sesekali perempuan itu memilih jalan jalan di koridor rumah sakit untuk mempercepat proses kelahirannya.


"sayang, kalau sakit sebaiknya kembali ke dalam ya?" pinta Evan


"enggak papa mas, aku masih kuat kok" jawab Metha tersenyum


"aku ga tega lihat kamu kesakitan kayak gini"


"namanya juga ini perjuangan mas, setiap perempuan pasti akan melalui hal ini, jangan cemas, cukup temani dan beri aku semangat"


Evan kembali meringis ketika Metha meremas kuat tanganya, bisa dipastikan jika perempuan itu menahan sakit yang teramat sangat


"sayang, duduk dulu kalau capek" ucap Hadi, pria tua itu juga nampak cemas


"tidak apa yah, nyerinya memang datang pergi, ayah doakan saja biar cucu ayah segera lahir"


"ayah selalu berdoa nak, semoga kamu kuat dan cucu ayah lahir dengan selamat"


Nyeri itu kembali datang semakin sering, akhirnya Metha masuk kembali ke ruangan bersalin. Dan Dokter kembali memeriksa bukaan Metha, ternyata sudah lengkap. Dokter dan suster yang sudah mempersiapkan semuanya segera membantu proses kelahiran Metha.


"bu, ikuti arahan saya ya" ucap sang Dokter, Metha mengangguk


"tarik nafas, keluarkan lalu dorong"


"sekali lagi....."


Akhirnya setelah berjuang selama hampir satu jam, Metha melahirkan seorang putra yang tampan. Evan memandang kagum pada bayi yang baru keluar dari rahim istrinya. Bayi merah, darah dagingnya. Dia mencium kening Metha dengan sayang. Setelah mengadzani putranya, Evan diminta keluar karena Metha akan segera dibersihkan

__ADS_1


Evan keluar dari ruangan dengan perasaan haru, ditatapnya ketiga orang yang juga terlihat lega.


"bagaimana, anak dan istrimu sehat kan?" tanya mamanya


Bukan menjawab, Evan malah menangis memeluk mamanya


"ada apa Van? Semua baik baik saja kan?" Evan hanya mengangguk, tapi membuat mereka lega


"maafkan Evan jika selama ini selalu membuat mama marah, dan terima kasih sudah melahirkan Evan ke dunia ini"


"sekarang kamu tahu kan, perjuangan seorang wanita untuk melahirkan itu berat, jadi mama harap kamu tidak akan pernah menyakiti istri kamu"


"iya ma, aku janji akan selalu membahagiakan Metha dan anak anakku"


"ck, cengeng banget sih, udah jadi ayah juga" celetuk Danu, Evan segera mengurai pelukan mamanya dan menatap sang papa


"turunan siapa?" tanya Evan, membuat Danu mencebik tapi tak urung membuat pria tua itu memeluk putranya


"iya pa, aku janji akan menjaga mereka dengan nyawaku sendiri"


Tak lama, Metha keluar dari ruang bersalin, diiringi suster yang membawa anak mereka. Metha dipindahkan keruang perawatan. Empat orang itu langsung mengikuti suster yang membawa Metha.


Saat ini Metha sudah berada diruang perawatan, sedangkan bayi tampan itu berada di box bayi dan masih terlelap setelah tadi meminum asi pertama bundanya.


"nak, kamu sudah menjadi ibu sekarang, ayah bahagia melihat kamu bahagia, jaga keluargamu dengan baik"


"terima kasih yah, terima kasih karena ayah sudah menyayangi Metha dengan tulus, Metha menyayangi ayah"


Mereka semua terharu sekaligus bahagia, apalagi kehadiran si bayi kecil menambah kebahagiaan mereka menjadi sempurna.

__ADS_1


"dia mirip Evan waktu bayi ya pa?" celetuk Airin


"benar ma, tapi lebih ganteng cucu opa"


"dia ganteng juga karena aku, aku yang buat dia jadi ganteng begitu" ucap Evan tak terima


"percaya deh yang punya bibit unggul, jangan lupa kalau itu turunan papa" jawab Danu, membuat Evan mencebik


"siapa nama cucu kakek yang tampan ini?" tanya Hadi


"namanya Giovano Satria Anggika" jawab Evan


"jadi dipanggil siapa? Gigi!" pertanyaan konyol itu mencul dari Danu yang membuat semua menoleh ke arahnya


"apa ada yang salah sama ucapan papa?" tanyanya tanpa dosa


"ya masak dipanggil gigi sih pa" protes Evan


"lah kenapa, istrinya Raffi Ahmad namanya juga gigi kan, namanya hokky lagi, buktinya dia jadi sultini andara, lucu kan"


"ck, lucu dari mana coba, cucu papa yang ganteng ini panggilannya Gio pa, Gio"


"Gio apa Jio?"


Evan memutar mata malas, papanya memang menyebalkan


"pake G pa, G...jadi Gio, bukan Jio"


"wah, baby Gio cucu tampannya opa" ucap Danu,

__ADS_1


Hari ini kebahagian datang pada keluarga kecil Evan, dan semua bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Allah pada keluarga mereka.


__ADS_2