Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Berusaha Memikat


__ADS_3

Hari ini, Evan akan metting dengan klien dari luar kota, mereka akan membahas kerja sama tentang iklan peluncuran Mall kliennya yang ada di Jakarta.


"apa mereka belum datang?" tanya Evan pada sekertarisnya


"belum pak, mungkin sebentar lagi"


"baiklah"


Evan memilih memesan minuman terlebih dahulu, hingga beberapa saat


"maaf kami terlambat pak Evan" sapa wanita cantik dengan pakaian seksi yang jelas memperlihatkan lekuk tubuhnya, Evan mengernyit, pasalnya klien yang akan dia temui adalah laki laki, kenapa jadi wanita seperti wanita penggoda ini? Bathinnya


"maaf, sepertinya anda salah orang" ucap Evan dengan sopan


"tidak tuan, yang kemarin menghubungi anda adalah asisten saya, sayalah pimpinan Amerta Grup"


"jadi anda adalah pimpinan Amerta Grup?" tanya Evan memastikan


"benar, ah perkenalkan nama saya Rachel" wanita itu mengulurkan tangannya dengan manja, Evan terpaksa menerima uluran tangan wanita itu.

__ADS_1


"Evan"


"bolehkan saya duduk?" tanya Rachel dengan manja


"silahkan" ucap Evan datar, jujur dia tidak suka dengan sikap kliennya ini


"maafkan saya tidak tahu jika pimpinan Amerta Grup adalah wanita, karena sebelumnya asisten anda tidak mengatakan apa apa" lanjut Evan, mau bagaimanapun wanita didepannya adalah kliennya


"tidak masalah tuan, mungkin asisten saya lupa memberi tahu" jawabnya tersenyum manis, tapi memuakkan bagi Evan


"baiklah, mari kita bahas kerja sama kita"


"tentu, saya dengar iklan yang dikerjakan oleh perusahaan anda selalu memuaskan, jadi menurut anda?, konsep seperti apa yang cocok untuk pembukaan Mall saya di Jakarta, saya ingin yang berbeda dari yang sudah ada, anda tahu sendiri kan, persaingan sangat ketat" ucap Rachel panjang lebar


"selain tampan, anda juga berbakat tuan Evan" Evan hanya berekspresi datar, rupanya klien kali ini sedikit menyebalkan, bathin Evan.


"saya suka dengan penjelasan anda, dan ya, anda benar, Mall ini hanya fasilitas pendukung dari apartemen yang sudah saya bangun, 35% apartemen sudah dihuni, dan tujuan saya tentu kenyamanan penghuni apartemen, karena sasaran dari apartemen ini adalah high class, seperti yang anda katakan, saya memang menggunakan banyak brand terkenal yang akan mengisi Mall ini, dan tentu dengan dana yang tidak main main, jadi Mall ini hanya pancingan agar penghuni apartemen semakin meningkat" lanjut Rachel


"saya sudah tahu hal itu nona Rachel, dan saya sudah memprediksi konsep yang akan saya gunakan, anda bisa melihat berkas ini" Evan menyerahkan berkas konsep iklan itu kepada Rachel, sekilas Rachel membacanya lalu tersenyum,

__ADS_1


"saya setuju dengan konsep anda,mari kita tanda tangani kontraknya"


Akhirnya mereka menandatangani kontrak kerja sama tersebut,


"bagaimana kalau kita makan siang bersama" ajak Rachel


"maafkan saya nona, tapi saya sudah janji akan makan siang dirumah bersama istri dan anak saya" Evan sengaja menekankan kata anak dan istri agar Rachel tak terus menggodanya


"oh, saya tidak tahu jika anda sudah memiliki anak dan istri, jujur saja anda terlihat seperti pria lajang" jawab Rachel gamblang, seolah menunjukkan jika dia tertarik pada Evan


"kalau begitu saya permisi nona Rachel" Evan segera meninggalkan restoran dimana dia meeting dengan Rachel


*Kita lihat saja, sampai kapan kau akan bertahan Evan, seringai licik Rachel


*******


Readers : kenapa harus ada pelakor lagi??


Othor : jangan salah paham, ikuti aja alurnya, karena konflik akan segera berakhir,

__ADS_1


Readers : janji demi apa, ini konflik terakhir???


Othor : demi like dan komen kalian, hahah*


__ADS_2