Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Murka


__ADS_3

Shanum meninggalkan balroom hotel. Dia terus menghubungi nomor Ryan tapi tidak diangkat. Tanpa menunggu, Shanum menuju kamar mereka. Sayangnya, Ryan tidak ada disana. Entah kemana suaminya pergi, tak putus asa, dia masih mencoba menghubungi suaminya.


"em, permisi, apa kau melihat pria lewat disini, ini fotonya" Shanum bertanya pada seorang karyawan hotel sambil menunjukkan foto Ryan.


"maaf, saya tidak melihatnya"


"ah, baiklah, terima kasih"


Terus dan terus menghubungi suaminya, namun sama, Ryan tak menjawab panggilannya. Perasaannya mulai cemas, apa mungkin Ryan pulang kerumah, ah rasanya tidak mungkin. Pemilik pesta telah menyiapkan kamar untuk semua tamu mereka, tidak mungkin Ryan akan pulang.


Lebih baik aku kekamar Angel, memiliki beberapa foto mereka dan mengirimnya kepada Metha sebagai kejutan pasti akan sangat menyenangkan, bathin Shanum.


Dia menuju kamar Angel, yang sengaja dia pesan beberapa hari yang lalu. Setelah menuju resepsionis untuk meminta kunci cadangan, Shanum berjalan menuju kamar Angel. Dengan mudah dia membuka pintu kamar, lalu berjalan pelan menuju ranjang. Tak lupa Shanum membawa ponsel untuk mengabadikan momen tersebut. Ah, rupanya mereka masih on, suara- suara terdengar dari mulut keduanya. Tapi tunggu, suara pria itu, seperti tidak asing ditelinganya. Bukan, suara itu tidak terdengar seperti suara Evan, melainkan suara Ryan. Shanum berjalan lebih dekat, mencoba menyangkal pendengarannya. Matanya membulat penuh, tangannya mengepal erat, tubuhnya gemetar menahan amarah. Dia menyaksikan Ryan sedang making love dengan Angel, didepan matanya. Ryan terus menggumamkan nama Metha sedangkan Angel menggumamkan nama Evan.


"Apa yang kalian lakukan!!!!" teriak Shanum, dia mendorong tubuh Ryan hingga terpental ke lantai, keduanya terkejut, ditengah kesadaran yang minim, Ryan mencoba bangkit


"sial, kenapa kau mengganggu kesenanganku, wanita tidak tahu diri, enyah kau dari sini" hardik Ryan, dia berusaha mengusir wanita yang berstatus istrinya itu.

__ADS_1


Shanum menampar Ryan, berharap pria itu sadar, namun bukannya sadar, Ryan semakin keras mengusir Shanum dari kamar itu. Dia mencekal tangan Shanum dan menyeretnya menuju pintu, sayangnya Shanum berhasil melepaskan diri, dia berlari ke ranjang dimana Angel yang setengah sadar hanya diam melihat apa yang terjadi pada dirinya dan Ryan.


"wanita tak tahu diri, beraninya kau tidur dengan suamiku!!!" Shanum menampar dan menarik tubuh Angel, dia begitu murka, Angel dengan kemampuannya mencoba melawan Shanum, Ryan berusaha memisahkan mereka berdua, sayangnya Shanum begitu kuat, dia kesulitan memisahkan dua wanita tersebut


"hentikan, jangan sakiti Metha!!!" teriak Ryan, Shanum mengambil air putih diatas meja lalu menyiramkannya ke wajah Evan


"Apa yang kau lakukan!!" Ryan terlihat emosi karena Shanum menyiram wajahnya


"kau lihat, dia bukan Metha, lihat wanita sialan ini, dia bukan Metha!!!!" teriak Shanum, Ryan yang sudah mulai sadar, menatap wanita tersebut, dia terkejut, ternyata wanita itu bukan Metha, tapi Angel, mantan teman satu teamnya. Ryan segera memakai pakaiannya, lalu pergi dari sana.


"kau akan merasakan akibatnya karena berani menghianati aku!!"


"hentikan!!!!" ucap Angel melemah


"inilah akibatnya karena kau berani bermain main denganku, wanita sepertimu pantas menerima semua ini, kau harus tahu dengan siapa kau berhadapan!"


Sementara dikamar Evan, hanya terdengar suara kenikmatan dari dua insan yang saling memadu kasih. Menyatu dalam indahnya malam dingin yang panjang.

__ADS_1


*****


Ryan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia begitu frustasi. Hasratnya masih terasa, sayangnya kekecewaan lebih mendominasi dirinya. Serindu inikah dia pada Metha hingga menganggap wanita lain adalah Metha. Menyesal, menyesal, menyesal, adalah kata yang terus mengelilingi pikirannya.


"arrrgggghhhhhh, bre****sek, pria tak tahu diri, sekarang kau baru menyesal setelah penghianatan yang kau lakukan para Metha, hebat kau Ryan, hebat, kau sudah kehilangan berlianmu, kau yang membuangnya, kau yang mencampakkannya, dan sekarang kau baru menyesal, dasar pria bodoh, tidak berguna!!!" maki Ryan pada dirinya sendiri.


Ryan menuju ke rumah yang dia tunggali dengan Metha dulu, membuka pintu rumah lalu berjalan gontai menuju kamar. Dia menatap nanar kamar tersebut, kamar yang menjadi saksi malam indah mereka, kamar yang menjadi tempatnya berkeluh kesah, kamar yang menyimpan begitu banyak kenangan dirinya dengan Metha. Ryan menangis, dia menumpahkan segala sesak dan sakit dihatinya. Seandainya, seandainya, dan seandainya....semua tidak terjadi maka dia dan Metha pasti masih hidup bahagia. Tapi nasi sudah menjadi bubur, semua terjadi karena kesalahannya sendiri.


Maafkan aku sayang, semua salahku, seandainya aku tidak tergoda pada Shanum, semua tidak akan seperti ini, aku menyesal Met, aku menyesal, tidakkah ada pintu maaf untukku, aku ingin kembali bersamamu, Ryan terus menangis dalam menyesalan.


Tidak ada gunanya menangis dan menyesal saat ini, karena Methanya telah menjadi milik orang lain. Ryan bertekad akan menebus semua penyesalannya kepada Metha, dia akan membuktikan bahwa dia pantas kembali bersama wanita yang dicintainya.


******


Terima kasih buat semua kakak kakak yang masih membaca novel ini, aku minta maaf jika kurang berkenan dihati kalian, aku masih penulis Recehan, jadi maklum jika banyak kekurangan.


Maaf up nya suka lama, maklum aku punya bayi usia sepuluh bulan, aktif aktifnya merangkak. Dan jarang punya waktu buat ngetik.

__ADS_1


Aku ga maksa kalian suka sama cerita ini, kalau suka monggo kalau tidak ya silahkan. Aku berharap kalian selalu komen, biar aku tahu apa yang kalian rasakan saat membaca novel ini, karena komen kalian akan membantuku menjadi lebih baik.


Terimakasih


__ADS_2