
"Evan!!!"
Pria yang akan memiliki dua anak itu berhenti saat opa tua memanggil namanya. Dia berbalik dan menatap malas pria tua tersebut.
"apa??" tanya Evan malas
"ga ada!!"
"idih, ga jelas!!"
Danu melenggang memasuki rumah disusul oleh Evan. Metha dan Airin menyiapkan makan malam sementara Gio berada diruang tengah sedang bermain.
Beberapa saat kemudian, berbagai menu sudah terhidang diatas meja. Membuat semua orang berkumpul disana.
"masakan oma memang selalu enak" puji Gio sambil mengangkat jempolnya
"makasih sayang"
"bunda ga dipuji juga nih, bunda juga ikut masak lo"
"bunda juga yang terbaik"
Semua orang tersenyum, begitulah kebahagian kecil keluarga ini.
Setelah makan malam selesai, Danu dan Airin pamit pulang. Sedangkan Gio langsung menuju kamarnya, mungkin karena kelelahan membuatnya langsung terlelap begitu saja setelah naik ke kasur.
"eh, cepet banget tidurnya" ucap Metha yang sudah mendapati putranya terlelap, dia akan berbalik namun merasakan sebuah tangan melingkar di perutnya
Tanpa kata Evan menggendong istrinya menuju kamar, dia merebahkan Metha dengan pelan diatas ranjang. Pandangan Evan terus mengunci wajah cantik itu, wajah yang selalu dia lihat ketika bangun tidur, wajah yang selalu menemami hari harinya dan wajah yang selalu dia rindukan.
"kamu harus dihukum karena mengerjaiku" suara serak Evan terdengar manja namun menuntut, usapan lembut tangan pria itu mampu menghipnotis Metha. Ya, Evan memang selalu bisa membuatnya melayang bahkan hanya dengan sentuhan. Jujur Metha terbuai, dia bahkan mengeluarkan suara indah yang membuat jiwa Evan semakin bergelora.
Kecupan diberikan Evan berkali kali, sapuan lembut perlahan berubah menjadi lebih panas. Tangan Evan sudah bergerilya mencari titik titik favoritnya.
"emmhh" lenguhan Metha semakin memberinya semangat,
"you are mine to night" bisikan lembut Evan semakin membuat Metha meremang, dia tidak tahan, menurutnya Evan terlalu lamban dan mengulur waktu. Dengan tidak sabaran, Metha menarik kaos yang Evan kenakan, memberikan sentuhan sensual yang semakin membuat Evan hilang kendali.
"kali ini biarkan aku yang memberimu hukuman honey"
Evan membenamkan wajahnya diceruk leher sang istri, sesekali memberikan kecupan yang meninggalkan bekas. Bibirnya tak henti menyusuri setiap lekuk tubuh yang membuatnya candu.
__ADS_1
Evan memulainya dengan lembut, bergerak dengan santai namun pasti.
"kamu selalu membuatku candu sayang, aku suka saat kau sampai" ucapnya saat Metha baru saja Out pertama
Terus, terus dan terus, sepertinya Evan benar benar menghukum Metha. Wanita itu sudah beberapa kali mencapai titik puncak, sedangkan dirinya masih belum.
"kau suka sayang?" tanya Evan disela gerakannya
"yes, I always like you"
Evan tersenyum, gairahnya masih membara ditambah jawaban Metha yang semakin membuatnya bersemangat. Seakan tak ada puasnya, Evan masih betah dengan kegiatan surga dunianya. Hingga suara serak dan beratnya menandakan bahkan kegiatan mereka telah usai. Beberapa saat kemudian terdengar dengkuran halus yang menandakan jika istrinya telah tertidur, pasti Metha sangat kelelahan. Bathin Evan
Cup
"tumbuh sehat selalu sayang, ayah tidak sabar menanti kehadiranmu" ucap Evan sambil membelai perut Metha, dia menatap wanita yang dia cintai, wanita yang menjadi istri dan ibu dari anak anaknya
"aku beruntung memiliki kamu Met, kamu begitu berharga untukmu, kamu pelengkap hidupku, aku mencintaimu, sangat mencintaimu" Evan mengeratkan pelukannya pada Metha
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Evan terbangun ketika mendapat usapan lembut ditubuhnya. Dia mengerjapkan mata, dan yang pertama kali dia lihat saat matanya terbuka adalah istri cantiknya.
Cup
"jangan menggodaku pagi pagi sayang, aku masih mengantuk" gumam Evan pelan
"aku ingin sayang" bisik Metha, nafasnya bahkan berhembus tepat ditelinga Evan, membuat pria itu langsung merasakan gelenyar yang membuatnya meremang
"yang semalam kurang?" Metha mengangguk
Evan akui, sejak hamil, Metha memang semakin agresif. Dia bahkan sering berinisiatif meminta lebih dulu dan memimpin permainan. Tentu saja Evan menyukai hal itu, siapa coba yang mau menolak surga dunia.
"tap...."
Evan belum menyelesaikan ucapannya, Metha sudah memulai permainan.
"aku suka kamu yang seperti ini sayang, emmmhh....." bisik Evan
Pagi ini mereka kembali menyatukan cinta hingga lupa waktu,
...🍃🍃🍃🍃🍃...
__ADS_1
Tok tok tok
Metha yang tengah mengeringkan rambut berjalan menuju pintu dan membukanya.
"pa...." ucap Metha terkejut, pasalnya yang berdiri dihadapannya adalah papa mertuanya, pintu yang terbuka cukup lebar membuat Danu bisa melihat sekilas kondisi kamar sang putra yang berantakan, apalagi ditambah Evan yang masih tidur dengan tubuh bagian atas yang tak mengenakan pakaian.
"papa sudah lama?" tanya Metha canggung dan malu, pasalnya rambut Metha masih basah. Dia yakin jika mertuanya itu tahu apa yang terjadi
"hmmm" sahut Danu, dia berlalu dari hadapan Metha, kemudian berhenti dan berucap
"sarapan sudah siap, mama sudah masak"
"i....iya pa" Metha kembali masuk kedalam kamar, dia melirik jam yang ternyata sudah pukul 8 pagi, astaga....sungguh dia malu....sudah kesiangan, bahkan sarapanpun mama mertuanya yang masak.
Metha segera turun setelah mengeringkan lagi rambutnya.
"bunda lama sekali, Gio tadi makan duluan"
"ah...em...iya sayang, maaf bunda kesiangan" ucap Metha menghampiri mereka,
"ma, maaf aku kesiangan, dan maaf karena aku mama harus buat sarapan"
"ga papa sayang, tadinya kami mengetuk pintu, karena ga ada sahutan, jadi kami masuk pakai kunci cadangan"
"em..maaf ma"
"udah ga papa, kayak sama siapa saja deh, yuk makan dulu, Evan pasti masih tidur kan?"
"emm..iya ma"
Mereka sarapan dengan tenang, hingga tak lama, Evan muncul. Dia terlihat lebih segar dengan rambut yang sedikit basah, apalagi dengan gaya rambut barunya, sungguh terlihat jauh lebih tampan. Ditambah setelan jas kerja pas bodi, semakin menambah kesan tampan pada dirinya
"pagi semuanya" sapanya sembari tersenyum,
"bos yang baik itu pasti akan datang tepat waktu" sindir Danu, namun Evan tetap cuek memakan sarapannya
"yah, sebaiknya mulai nanti malam ayah tidul dikamal Gio"
"memangnya kenapa?" tanya Evan heran
"ayah seling banget digigit nyamuk besal, tuh lehel ayah melah melah!!"
__ADS_1
****
Ta... Da.... Malu tuh Metha.... Hahahahah,