Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Diluar Dugaan


__ADS_3

Lima Bulan Kemudian


Sah.....


Shanum masih merasa jika semua adalah mimpi, sekarang dia resmi menjadi istri Akmal. Pria yang tidak dia cintai, semua terjadi diluar dugaannya. Dan dia tak bisa berbuat apa apa selain menyetujui pernikahan ini.


Flash Back On


Shanum terus bekerja keras memulihkan perusahaan, segala cara dia lakukan untuk menstabilkan perusahaan, mulai dari mengirimkan berkas kerja sama pada beberapa perusahaan, meminjam dana pada bank untuk memulihkan keuangan perusahaan dan juga menyewa hacker handal untuk mengembalikan data data perusahaan. Usahanya sedikit membuahkan hasil, selama empat bulan bekerja keras akhirnya perusahaan milik ayahnya bisa perlahan naik.


Hingga dia dikejutkan dengan kedatangan Akmal dan ayahnya. Andre marah karena Ryan menceraikan putrinya, bahkan pria itu langsung menghilang begitu saja. Dan yang membuat Shanum lebih terkejut adalah ayahnya yang sudah menerima lamaran Akmal untuk menikahinya. Shanum menolak, namun ayahnya kali ini tak mau dibantah. Dengan tegas dia meminta Shanum menikah dengan Akmal. Ayahnya bahkan mengancam akan mengeluarkan Shanum dari silsilah keluarga jika dia menolak menikah dengan Akmal. Dengan terpaksa Shanum menyetujui pernikahan ini, setelah mas iddahnya selesai, dia langsung menikah dengan Akmal.


Flash Back Off


Setelah menikahkan putrinya, Andre langsung kembali ke luar negeri, dia menitipkan Shanum pada Akmal. Acara pernikahan mereka digelar dengan sederhana sesuai permintaan Shanum. Dan saat ini dia tengah berada dalam mobil bersama Akmal, entah kemana suaminya itu akan membawanya. Shanum bahkan tidak perduli, hidupnya terasa sudah tak berharga lagi.


Mereka sampai disebuah rumah mewah, namun rumah itu tampak sepi


"turun!!!" sentak Akmal, Shanum dibuat sedikit terkejut dengan perubahan sikap Akmal, tadi pria ini masih bersikap baik padanya


Akmal menyeret tangan Shanum keluar dari mobil, dengan kasar dia menarik Shanum untuk masuk kedalam rumahnya


"Mal, sakit...lepaskan"


Bugh


Shanum tersungkur setelah Akmal menghempaskannya dengan kasar dilantai


"kenapa kau menyakiti aku?" tanya Shanum menahan sakit dilututnya


"haha, itu semua tidak sepadan dengan perbuatanmu dulu, karena keegoisanmu, bundaku meninggal!!!, karena perempuan murahan sepertimu, aku kehilangan wanita yang paling aku sayangi, dan mulai sekarang kau akan merasakan penderitaan yang sesungguhnya!!"


"ap..apa maksudmu?" tanya Shanum dengan bergetar, dia tak tahu menahu masalah ini


"karena kau kabur, bundaku terkena serangan jantung!! Kau adalah pembunuh, kau wanita murahan yang telah membunuh bundaku!!!"


"tidak...tidak Mal, aku tidak membunuh tante Aisyah" Shanum berjalan mundur, dia tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar


"kau akan merasakan semua kesakitanku selama ini, akan kubuat hidupmu menderita!!"

__ADS_1


Akmal lagi lagi menyeret Shanum menuju kamar, dia menghempaskan wanita itu diatas ranjang.


"Mal, a....apa yang akan kau lakukan?" tanya Shanum ketakutan


"tenta menidurimu, bukankah kita sudah sah sebagai suami istri?" seringai menakutkan terlihat jelas diwajah Akmal


"jangan.... Mal, aku mohon jangan" ucap Shanuk mengiba


Akmal semakin marah, dia merobek baju Shanum dan mencengkram kuat rahang wanita itu


"rupanya kau lebih suka menjadi jalang dan merusak rumah tangga orang lain daripada melayani suamimu sendiri, aku akan menyedal telah menolakku!!!"


Akmal melepas ikat pinggangnya dan menyabetkannya pada punggung Shanum, membuat wanita itu menjerit kesakitan


" aku mohon lepaskan aku Mal" Shanum kembali memohon kepada Akmal


"layani aku!, bukankah kau adalah wanita jalang yang berhasil merebut suami orang? Aku yakin kau pasti pandai dalam memuaskan lelaki!" Shanum menggeleng, sungguh dia tidak mau melakukan hal ini


"Awhh sakit Mal, lepaskan" teriak Shanum kala Akmal menggigit bibirnya hingga berdarah


"layani aku, jika tidak kau akan semakin kesakitan!!"


"pantas saja suami Metha tergoda olehmu, rupanya kau jalang yang handal" Akmal membalik tubuh Shanum, dia melakukannya dengan kasar, bahkan Akmal tak membiarkan Shanum beristirahat hingga wanita itu benar benar kehabisan tenaga.


Setelah puas, Akmal segera berdiri dan mengambil sesuatu diatas nakas


"minum ini, jangan sampai kau mengandung anakku, aku tidak mau anakku lahir dari rahim seorang pembunuh sepertimu, dan ingat!!, jangan sampai ayahmu tahu hal ini, jika tidak, maka kau akan menanggung akibatnya!!!" ucapnya sambil melemparkan pil kb diatas ranjang, Akmal mengenakan celananya kembali lalu mendekat ke arah Shanum yang masih terkulai lemas


"kau harus siap kapanpun aku ingin, dan aku suka permainan liarmu" ejeknya lalu keluar dari kamar


*Ya Tuhan, kenapa semua ini terjadi padaku? Tidakkah kau sudah menghukumku kehilangan orang yanh aku cintai, kenapa kau masih menghukumku hidup bersama pria jahat itu, lirih Shanum sambil menangis


🍃🍃🍃🍃*


Metha tengah memandangi Evan yang sedang memasak sate ayam untuknya, hari ini Evan sengaja mengambil cuti untuk menemani istrinya selama seharian, nanti sore mereka juga akan memeriksakan kandungan Metha yang sudah berusia depalan bulan.


"pesanan ratu dan calon pangeran sudah siap" ucap Evan sembari membawa sepiring sate ayam pesanan Metha


"wah, kelihatannya enak" jawab Metha antusias, dia segera memakan sate yang Evan buat dan ya..rasanya begitu enak

__ADS_1


"bagaimana? Enak?"


"enak sekali, terima kasih honey" ucap Metha sambil mengecup pipi suaminya


"wah wah, menantu papa lagi makan apa?" tanya Danu yang baru datang bersama Airin


"makan sate ayam buatan suamiku pa, papa mau?" Evan melotot, bagaimana bisa istrinya dengan mudah menawari papanya, padahap dia yang bekerja keras membuatnya


"mau dong" ucap Danu, dia tahu kalau putranya tengah kesal padanya


"sudah habis" sahut Evan jutek


"masa sih yank, tadi aku lihat masih banyak" ucap Metha tak percaya


Airin hanya geleng geleng kepada melihat tingkah anak dan suaminya


"suami kamu kan selalu pelit pada papa sayang"


"jangan jadi kompor"


"emang iya kok" jawab Danu tak mau kalah


"ini, papa makan punya aku saja, masih banyak kok"


Evan mendelik


"sayang, aku masak khusus buat kamu sama calon anak kita, kok dikasih papa sih?"


"jangan pelit sama orang tua, kalau ga ada papa ga akan ada kamu mas"


"nah, betul banget kata menantu cantik papa" ucap Danu sambil mengunyah sate buatan Evan


"sudah sudah, kalian selalu saja seperti kucing dan anjing, sebaiknya kita makan siang saja, mama sudah masak banyak dari rumah" Airin segera memgeluarkan makanan dari dalam rantang


"wah, ayam bumbu bali" heboh Metha, itu adalah masakan kesukaan Evan yang dia suka juga selama hamil


"wah, ada capcay sosis juga, ada terong balado juga"


Airin hanya terkekeh melihat kehebohan menantunya, padahal hanya menu makan siang, tapi menantunya sudah sebahagia itu,

__ADS_1


Mereka berempat akhirnya makan bersama dengan riang dan hangat.


__ADS_2