Berlian Yang Tersisih

Berlian Yang Tersisih
Kau Methaku


__ADS_3

Sehari setelah pulang dari Perancis, Evan harus kembali ke kantor, pekerjaan yang telah ia tinggalkan, sekarang menuntutnya untuk diselesaikan. Metha telah menyiapkan segala keperluan suaminya seperti air untuk mandi, baju kantor dan juga sarapan. Ia sudah terbiasa melakukan hal itu kepada Ryan dulu. Dia juga terbiasa bangun pagi dan mengerjakan semuanya sendiri. Setelah semua siap keduanya sarapan bersama


"sayang kau akan ke Cafe atau ikut aku ke kantor?"


"aku akan ke Cafe, sudah lama aku tak kesana, sekalian memberikan oleh oleh untuk karyawanku, lagipula kalau aku ikut ke kantor, yang ada mas tidak akan konsen bekerja" Evan tersenyum, memang benar ucapan istrinya


"kau benar, tapi bagaimana kalau aku merindukanmu?"


"mas, kita bahkan masih duduk dan sarapan, jangan lebay ih"


"aku selalu rindu padamu sayang"


"dasar gombal, baiklah, nanti siang aku akan ke kantor dan membawakan makan siang untukmu"


Evan tersenyum manis mendengar hal itu, setelah sarapan, ia mengantar Metha ke Cafe lalu dia sendiri pergi ke kantor.

__ADS_1


********


"mbak Metha, sudah lama tidak kelihatan, kemana saja mbak?" tanya Aida, salah satu karyawannya


"aku ada kepentingan Da, oh ya ini ada oleh oleh, tolong bagikan ke yang lain juga"


"wah, terima kasih mbak, mbak memang ter...ba....ik, oh ya mbak, beberapa hari yang lalu suami mbak datang nyariin mbak" Metha tahu yang Aida maksud adalah Ryan, karena mereka tak tahu jika dia dan Ryan sudah bercerai


Mau apa dia mencariku, huh, dia pasti akan berulah jika tahu aku sudah menikah lagi, bathin Metha


"sama sama mbak"


Metha mengecek keuangan Cafe, persediaan bahan makanan dan juga menulis beberapa resep baru, setelah semuanya selesai, Metha ke dapur untuk membuat makan siang suaminya, 30 berkutat didapur, akhirnya dia selesai memasak dengan menu kesukaan Evan, setelah semuanya siap dalam wadah, Metha bergegas menuju kantor sang suami.


Metha turun dari taksi dan langsung memasuki lobi, dia tak perlu menanyakan dimana ruangan suaminya, karena Metha memang sering datang kemari, apalagi sejak Ryan meninggalkannya, hampir setiap hari ia kesini dan mengganggu Evan.

__ADS_1


"Metha"


Metha berhenti berjalan ketika mendengar namanya dipanggil, suara yang tidak ingin dia dengar sama sekali, suara pria yang telah menghianati dan meninggalkannya, bukannya pria itu berada di Bogor, kenapa sekarang ada disini?, dengan santai Metha berbalik dan menghadap Ryan


"kau memanggilku?" tanya Metha berpura pura


"jangan berpura pura lagi, meskipun penampilanmu berubah, tapi aku tahu bahwa kau adalah Methaku"


Methaku? Dasar tidak tahu malu, setelah dia menghianati aku, sekarang dia datang dengan santai dan mengatakan Methaku, kau akan sangat menyesal jika tahu aku sudah bersuami, Ryan. Gumam Metha dalam hati


"maaf, kau salah orang, aku bukan Metha, dan aku tak mengenal Metha, bukankah kita pernah bertemu waktu di Bogor dan kalau kau lupa, aku adalah kekasih bosmu"


"berkilahlah sekuat tenagamu, semua percuma bagiku dan aku yakin jika kau adalah Methaku" kekeh Ryan membuat Metha jengah,


"dengar ini baik baik tuan, pertama aku bukan Methamu, kedua aku adalah kekasih bosmu dan ketiga, jika pun aku adalah Methamu, aku akan berfikir ulang untuk kembali dengan pria yang memiliki dua istri!!" Metha tersenyum sinis melihat wajah Ryan

__ADS_1


__ADS_2