
Ryan pikir perceraiannya dengan Shanum akan berjalan mudah, nyatanya prosesnya begitu alot. Apalagi Shanum menolak keras perceraian ini. Ryan bahkan harus membayar ekstra pada pengacaranya agar perceraiannya cepat terlaksana. Sidang pertama Ryan tidak datang supaya perceraiannya cepat selesai, sayangnya Shanum kembali membuat sidang ditunda karena penolakan wanita itu.
Ryan sengaja bersembunyi agar tidak bertemu dengan Shanum, ia tahu jika wanita itu mencarinya. Bahkan menyuruh beberapa orang membantunya. Tapi Ryan tak kalah akal, dia tetap tak menampakkan batang hidungnya hingga persidangan cerainya selesai. Ryan berfikir untuk cepat mengakhiri kisahnya dengan Shanum.
Sidang kedua yang harusnya dilakukan mediasi pun gagal karena Ryan kembali menolak datang. Bahkan Shanum tak bisa berkutik saat hakim mengabulkan gugatan cerai Ryan, setelah berjalan satu bulan, akhirnya pengadilan memutuskan mereka resmi bercerai. Ada perasaan lega dihati Ryan, akhirnya dia terbebas dari Shanum, Ryan segera mengambil tas yang sudah dia siapkan beberapa hari yang lalu untuk pergi ke luar kota sesuai dengan rencananya.
Selamat tinggal Ibukota, selamat tinggal kenangan pahit dan selamat tinggal wanita yang kucintai, kita akan bertemu lagi nanti, aku janji akan berubah dan menjadi lebih baik, aku harap Tuhan memberiku kesempatan untuk bersamamu lagi Metha Safira Maharani, gumam Ryan dalam hati
🍃🍃🍃🍃🍃
Data perusahaan belum kembali, sekarang dia harus menyandang status janda. Sungguh Shanum tak pernah membayangkan hal ini, sebulan ini dia sudah berusaha membatalkan perceraiannya dengan Ryan, sayangnya hilangnya pria itu justru membuat perceraian dengan Ryan terlaksana. Terpuruk....itulah yang dia rasakan, diceraikan oleh orang yang dicintainya sungguh menyakitkan. Apakah ini karma karena dulu dia tega meninggalkan Akmal sehari menjelang hari pernikahan mereka.
Shanum terpuruk, sungguh, dia butuh seseorang untuk mengurangi beban hati dan pikirannya. Tidak mungkin dia mengatakan hal ini pada ayahnya, walaupun lambat laun pria itu akan mengetahuinya sendiri, tapi untuk saat ini biarlah ini menjadi rahasia dulu, apalagi kondisi ayah Shanum yang belakangan sedikit menurun, jika ditambah berita ini tentu kondisi ayahnya akan semakin turun. Masalah yang bertubi tubi membuat kepala Shanum serasa akan pecah, semua berjalan diluar kendalinya, rumah tangga yang ia harapkan berjalan bahagia nyatanya hanya bualan semata, jika ada kebahagian yang nyata dan indah, rasanya Shanum ragu untuk mempercayainya.
*Aku harus bangkit, masih banyak yang harus aku lakukan, khususnya menyelamatkan perusahaan ayah, aku tidak boleh terlalu lama terpuruk, setidaknya aku harus membuat perusahaan stabil terlebih dahulu, nanti jika semua sudah normal aku bisa mencari Ryan lagi, bathin Shanum
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃*
"jadi, mas mau meninggalkan aku selama seminggu keluar negeri?" tanya Metha manyun, pasalnya Evan baru mendapat kabar jika salah satu perusahaannya di luar negeri mengalami masalah dan dia harus turun tangan langsung untuk mengatasinya.
"hanya satu minggu sayang, aku tidak akan lama"
"ck, satu minggu itu lama" keluh Metha,
"aku akan berusaha agar masalahnya cepat selesai jadi sebelum satu minggu aku pasti akan kembali" Evan berusaha meyakinkan istrinya
"tentu saja sayang"
"baiklah, kau boleh pergi"
"terima kasih honey" Evan memeluk Metha erat, entah kenapa dia begitu enggan pergi, tapi perusahaannya membutuhkan dia
__ADS_1
"kapan mas akan berangkat?"
"besok sore" jawab Evan sendu
"hei, kenapa nada suara mas jadi seperti itu? Apa mas berat meninggalkanku?" goda Metha
"tentu saja, entah kenapa aku merasa.... ah sudahlah, yang jelas aku mencintaimu, kini, esok dan selamanya, kau adalah separuh nyawaku, hidupku dan duniaku, jaga diri baik baik, jaga dia juga untukku" Evan mengelus perut buncit Metha yang berusia tiga bulan
"mas, kenapa kata katamu seperti nada perpisahan, kau tidak akan meninggalkan aku kan?"
"tidak sayang, aku begitu mencintaimu, dan aku tak akan pernah meninggalkanmu apapun ang terjadi"
Metha memeluk Evan, menenggelamkan wajahnya di dada kekar itu, tempat ternyaman yang Metha punya
"aku mencintaimu"
__ADS_1
"aku juga mencintaimu, Metha Safira Maharani, sangat mencintaimu" lirih Evan