
Pagi ini Ryan dikejutkan dengan saham perusahaannya yang tiba tiba anjlok. Beberapa rekan bisnis membatalkan kerja sama. Alhasil dia harus menemui beberapa klien untuk membujuk mereka agar tetap mau bekerja sama dengan perusahaannya. Shanum juga membantu mengatasi hal ini, mereka bekerja keras mengatasi masalah ini.
Sementara dikantor Evan, pria itu tengah tersenyum. Dialah yang membuat saham perusahaan Ryan anjlok. Ini hanya hadiah kecil untuk Ryan karena masih menginginkan istrinya. Ryan belum tahu siapa Evan sebenarnya. Bahkan Metha sebagai istrinya tidak tahu Evan yang sesungguhnya.
Evan dikenal sebagai pengusaha di bidang periklanan. Tidak ada yang tahu jika Evan memiliki usaha di bidang lain. Bahkan dia merupakan pengusaha muda tersukses nomor 4 di Asia. Dia memiliki beberapa perusahaan diluar negeri. Perusahaan tersebut bergerak diberbagai bidang mulai dari properti, pariwisata, makanan, pakaian, juga obat obatan. Dua tahun berada diluar negeri karena patah hati membuat Evan menjadi pengusaha yang sukses. Dia memiliki beberapa orang kepercayaan yang menjalankan perusahaannya. Melalui kekuasaannya, hanya dengan menjentikkan jari, perusahaan Ryan bisa hancur dalam sekejab, tapi Evan tak melakukannya. Dia ingin tahu apa yang akan Ryan lakukan setelah ini. Jika pria itu masih macam macam, maka dia tak akan tinggal diam lagi.
"kenapa kamu senyum senyum sendiri?" tanya Metha yang baru masuk keruangan Evan, dia membawakan makan siang untuk suaminya
"kau sudah datang honey, kemarilah" Metha berjalan mendekati suaminya,
"kau tampak senang sekali, ada apa?"
"hanya sedikit berenang senang dengan mantan suamimu"
"kenapa memangnya?"
"dengan berani dia mengatakan masih menginginkanmu, jadi aku memberinya sedikit kejutan dengan membuat sahamnya anjlok"
__ADS_1
"hahah, seharusnya kau langsung membuatnya bangkrut sayang"
"kau serius menginginkan hal itu? Aku bisa langsung melakukannya" tanya Evan serius
"sudahlah, aku hanya bercanda, aku rasa itu sudah cukup untuknya, sebaiknya kita makan siang dulu, aku memasak makanan kesukaanmu"
Evan tak mampu menolak apapun yang Metha katakan, mereka makan siang dengan nikmat sesekali Metha menyuapi suaminya. Begitupun sebaliknya.
"sayang, kau tahu aku tidak tahan jika berdekatan denganmu" bisik Evan, dia sudah mengendus ceruk leher istrinya. Menurutnya Metha selalu membuatnya candu, bahkan sejak hamil, Metha semakin terlihat menarik dan semakin membuatnya tak tahan saat berdua bersamanya
"sayang emhh"
Evan semakin liar, tangannya bahkan sudah kemana mana, dia mengecup bibir ranum istrinya. Metha terbuai, dia membalas sentuhan suaminya. Evan sudah mode on, dia bahkan lupa mengunci pintu.
Saat mereka masih terlena dengan kegiatan mereka, pintu terbuka...keduanya kaget dan melirik siapa yang tengah mengganggu aktivitas mereka berdua
"kalian selalu tidak tahu tempat" ejek Danu, papa Evan, Metha mendadak malu, ini kesekian kalinya sang mertua memergoki mereka sedangkan Evan langsung berenggut,
__ADS_1
"tidak bisakah papa datang tepat waktu?" tanyanya kesal
"kalian saja yang tidak tahu waktu" jawab Danu tak mau kalah
"sayang, sebaiknya aku pulang dulu" ucap Metha
"tidak! Aku tidak mengijinkanmu pulang"
"wah wah, selain mesum rupanya kau sangat posesif dan protektif" sindir Danu
"terserahlah lah, dan karena papa ada disini maka aku minta tolong papa untuk menyelesaikan pekerjaanku hari ini" Metha mendelik mendengar Evan memerintah papanya
"ck, tidak mau, kau pikir papa siapa hingga papa harus membantumu"
"itu karena papa sudah mengganggu kesenanganku, ayo sayang" Evan menarik tangan Metha lalu keluar dari ruangannya
"hei, anak kurang ajar, mau kemana kau!!" Danu hanya mampu menghela nafas atas tingkah anak tunggalnya. Mau tak mau dia membantu Evan menyelesaikan pekerjaannya. Apes
__ADS_1