
pov Flora
aku lansung masuk ke mobilku dan meminta ammar mengebut menuju rumah di dalam perjalanan aku ceitakan keluh kesahku pada kakak kakakku
terlihat kakak kakakku ammar dan akbar geram
padahal aku kesana atas dasar baktianku sebagai istri untuk mas bram dan aku ini masih istrinya tapi sayang ketika aku yakin suamiku sudah akan berubah perasaanku salah dia justru menyakitiku lagi
"aku sudah putuskan kakak aku ingin cerai !".ucapku dengan lantang
aku kembali ke rumah orang tuaku dan memutuskan untuk tinggal disana
saat ini aku di penthouse membereskan pakaianku
pov Flora end
bram berniat mengejar Flora
"mas kamu mau kemana sih ?".sewot madia
"lilisa aku sudah ikuti mau kamu hargai aku sebagai suami aku akan menemui Flora ".ucap bram dengan kesal
dan meninggalkanya
madina kesal
para maid yang mendengar mereka bertengkar justru merasa senang bukan diam
bram menaiki mobilnya dan menuju penthouse Flora
ammar dan akbar membantu Flora merapikan pakaiannya dengan cepat mereka lansung pergi
setelah ammar dan akbar serta Flora pergi
bram ke penthouse Flora
mencarinya tidak ada jawaban Flora telah pergi dari penthouse miliknya
dan kerumah papa mamanya
•••
zayn dan anita mengelus kepala anak mereka Flora yang menangis di kamarnya
"maafin mama dan papa sayang andai kami selalu ada saat kalian tumbuh kejadianya tidak akan seperti ini ".lirih anita
ia dan zayn pergi dari kamar Flora
pranggg
ammar dan akbar sangat geram dengan harish setelah mengantar Flora ke rumah mereka mereka menciduk bram dan madina di mansion bram
flashback on :
BRAKKK
ammar dan akbar mendobrak pintu masion bram
madina dengan santainya sedang makan nastar dan main ponsel
dia tidak terkejut sama sekali dengan kehadiran kakak kakaknya
Plakkkk
tamparan di berikan oleh ammar pada madina
"bangsat kalian !".ucap madina
ia menampar balik ammar dan akbar tapi dengan cekatan ammar dan akbar menahan dan mencengkram lengan madina
"ahhh lepas sakit !".ucap madina
ammar dan akbar menghempaskan tangan madina dengan kasar
"kau bilang itu sakit kau tidak peduli perasaan papa mama dan Flora apa mereka sakit tentu mereka sakit !".bentak ammar
madina tertawa lepas
"aku tidak peduli pada mama atau papa atau perempuan sialan itu ".ucap madina
ammar dan akbar mengepalkan tangan
"kau memang tidak tahu diuntung ".bentak akbar
Kemarahan ammar dan akbar tidak bisa di bendung lagi
__ADS_1
"kau itu ..."
ucapan akbar terpotong oleh lirikkan ammar dan gelengan dari ammar
"mana suamimu ?".ucap ammar
"oh dia kami habis mandi bersama terus dia pergi mencari perempuan sialan itu saat kita mandi bersama perempuan sialan itu menggangu saja ".ucap madina tersenyum smirk
dan menyilangkan tangan
"kami tidak ada urusan denganmu madina kita bukan lagi saudara akan aku pastikan kau akan hidup penuh kesengsaraan ". bentak akbar menunjuk madina
ammar dan akbar pergi
madina hanya tersenyum smirk
•••
bram terus mencari Flora dia tidak menemukan Flora di apartemenya
"kemana aku harus cari kamu Flora ".ucap bram
sementara itu
"aku benci sama kamu mas ".lirih Flora meneteskan air mata saat ini ia ada di taman belakang rumahnya
"Flora ".ucap seseorang dari belakang
pria itu adalah harish
dia menawarkan sapu tangan Flora diam dan mengusap pipinya yang penuh air mata
harish duduk di sampingnya
"maafin aku ya Flora maafkan adikku dia memang seperti itu dari dulu seandainya kami saling akur aku pasti bisa mendidik dia ".ucap harish
"mas harish tidak salah aku yang salah aku salah pilih suami dan aku memang perempuan yang punya banyak masalah dalam hidup aku ".ucap Flora
" bolekah aku ajak kau ke suatu tempat ?".ucap harish
"kemana ?".tanya Flora
"aku akan membuat hatimu senang ".
"wah mobilmu bagus ".ucap Flora
"well i like fast furious ".ucap harish dia mengendarai mobilnya
harish mengajak Flora ke panti yayasan milik harish yang terlihat sangat mewah
"ini tempat apa ?".ucap Flora
"apa kau akan melakukan sesuatu padaku ?".panik Flora
harish terkekeh
"ya tuhan santai saja baca itu ".ucap harish menunjuk papan
"panti asuhan ".ucap Flora
mereka berdua turun
"besar dan mewah sekali panti asuhan ini ".ucap Flora
"ini panti asuhan buatanku aku adalah pemilik yayasan ini ".ucap harish
mereka disambut meriah dengan anak anak panti
harish memperkenalkan Flora pada anak anak panti
Flora sangat senang bertemu anak anak dia rasa bayinya juga aktif dia memegang perutnya dan memperbolehkan anak anak memegang perutnya
"wah tante dede bayinya kayaknya senang ".ucap anak panti
Flora tertawa dan tersenyum
harish senang melihat Flora tertawa dan tersenyum melupakan kesedihanya
"cantik sekali dia nak ?".ucap bibi panti pada harish
"dia memang cantik bi ".ucap harish tersenyum melihatnya
anak anak membawa Flora keliling taman dan kebun
Flora melihat mawar putih kesukaanya dia ingin mengambilnya tapi tangannya terluka terkena duri dan tidak jadi
__ADS_1
dia kembali bermain dengan anak anak
anak anak memberinya semangat
"tante kami lapar ayo kita makan bersama ".ucap anak panti
dirinya kembali ke dalam
"yah mbok masak lagi sakit kita terpaksa makan nugget sosis lagi deh ".ucap anak panti
Flora memiliki ide
"jangan makan itu terus kalian tunggu saja aku akan masak untuk kalian semua ".ucap Flora
Flora memasak banyak makanan di bantu bibi
dan dengan cepat menghidangkanya
harish datang membawa Flora mawar putih dan diberikan pada Flora
"mas harish ?".ucap Flora
"tadi kau ingin Flora ini bukan ambilah aku bawa ini untukmu dan aku petik sendiri ".ucap harish
Flora menerimanya dan mengucapkan terima kasih
mereka makan bersama
harish mencobai masakan Flora pertama kali
"ini semua buatanku mas harish cobalah ".ucap Flora
harish terkejut masakan Flora terasa sangat enak
"ini enak sekali Flora kau belajar dari mana ?".ucap harish
"aku belajar sendiri ".ucap Flora
para anak panti pun memuji masakan Flora
Flora tersenyum
( "dengan kau tersenyum seperti itu membuatku merasakan hal berbeda untukmu Flora ".ucap batin harish )
•••
bram mencari Flora ke mansion hendarto
ammar dan akbar sudah sampai duluan
"mau buat apa kau disini ? ".ucap zayn membaca koran
sementara ammar dan akbar di sebelah zayn melipat tangan dan menatapnya tajam
"aku mencari Flora aku yakin dia ada disini ?".ucap bram
"kau tidak perlu cari dia sebab kau tidak peduli padanya ".ucap dingin ammar
akbar menghempaskan akte pernikahan Flora bram dan madina
"kau menikahi adikku Flora tapi kau juga menyakitinya dengan selingkuh dan menikah dengan madina ".ucap dingin akbar
"aku perlu ketemu dengan Flora katakan dimana dia ?".ucap bram
"well bram kau salah besar sebab kau sudah mengsia - siakan dia ".ucap zayn menghempaskan korannya ke meja
" mau sampai kapanpun aku takkan menceraikan dia !".sarkas bram
"kau salah bram dalam hukum ataupun agama kau tidak boleh menikahi adik dan kakak sekaligus ".sarkas balik ammar
" aku akan tetap pertahankan Flora apapun keadaanya ".ucap bram
"Flora mengatakan pada kami jangan cegat aku pergi mas sebab kamu alasan aku pergi ". sarkas akbar
bram mengepalkan tangan dan pergi dati mansion hendarto
memasuki mobilnya dan mengendarainya dengan kecepatan penuh
dia memukul setir
"Ahhhhh berengsek ".teriak bram
"aku tidak akan membiarkan Flora pergi sebab aku masih mencintainya ".ucap bram
bahkan cincin nikahnya dengan Flora masih ia pakai di jarinya dia mengendarai dengan kecepatan penuh
__ADS_1