
•••
para Bridesmaid menemani Flora di kamar
Flora duduk di sofa
Nina di bawah bersama Tabhita
Sedangkan Asya.dan Vanessa di sampimg Flora
"aku tidak percaya ini kita akan selamanya menjadi saudara".ucap Nina
Flora tersenyum padanya
Vanessa dan Asya melihat Flora
Asya memegang tangan Flora
Begitu pula Vanessa
Flora melihat mereka bergatian dan tersenyum
Tabhita melihat Flora dengan senyum
"kau kuat Flora".ucap Tabhita
Flora tersenyum padanya
"kau sudah bisa melewati semuanya dengan baik".ucap Asya
"tak perduli apapun yang terjadi kami akan terus bersamamu".ucap Vanessa
Nina bertumpu dan menaruh dagunya di lutut Flora
"apapun yang terjadi kakak aku ingin kau selalu bahagia kau sudah membuatku bahagia bisa menyatukan kedua kakak kandungku dan aku tidak tahu bagaimana membalasnya kau sudah seperti kakak kandungku dan aku ingin kau bisa bahagia".ucap Nina
Flora menangis mereka berlima berpelukkan erat
Flora melepas pelukkanya
"aku rasa kejutan untukmu sudah datang".ucap Tabhita
"apa ?".tanya Flora
para Bridesmaid tersenyum mereka sudah tahu dari Tabhita dan Amran
Flora mengernyit ia salah mengira
"jangan bilang ini tentang apa yang harus aku lakukan setelah ini ?".ucap Flora
Semua menarik senyumnya dan tersenyum lebar
Mereka tertawa keras
"ya kami rasa begitu".ucap Asya
Flora menunduk tersenyum dia menarik senyumnya perlahan secara diam
"aku tidak sabar bertemu jodohku agar aku bisa melakukan itu".ucap Nina
"hei ! Bukankah kau sangat dekat dengan kakakku Akbar".ucap Flora
Semua tertawa
Nina jengkel mendengar nama Akbar
"aku sangat kesal dengannya jangan sebut namanya itu !".ucap Nina
"mengapa ? Dia masih di bawah bukan ? setidaknya ?".ucap Asya tersenyum
"dia itu.... Cute,Sweet,Caring tapi kadang tuh pelit dan menyebalkan dia selalu melihat wanita cantik !".tekan Nina
"kalau kakakku ?".tanya Tabhita
"kakakmu Amran dia tampan dan selalu tersenyum tapi entah kenapa aku mengira ia sama seperti Akbar seperti menatapku mesum waktu pertama kali !".ucap Nina
Semua terdiam saling melihat dan tertawa terbahak bahak
"apa yang kau bicarakan itu ?".tanya Vanessa tertawa
"aku bicara apa adanya memang begitu".ucap Nina
__ADS_1
Semua tertawa lepas
•••
Harish melihat Flora dari jauh ia bersandar dari kerangka pintu tersenyum
Ia menghampiri mereka yang tertawa
Semua melihatnya kecuali Nina
"Nina".lirih Harish
Nina terkejut melotot
"uppss ".ucapnya melihat kakaknya
"kakak".ucapnya tersenyum
Harish melihatnya tersenyum
Nina melihat para Bridesmaid
"apa yang kau bicarakan ?".tanya Harish
"tak ada.hanya masalah perempuan".ucap Nina
"kita rasa kita akan pergi untuk itu ".ucap Nina
Ia mengajak para Bridesmaid untuk pergi
Mereka semua bangkit dan pergi
•••
Harish dan Flora saling menatap dan tertawa
Harish mengulurkan tangan miliknya
Flora menerimanya dirinya berdiri
Harish tersenyum padanya dia memegang tangannya
Mereka saling berdekatan
Flora memegang dadanya
Hidung mereka saling nyatu
Mata mereka saling menatap dan menutup kemudian nafas mereka tersengal sengal
"aku tidak menyangka kau istriku sekarang".ucap Harish
Flora tersenyum
ia mengigit bibir bawah miliknya dan ia mengelus bibir Harish yang merah
Harish menatap Flora dengan penuh cinta ia melepas penutup kepala Flora dan membantunya melepas sanggulnya
Membiarkan rambut flora yang pendek yang terlihat mulai panjang tergerai
Dia memegang kedua pipi Flora dengan kedua tangan miliknya
Ia menyatukan hidung mereka
Flora menangis
"aku sangat mencintaimu aku tidak ingin kita terpisah".Lirih Flora menatap netra milik Harish
Harish membalas netranya dia menjawab
"aku takkan pernah berhenti mencintaimu aku selalu mencintaimu baik dalam diam sekalipun aku selalu menyebut namamu dalam hatiku".ucap Harish
Flora tersenyum ia terkekeh
Mereka berciuman
Harish melepas pangutan mereka berdua dan menggosok hidung mereka berdua
"aku mencintaimu selamanya".ucap Harish
"tak pernah sekalipun berhenti".ucap Flora
Mereka berciuman kembali
__ADS_1
Harish membuka retsleting di punggung Flora hingga ke bawah ia mengelus lembut punggung Flora
Flora terkejut ia menatapnya menangis dan ia mundur
"maafkan aku".ucap Flora
"kenapa ?".tanya Harish pelan
"ada apa ?".tanya Harish
Flora menangis
Dia duduk di tepi ranjang
Harish menukuk lututnya dia memegang tangan Flora
Flora tak bisa melakukan malam pertamanya dia yakin jika ia melakukan hubungan suami istri dengan Harish
Maka itu akan membahayakan Harish juga dia yakin dia tak bisa menahan sakitnya belum lagi dia juga sedang hamil
Dan Dia juga tak mau mengecewai Harish terus menerus atau membahayakan serta merepotkan Harish dia menyembunyikan ini selama beberapa hari
Harish melihatnya sendu dia tersenyum padanya
"aku sudah tahu".ucap Harish
"aku sangat mengecewakanmu ".ucap Flora
"aku tidak bisa menjadi wanita yang sempurna untukmu".ucap Flora
"apa yang kau bicarakan.kau tidak pernah mengecewaiku".ucap Harish
"tapi aku sangat mengecewaimu dan pernikahan kita karena penyakitku aku tak bisa melayanimu dengan baik sebagai seorang istri aku takut kau kecewa aku takut kau terluka aku tidak ingin kau selalu mengalah dan merasa bersalah ".ucap Flora dengan suara tangis
"hei !".ucap Harish
"kau tidak pernah mengecewai aku , siapapun atau bahkan dirimu sendiri dan pernikahan kita aku tidak pernah selama ini merasa di kecewakan olehmu ".ucap Harish
"apa yang akan kita lakukan sekarang aku penyakitan dan aku bahkan saat ini juga tengah mengandung dan itu bukan anakmu apa kau tidak jijik padaku ?".ucap Flora
Harish tersenyum
"Flora...".tegurnya
Flora menatap matanya
"mau seberapa banyaknya kekuranganmu aku akan tetap mencintaimu.aku akan tetap menemanimu dalam suka dan duka buatku kau akan selamanya dan tetap untukku".ucap Harish
Flora melihat netranya ia melihat kejujuran di mata Harish
Harish memegang perutnya yang buncit
"kau sedang hamil anakku anak yang ada di dalam perutmu ini anakku anak kita. dia tetap darahku orang tua tidak hanya melahirkan atau membuat dia ada dunia ini tapi dia juga membesarkan dan memberi cinta dan aku akan berikan anak kita cinta ".ucap Harish
"meskipun aku tidak bisa punya anak darimu sekalipun itu tak apa karena apa karena aku hanya ingin bisa bahagia bersamamu".ucap Harish
Flora tersenyum padanya
"kemarilah".ucap Flora
mereka berciuman lembut
Flora mengelus rahang Harish
"aku sangat mencintaimu aku tak ingin kita terpisah".ucap Flora
Harish tersenyum
"kita tak pernah terpisah selamanya".ucap Harish
Harish memberikan laporan hasil pemeriksaan beberapa bulan ini
"ini hasil laporanmu ini hadiah dari Bram untuk kita".ucap Harish
Flora membukanya ia membaca isinya dan terkejut
"kau kuat Flora,kau adalah wanita yang tangguh dan hebat itu sebabnya aku mencintaimu".ucap Harish
Flora melihatnya ia menangis dan tertawa bersama Harish
Mereka berciuman lembut
Harish memeluknya
__ADS_1
Flora menangis memeluknya