Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 56


__ADS_3


•••


para Bridesmaid menemani Flora di kamar


Flora duduk di sofa


Nina di bawah bersama Tabhita


Sedangkan Asya.dan Vanessa di sampimg Flora


"aku tidak percaya ini kita akan selamanya menjadi saudara".ucap Nina


Flora tersenyum padanya


Vanessa dan Asya melihat Flora


Asya memegang tangan Flora


Begitu pula Vanessa


Flora melihat mereka bergatian dan tersenyum


Tabhita melihat Flora dengan senyum


"kau kuat Flora".ucap Tabhita


Flora tersenyum padanya


"kau sudah bisa melewati semuanya dengan baik".ucap Asya


"tak perduli apapun yang terjadi kami akan terus bersamamu".ucap Vanessa


Nina bertumpu dan menaruh dagunya di lutut Flora


"apapun yang terjadi kakak aku ingin kau selalu bahagia kau sudah membuatku bahagia bisa menyatukan kedua kakak kandungku dan aku tidak tahu bagaimana membalasnya kau sudah seperti kakak kandungku dan aku ingin kau bisa bahagia".ucap Nina


Flora menangis mereka berlima berpelukkan erat


Flora melepas pelukkanya


"aku rasa kejutan untukmu sudah datang".ucap Tabhita


"apa ?".tanya Flora


para Bridesmaid tersenyum mereka sudah tahu dari Tabhita dan Amran


Flora mengernyit ia salah mengira


"jangan bilang ini tentang apa yang harus aku lakukan setelah ini ?".ucap Flora


Semua menarik senyumnya dan tersenyum lebar


Mereka tertawa keras


"ya kami rasa begitu".ucap Asya


Flora menunduk tersenyum dia menarik senyumnya perlahan secara diam


"aku tidak sabar bertemu jodohku agar aku bisa melakukan itu".ucap Nina


"hei ! Bukankah kau sangat dekat dengan kakakku Akbar".ucap Flora


Semua tertawa


Nina jengkel mendengar nama Akbar


"aku sangat kesal dengannya jangan sebut namanya itu !".ucap Nina


"mengapa ? Dia masih di bawah bukan ? setidaknya ?".ucap Asya tersenyum


"dia itu.... Cute,Sweet,Caring tapi kadang tuh pelit dan menyebalkan dia selalu melihat wanita cantik !".tekan Nina


"kalau kakakku ?".tanya Tabhita


"kakakmu Amran dia tampan dan selalu tersenyum tapi entah kenapa aku mengira ia sama seperti Akbar seperti menatapku mesum waktu pertama kali !".ucap Nina


Semua terdiam saling melihat dan tertawa terbahak bahak


"apa yang kau bicarakan itu ?".tanya Vanessa tertawa


"aku bicara apa adanya memang begitu".ucap Nina

__ADS_1


Semua tertawa lepas


•••


Harish melihat Flora dari jauh ia bersandar dari kerangka pintu tersenyum


Ia menghampiri mereka yang tertawa


Semua melihatnya kecuali Nina


"Nina".lirih Harish


Nina terkejut melotot


"uppss ".ucapnya melihat kakaknya


"kakak".ucapnya tersenyum


Harish melihatnya tersenyum


Nina melihat para Bridesmaid


"apa yang kau bicarakan ?".tanya Harish


"tak ada.hanya masalah perempuan".ucap Nina


"kita rasa kita akan pergi untuk itu ".ucap Nina


Ia mengajak para Bridesmaid untuk pergi


Mereka semua bangkit dan pergi


•••


Harish dan Flora saling menatap dan tertawa


Harish mengulurkan tangan miliknya


Flora menerimanya dirinya berdiri


Harish tersenyum padanya dia memegang tangannya


Mereka saling berdekatan


Flora memegang dadanya


Hidung mereka saling nyatu


Mata mereka saling menatap dan menutup kemudian nafas mereka tersengal sengal


"aku tidak menyangka kau istriku sekarang".ucap Harish


Flora tersenyum


ia mengigit bibir bawah miliknya dan ia mengelus bibir Harish yang merah


Harish menatap Flora dengan penuh cinta ia melepas penutup kepala Flora dan membantunya melepas sanggulnya


Membiarkan rambut flora yang pendek yang terlihat mulai panjang tergerai


Dia memegang kedua pipi Flora dengan kedua tangan miliknya


Ia menyatukan hidung mereka


Flora menangis


"aku sangat mencintaimu aku tidak ingin kita terpisah".Lirih Flora menatap netra milik Harish


Harish membalas netranya dia menjawab


"aku takkan pernah berhenti mencintaimu aku selalu mencintaimu baik dalam diam sekalipun aku selalu menyebut namamu dalam hatiku".ucap Harish


Flora tersenyum ia terkekeh


Mereka berciuman


Harish melepas pangutan mereka berdua dan menggosok hidung mereka berdua


"aku mencintaimu selamanya".ucap Harish


"tak pernah sekalipun berhenti".ucap Flora


Mereka berciuman kembali

__ADS_1


Harish membuka retsleting di punggung Flora hingga ke bawah ia mengelus lembut punggung Flora


Flora terkejut ia menatapnya menangis dan ia mundur


"maafkan aku".ucap Flora


"kenapa ?".tanya Harish pelan


"ada apa ?".tanya Harish


Flora menangis


Dia duduk di tepi ranjang


Harish menukuk lututnya dia memegang tangan Flora


Flora tak bisa melakukan malam pertamanya dia yakin jika ia melakukan hubungan suami istri dengan Harish


Maka itu akan membahayakan Harish juga dia yakin dia tak bisa menahan sakitnya belum lagi dia juga sedang hamil


Dan Dia juga tak mau mengecewai Harish terus menerus atau membahayakan serta merepotkan Harish dia menyembunyikan ini selama beberapa hari


Harish melihatnya sendu dia tersenyum padanya


"aku sudah tahu".ucap Harish


"aku sangat mengecewakanmu ".ucap Flora


"aku tidak bisa menjadi wanita yang sempurna untukmu".ucap Flora


"apa yang kau bicarakan.kau tidak pernah mengecewaiku".ucap Harish


"tapi aku sangat mengecewaimu dan pernikahan kita karena penyakitku aku tak bisa melayanimu dengan baik sebagai seorang istri aku takut kau kecewa aku takut kau terluka aku tidak ingin kau selalu mengalah dan merasa bersalah ".ucap Flora dengan suara tangis


"hei !".ucap Harish


"kau tidak pernah mengecewai aku , siapapun atau bahkan dirimu sendiri dan pernikahan kita aku tidak pernah selama ini merasa di kecewakan olehmu ".ucap Harish


"apa yang akan kita lakukan sekarang aku penyakitan dan aku bahkan saat ini juga tengah mengandung dan itu bukan anakmu apa kau tidak jijik padaku ?".ucap Flora


Harish tersenyum


"Flora...".tegurnya


Flora menatap matanya


"mau seberapa banyaknya kekuranganmu aku akan tetap mencintaimu.aku akan tetap menemanimu dalam suka dan duka buatku kau akan selamanya dan tetap untukku".ucap Harish


Flora melihat netranya ia melihat kejujuran di mata Harish


Harish memegang perutnya yang buncit


"kau sedang hamil anakku anak yang ada di dalam perutmu ini anakku anak kita. dia tetap darahku orang tua tidak hanya melahirkan atau membuat dia ada dunia ini tapi dia juga membesarkan dan memberi cinta dan aku akan berikan anak kita cinta ".ucap Harish


"meskipun aku tidak bisa punya anak darimu sekalipun itu tak apa karena apa karena aku hanya ingin bisa bahagia bersamamu".ucap Harish


Flora tersenyum padanya


"kemarilah".ucap Flora


mereka berciuman lembut


Flora mengelus rahang Harish


"aku sangat mencintaimu aku tak ingin kita terpisah".ucap Flora


Harish tersenyum


"kita tak pernah terpisah selamanya".ucap Harish


Harish memberikan laporan hasil pemeriksaan beberapa bulan ini


"ini hasil laporanmu ini hadiah dari Bram untuk kita".ucap Harish


Flora membukanya ia membaca isinya dan terkejut


"kau kuat Flora,kau adalah wanita yang tangguh dan hebat itu sebabnya aku mencintaimu".ucap Harish


Flora melihatnya ia menangis dan tertawa bersama Harish


Mereka berciuman lembut


Harish memeluknya

__ADS_1


Flora menangis memeluknya


__ADS_2