
keesokan harinya
Flora saat ini tampil cantik di acara pesta keselamatannya dan anaknya bersama keluarganya Harish belum datang
di mansion Harish
Harish bersiap ke acara selamatan anak bunga
"apa kau siap Harish bertemu dengan Bram lagi ?".tanya Lucifer di belakangnya
Harish berbalik
"aku tidak pernah takut padanya dan aku siap bertemu dia kapan saja ".ucap Harish
Lucifer tersenyum
ia pergi bersama Lucifer ke mansion Hendarto
di mansion Hendarto
pengajian di mulai keberadaan Bram di bisikkan oleh para tamu
"kemana si Bram ?".bisik tamu
"kasihan ya Flora lagi hamil suaminya gak ada ".bisik tamu lainnya
baik Flora atau keluarga Flora tutup mulut
"kenapa kamu gak bisa adil buat aku dan anak kita mas ".gumam bunga
"sabar Flora ".ucap Akbar menenangkan adiknya
Ammar menahan amarah sambil mengepalkan tangan
•••
Harish dan Lucifer datang ke mansion Hendarto
semua orang menyambut mereka dengan ramah pengajian di mulai
Harish duduk diantara keluarga hendarto
"baik Dimana ayah si bayi ?".ucap MC
semua orang berbisik dan melirik
"suaminya sedang sibuk di luar kota biar saya saja yang menggantikan ".ucap Ammar
"baiklah ".ucap MC
pengajian di mulai
( kurang ajar kamu Bram bahkan pengajian untuk anak kamu sendiri kamu gak Dateng .ucap batin Harish )
•••
sementara itu Bram sedang di rumah sakit
"tolong selalu sama istrinya ya pak jangan buat istrinya banyak pikiran mungkin ini bawaan bayi.".ucap dokter itu kemudian pergi
"mas kamu denger sendiri kan kamu harus terus sama aku kamu tahu kan anak kita maunya sama kamu ".ucap Madina ketus
Bram memeluknya
"aku janji aku akan sama kamu terus jangan banyak pikiran kasihan anak kita ".ucap Bram
Madina tersenyum smirk dan penuh kelicikkan
dia sengaja membuat dirinya sakit dengan berendam lama dan masuk angin dia tidak ingin Bram ke pengajian anak Flora dan ingin Bram seutuhnya
•••
kembali ke Flora pengajian di rumahnya telah berakhir
"sudahlah Flora lupakan lelaki itu kau juga akan bercerai darinya !".ucap Zayn
Anita menenangkan Flora yang sedih
"papa sudahlah jangan buat Flora kepikiran terus kasihan dia ".ucap Akbar
"sudahlah pah sabar ".ucap Ammar menenangkan Zayn
"maafin aku pah mah aku terlalu berharap sama dia seharusnya aku tidak perlu berharap sama dia tapi mau bagaimanapun anak yang aku kandung ini butuh bapak dan aku mau ketika anakku lahir nanti bapaknya ada buat dia tapi kayaknya Bram gak bisa ".ucap Flora meneteskan air mata
__ADS_1
seluruh anggota keluarga Hendarto memeluknya dan menenangkanya
"kak Akbar berhentilah mengejar gadis bodoh dan seksi jangan sampai kau seperti Bram ".ucap bunga
"kurang ajar kau bicara aku bukan pengecut lah ".ucap Akbar
mereka semua saling tertawa
seluruh keluarga Hendarto memutuskan untuk menghibur Flora dengan mengajaknya ke pantai dan villa milik mereka
Flora menikmati suasana pantai yang indah dengan ombak dan angin sepoi sepoi mengibaskan rambut panjangnya
Harish berdiri di sampingnya
"boleh aku duduk di sampingmu ?".ucap Harish
"silakan ".ucap bunga
Vanessa dan Lucifer juga ikut karena ajakan Flora keluarga Flora menyetujuinya supaya bisa menghibur Bunga
"kau suka pantai ?".ucap Harish
"ya pantai itu menenagkan pikiran i like it ".ucap Flora tersenyum padanya
Harish membalasnya dengan senyuman padanya
mereka saling tersenyum dan menatap laut
"kau mau aku kasih pekerjaan ?".ucap Harish
"apa kau ingin perbudak aku !".pekik bunga
Harish tertawa terbahak-bahak
"lihatlah ke sana ".ucap Harish
Bram menunjuk anak anak kecil dengan kepala suku adat yang ada disana sedang melukis
"ikutlah ".ucap Harish bangun dan memberitangannya
Flora menerima tanganya dan kesana
mereka bersama anak anak suku itu melukis Flora melukis lautan dengan sangat cantik
"wah gambar apa yang kalian buat itu ?".tanya Ammar
"kakak ".ucap Flora tersenyum
Akbar melihat gambar Harish dan tersenyum padanya
saat malam hari tiba mereka semua berkumpul menikamati sunset bersama dan menari bersama di tengah tengah api unggun dan bernyanyi bersama
Lucifer memperhatikan tawa Vanessa
"kenapa kau melihatku begitu !".ketus Vanessa
"tidak kau cantik ".ucap Lucifer tersenyum
Vanessa terkejut
"jangan berani kau menggodaku aku sudah ada yang punya !".ketus Vanessa
"oh ya kita lihat saja nanti ".ucap Lucifer tersenyum smirk
sementara yang lain pada tertawa karena aktivitas mereka
•••
kembali ke Bram
Bram tengah di ranjang bersama Madina Bram mengelus kepala Madina
"mas kok aku pengin jalan jalan ya ".ucap Madina
"kamu mau kemana pasti aku kabulin ?".ucap bram
"gimana kalau kita sekarang aja perginya aku sama kamu ke Paris aku itu pengin banget ke menara Eiffel ".ucap Madina
Bram tersenyum
"ok ".ucap Bram
Madina senang mereka berciuman dan bermesraan
__ADS_1
Mereka kembali melakukan hubungan badan alias perang ranjang dengan senang dan ria
Bahkan Madina dan Bram sama sama meninggalkan begitu banyak bekas percintaan di tubuh mereka
setelah itu mereka lansung siap siap ke jet pribadi milik Bram
dan pergi ke Paris Bram pergi tanpa merasa bersalah pada Flora dan izin dari Flora bersama Madina ia pergi dengan senang dan antusias
•••
Kembali ke Flora ia masih termenung dia duduk diatas pasir putih dan menghadap laut rasanya sulit melepas Bram dari ingatannya Harish mendekatinya dan duduk di sebelahnya
"Jangan ganggu aku ".ucap Flora
"Kenapa ?".tanya Harish
"Aku sedang ingin sendiri ".ucap Flora
Harish memberi hasil lukisannya
Flora menerimanya
"Aku tidak tahu mau lukis apa jadi aku lukis wajahmu ".ucap harish
"Waw ini sangat cantik bagaimana kau bisa melakukanya ?".tanya bunga
Harish tersenyum
"Semua punya bakat masing masing sayang ".ucap Harish
"Sayang !".pekik Flora
Harish tertawa
"Sayang sayang memang aku sayang kamu !".ucap Flora
Flora menggerutu kesal dan memberi pasir pada rambut Harish
Harish biasa saja
Mereka kemudian saling tertawa
Zayn dan Anita melihat itu senang Flora bisa kembali ceriwis seperti sedia kala
Selesai dari kejadian itu
Harish mendapat telepon dari anak buahnya bahwa Bram dan Madina di Paris liburan
"Brengsek ".pekik Harish
📞 : kau terus ikuti dan pantau dia mengerti !.Harish
📞 : baik tuan .anak buah Harish
panggilan pun dimatikan
Flora termenung memandang lautan dan menekuk lututnya
saat ini sedang bakar Bakaran
"Flora ".ucap Akbar disampingya memberi jagung bakar
Flora menerimanya
Akbar pergi membiarkan adiknya tenang terlebih dahulu
Harish datang di samping bunga
"kau mau apa lagi kau disini mas ?".ucap bunga
"ya aku ingin duduklah kalau aku gak duduk nanti aku dikira ambeien atau bisul lagi ".ketus Harish
Flora tertawa lepas
"astaga sakit perutku ok baiklah jika kau ingin duduk silakan ".ucap bunga
Harish duduk di sampingnya sambil makan jagung bakar dengan bunga
mereka melihat pasang surut laut dengan malam yang indah
"apakah kau bisa berselancar ?".tanya bunga
"bisa.kenapa ?".tanya Harish
__ADS_1
Flora tersenyum