Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 60


__ADS_3

Flora menyambut anak anaknya yang baru saja turun dari mobil dan datang dari pintu


"mama".ucap si kembar cadel


Mereka berjalan dengan langkah mungil dan tubuh yang gempal serta pipi yang terasa akan tumpah di setiap mereka berjalan


Flora memeluk anak anaknya


Harish datang di belakang Flora mengelus kepala anak anaknya


Bram masuk melangkahkan kakinya ia tersenyum


Harish berpelukkan dengan Bram


"bagaimana harimu ?".ucap Harish


"aku baik baik saja".ucap Bram tersenyum padanya


baik Flora dan Bram melakukan Co Parenting mereka sama sama membagi dua hak asuh si kembar Bram boleh mengambil si kembar selama ia masih punya waktu dan bebas dari pekerjaanya


Harish menyetujuinya lagipula jika si kembar bersama Bram ia merasa bebas dan bisa bersama Flora melakukan apa saja 😏 🤣


Flora melepaskan pelukkannya pada anak anaknya


"kalian senang".ucap Flora tersenyum


Si kembar tersenyum dan mengangguk


"apa kalian tidak memberikan pelukkan untuk uncle papa ?".ucap Harish


Si kembar melihatnya tersenyum


Mereka segera ke Harish dan memeluk kakinya


Harish segera menekuk tubuhnya dan memeluk si kembar


Si kembar mengelus bulu halus di rahang Harish tertawa


"mereka menyukai bulu halus rupannya".ucap Harish


Bram dan Flora tertawa


•••


Flora bermain bersama anak anaknya di taman


Bram dan Harish melihatnya terduduk di tempat duduk


"aku akan pindah".ucap Bram tanpa melihat Harish


"kau akan kemana memangnya ?".tanya Harish


Bram melihat kakaknya


"aku berencana untuk memulai hidup baru. kau tahu maksudku".ucap Bram


Harish melihat Bram dia tahu apa maksud Bram


"kau ingin mencari suasana baru ?".tanya Harish


Bram mengangguk

__ADS_1


"aku akan kembali ke bisnis lama kita dahulu".ucap Bram


Harish melihatnya menghela nafas


"jaga dirimu baik baik selama kau di sana mengambil alih".ucap Harish


Mereka berpelukkan


•••


Bram melihat anak anaknya yang terlelap di ranjang kamar karena meminum susu dan kelelahan ia memegang pipi mereka


"kau akan pergi ?".tanya Flora


Bram melihatnya


"ya".ucapnya


mereka saling canggung


"jaga mereka Flora beritahu aku jika terjadi apa apa".ucap Bram


Flora hanya tersenyum padanya


Mereka berpelukkan


Walaupun mereka sudah berpisah tapi itu tidak mengubah bahwa mereka memiliki tanggung jawab masing masing sebagai orang tua anak anak mereka dan mereka masih memiliki hubungan layaknya saudara karena mereka saat ini adalah kakak dan adik ipar walaupun berstatus mantan suami istri


Harish dan Flora melambaikan tangan mereka ke Bram yang sedang berada di mobil dan akan pergi


Bram tersenyum pada mereka dan melambaikan tangan ia pergi membawa kendaraan roda empat miliknya


•••


"kau tahu Flora aku sangat sedih sebenarnya".ucap Harish


"kenapa ?".ucap Flora bersender di dada bidang milik Harish tanpa melihatnya


Harish melihatnya tersenyum


Flora melihatnya


"aku sedih karena Bram pergi dan anak anakmu di sini sehingga menganggu kita untuk membuat adik untuk mereka".ucap Harish


Flora memukul dada Harish


Mereka saling tersenyum dan tertawa


"kau ini suka sekali membuat anak !".ucap Flora


Harish tersenyum dan terkekeh


"memangnya kenapa kalau kita suka membuat anak bukankah itu enak ?".goda Harish melihatnya


Flora memegang tengkuk suaminya tersenyum


Mereka berciuman lembut di bibir bertubi tubi


Harish membalik posisi kini Flora menindih tubuhnya mereka kembali saling ******* dan terkekeh bersama


•••

__ADS_1


Di mansion Al Siddiq


Anita di kamarnya melihat foto anak anaknya dari kecil hingga besar ada foto Madina juga di sana


Ia mengambil foto Ammar dan Akbar remaja menggendong Flora saat bayi


ia mengambilnya mengelusnya dan memeluknya di dadanya


Ia menaruhnya kembali dan melihat foto Madina dan mengambilnya


Ia terduduk di atas tepi ranjang menintikkan air mata miliknya dan mengelus foto Madina


Memang benar Madina bersalah dan kesalahannya sangat fatal dan tidak bisa di maafkan namun Madina juga anaknya anak yang ia besarkan sejak dulu dan ia lahirkan


Zayn melihatnya sendu di balik kerangka pintu ia menutup pintu pelan dan ke arah istrinya dan duduk di samping Anita


Ia mengenggam tangannya


"Madina".lirih Zayn


"kesalahannya sangat fatal dan tidak bisa di maafkan aku yang salah karena tidak bisa mendidik anak anak kita".ucap Anita


"hei".tegur Zayn


Anita melihatnya dan menangis


"anita.kau tidak boleh berkata seperti itu aku tidak pernah menyalahkanmu dalam apapun itu kau istriku bagaimana kau bisa menganggap kau salah".ucap Zayn


"tapi itu kenyataanya Zayn aku yang salah karena aku sangat takut hari itu dan aku egois".ucap Anita


Zayn memegang dagu Anita


"40 tahun kita bersama apakah aku tidak mengenalmu dan mencintaimu ?".tanya Zayn


Anita terdiam


"aku selalu mencintaimu 42 tahun kita bersama aku selalu mencintaimu aku tahu aku pernah melakukan kesalahan dahulu namun aku sadar kau adalah wanita yang paling baik dalam hidupku aku sadar itu.kau memberikanku banyak orang anak dan memberikan aku segalanya aku sangat mencintaimu dan bangga padamu".ucap Zayn


Anita tersenyum dan menangis


Zayn menciumnya dan memeluknya Anita bersandar di dada suaminya


"tak terasa sudah lebih dari 42 tahun kita bersama".ucap Anita


Zayn tersenyum


Mereka melihat semua foto anak anak mereka dari waktu ke waktu


•••


Harish tertidur dengan tengkurap dan telanjang punggung


Flora terbangun dia memakai pakaian dress hitam tipis dia ke kamar mandi mengusap embun kaca dinding dan melihat dirinya di kaca dinding


Dia mengelus perut miliknya yang rata


Dia terbatuk keras


TES


Sebuah darah tergenang di wastafel dan larut bersama air

__ADS_1


__ADS_2