Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 40


__ADS_3

Harish membawa kabur nina


saat ini nina di mansion harish dia duduk di meja makan


"makanlah aku tidak tahu apa yang kau sukai jadi aku pesan dan siapkan sebanyak ini ".ucap harish


nina mengambil sandwich dan memakannya pelan


"its okay ".


"jangan takut sama aku ".


"siapa anda ?".tanya nina


harish tersenyum


"kau akan tahu ".ucapnya


nina ketakutan


untungnya ada mbok menemaninya di sampingnya dan berusaha menenangkanya


••••


keesokan harinya


Flora terbangun bersama Aaliyah


Flora memandikan Aaliyah


mereka sarapan bersama


ammar dan asiye belum bangun


Flora menata makanan


"tante oma , opa , om aku mau ketemu bunda dan ayah ".ucapnya diatas meja makan


"jangan dulu ya sayang bunda dan ayah lagi sibuk ".ucap akbar


"emang bunda dan ayah sibuk apa sih !".


semua melirik tajam akbar


"jangan bicara yang tidak tidak pada anak kecil bodoh !".sindir bunga


"kontrol mulutmu akbar ".bisik zayn


"akbar ".tegur anita


akbar menunduk


semua menahan tawa


aaliyah turun dari kursi dan berlari dari meja makan


menuju kamar ammar dan asiye


ammar dan asiye tertidur sambil berpelukkan dan tersenyum bersamaan


"good morning wife ".ucap ammar


"good morning to husband ".ucap asiye


mereka berciuman dari belakang


TOK


TOK


TOK


"ayah bunda ayo turun kita makan ".ucap Aaliyah dari luar


mereka tertawa


"sebentar ya sayang kamu duluan aja ayah sama bunda lagi ....


asiye membungkam mulut ammar dengan tanganya


"iya sayang sebentar ya ini lagi siap siap ".ucap asiye


suara Aaliyah tak lagi terdengar


asiye membuka bungkaman tangannya di mulut ammar


"ayo cepat mandi dan siap siap !".perintahnya


ammar terkekeh


asiye ke kamar mandi untuk mandi


ammar memperhatikanya dengan senyum


ammar dan asiye menyusul ke meja makan dan makan bersama keluarganya


•••


selesai makan Flora pamit pada keluarganya dia akan kemoterapi di temani ammar dan akbar


"mama papa aku berangkat dulu ya ".

__ADS_1


"kau yang kuat ya Flora ".ucap sendu anita


mengelus putrinya


"maafkan papa dan mama gak bisa menemani kamu selama kemoterapi tapi papa janji besok jika kamu kemoterapi kami akan menemanimu ".ucap zayn


zayn dan anita tidak bisa menemani Flora karena zayn ada janji dengan dokter yang menangani kasus penyakit paru paru anita


Flora pergi bersama ammar dan akbar


di mobil


"kapan kau akan menyusul kak ammar kak ?".tanya bunga


"aku .aku tunggu saja ".ucap akbar sambil menyetir


Flora terkekeh bersama ammar yang berada di samping akbar


"kau itu tidak akan pernah tobat !".sindir ammar


Flora yang di belakang tertawa


Aaliyah dan asiye juga ikut menemani bunga


asiye juga tertawa


"memangnya uncle akbar ada dosa apa ? sampai gak bisa tobat ".tanya Aaliyah


semua saling melirik dan tertawa terbahak bahak


Flora batuk dan mengambil sapu tangannya di tas dia muntah darah dia menyembunyikanya dari semua orang


"Flora ada apa ?".tanya asiye


Flora tersenyum dan mengatakan tidak apa


"sebenarnya aku penasaran dengan dokter kemoterapimu itu siapa namanya ?".tanya akbar


Flora tertawa


"dokter tabhita maksudmu ?".ucap bunga


semua terkekeh


"btw Flora kau tahu harish itu baik dia mempertemukan dirimu dengan dokter tabhita untuk menyembuhkan penyakitmu ".ucap Asiye


suasana jadi canggung


ammar dan akbar saling lirik


"aku takkan bisa sembuh asiye ".ucap batin bunga


akbar tetap menyetir


Flora tersenyum pada asiye


sesampainya di rumah sakit


Flora ber pas pasan dengan harish


"Flora ".lirih harish


Flora menundukkan kepala


"hei mas harish ".ucapnya


harish ingin sekali Flora menatapnya


"tataplah aku Flora ".batin harish


"ada apa mas ?".tanya Flora menolehnya


"aku kesini karena aku harus memberitahumu sesuatu ".ucap harish


ammar dan akbar di samping bunga


harish melihat ammar dan akbar


"boleh aku pinjam dia selagi menunggu ?".tanya harish


ammar dan akbar mengganguk


Flora dan harish menjauh sedikit


"cepatlah ".ucap Flora tanpa menolehnya


"apa kau tak mau menatapku walau sedikit saja ?".tanya harish


Flora berusaha untuk tidak menatap harish karena jika ia menatap harish rasanya ia akan selalu terbayang wajahnya namun percuma ia sekarang menatap wajah harish


harish melihat wajah Flora yang pucat pasi dan memegang kedua pipi Flora wajah yang membuat ia jatuh cinta wajahnya yang berbentuk seperti bulan dan dagunya yang terbelah


"katakan kalau kau juga memiliki perasaan yang sama Flora ?".tanya batin harish


dia menatap mata Flora yang berwarna hazel


Flora berusaha menahan air mata yang akan jatuh ia melihat mata harish yang berwarna brown hazel


"perasaan ini rasanya salah aku tidak mungkin bisa bersamamu aku sudah terlalu lemah dan rasa sakit yang aku tampung rasanya tak bisa aku bendung lagi aku menyerah dari rasa ini mas aku terima nasibku maafkan aku mas tapi aku memang tidak akan pernah pantas untukmu aku mengalah pada takdirku. ".sendu batin bunga


ia berusaha menahan air mata

__ADS_1


"apa kau marah padaku Flora ?".tanya harish


"tidak ".ucapnya


"tidak.aku tidak pernah marah padamu mas aku hanya ingin kau menjauhlah dariku biarkan aku sendiri ".


"kenapa Flora apa kau tidak suka berada di dekatku ".ucap harish memegang kedua bahu bunga


Flora menggeleng dan meneteskan air mata


"tidak.bukan seperti itu maksudku aku hanya ingin sendiri dulu untuk sementara waktu ".pintanya


"bram ya ".ucap harish


perawat datang memanggil bunga


"aku harus pergi ke ruangan sekarang dokter memanggilku ".ucap Flora berniat pergi


harish mencegatnya


"Flora ".lirihnya


Flora menatapnya


harish mendekatinya


"ketahuilah bahwa apapun keinginanmu aku terima kalau kau ingin menyendiri terlebih dahulu tapi sebelum itu izinkan aku bersamamu dalam 1 hari ".pinta harish


ia memegang kedua pipi bunga


hidungnya berdekatan dengan hidung bunga


"aku mohon ".lirih harish dengan mata yang sayu


"ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu ".ucapnya kembali


Flora nampak berfikir


" i cant ".ucapnya


"aku gak bisa mas aku takut ".ucap bunga


"aku mohon , setelah itu aku akan pergi aku tidak akan menggangumu lagi ".lirih harish


dari jauh keluarga Flora melihat mereka di balik tembok


Flora menatap harish


"aku tidak bisa memberikanmu jawaban aku mohon maafkan aku mas ".ucapnya sendu


ammar dan akbar datang menyemangati bunga


asiye memegang pundak bunga


ammar berbicara dengan harish menjauh sedikit


"Flora biarkan dia bersamamu ".pinta akbar


"kasihanilah dia Flora ".ucap asiye


Flora berfikir


ammar dan harish kembali


Flora menatap harish yang menatapnya sayu


Flora ke ruang kemoterapi dan melakukan kemoterapi dengan dokter tabhita


selesai kemoterapi


"kau yang kuat ya Flora ".ucap tabhita menyemangati dirinya


Flora tersenyum


tabhita melirik harish dari jauh dan menggeleng serta berwajah sedih


Flora keluar dari ruang kemoterapi


Flora dan asiye pergi ke dokter kandungan


ammar dan akbar menepuk pundak harish


mereka bertiga ke dalam ruangan tabhita


"aku tidak bisa jelaskan apapun usia kandungan Flora sudah memasuki hampir 3 bulan aku rasa kita perlu ambil tindakkan saat kandungannya sudah memasuki usia 7 bulan dengan terpaksa kita harus melahirkan anaknya secara prematur dan Flora mungkin sudah tidak tahan dengan rasa sakitnya ".ucap dokter tabhita


ammar dan akbar berusaha sabar


sementara harish yang mendengarnya lansung pergi keluar ruangan dan memukul tembok dan menangis


harish berusaha kuat dia akan menunjukkan cintanya pada Flora apapun caranya


Flora terduduk di taman rumah sakit


dia mengelus perutnya


dia habis memeriksa kandungannya


asiye bermain bersama Aaliyah


harish melihatnya dari jauh dia menghampiri Flora dan duduk di sebelahnya

__ADS_1


"aku terima tawaranmu hanya 1 hari ".ucap Flora tanpa menoleh ke arahnya


Flora tidak sadar mata harish memerah karena menangis tangan harish berdarah karena memukul tembok karena emosi tadi


__ADS_2