
Harish membawa kabur nina
saat ini nina di mansion harish dia duduk di meja makan
"makanlah aku tidak tahu apa yang kau sukai jadi aku pesan dan siapkan sebanyak ini ".ucap harish
nina mengambil sandwich dan memakannya pelan
"its okay ".
"jangan takut sama aku ".
"siapa anda ?".tanya nina
harish tersenyum
"kau akan tahu ".ucapnya
nina ketakutan
untungnya ada mbok menemaninya di sampingnya dan berusaha menenangkanya
••••
keesokan harinya
Flora terbangun bersama Aaliyah
Flora memandikan Aaliyah
mereka sarapan bersama
ammar dan asiye belum bangun
Flora menata makanan
"tante oma , opa , om aku mau ketemu bunda dan ayah ".ucapnya diatas meja makan
"jangan dulu ya sayang bunda dan ayah lagi sibuk ".ucap akbar
"emang bunda dan ayah sibuk apa sih !".
semua melirik tajam akbar
"jangan bicara yang tidak tidak pada anak kecil bodoh !".sindir bunga
"kontrol mulutmu akbar ".bisik zayn
"akbar ".tegur anita
akbar menunduk
semua menahan tawa
aaliyah turun dari kursi dan berlari dari meja makan
menuju kamar ammar dan asiye
ammar dan asiye tertidur sambil berpelukkan dan tersenyum bersamaan
"good morning wife ".ucap ammar
"good morning to husband ".ucap asiye
mereka berciuman dari belakang
TOK
TOK
TOK
"ayah bunda ayo turun kita makan ".ucap Aaliyah dari luar
mereka tertawa
"sebentar ya sayang kamu duluan aja ayah sama bunda lagi ....
asiye membungkam mulut ammar dengan tanganya
"iya sayang sebentar ya ini lagi siap siap ".ucap asiye
suara Aaliyah tak lagi terdengar
asiye membuka bungkaman tangannya di mulut ammar
"ayo cepat mandi dan siap siap !".perintahnya
ammar terkekeh
asiye ke kamar mandi untuk mandi
ammar memperhatikanya dengan senyum
ammar dan asiye menyusul ke meja makan dan makan bersama keluarganya
•••
selesai makan Flora pamit pada keluarganya dia akan kemoterapi di temani ammar dan akbar
"mama papa aku berangkat dulu ya ".
__ADS_1
"kau yang kuat ya Flora ".ucap sendu anita
mengelus putrinya
"maafkan papa dan mama gak bisa menemani kamu selama kemoterapi tapi papa janji besok jika kamu kemoterapi kami akan menemanimu ".ucap zayn
zayn dan anita tidak bisa menemani Flora karena zayn ada janji dengan dokter yang menangani kasus penyakit paru paru anita
Flora pergi bersama ammar dan akbar
di mobil
"kapan kau akan menyusul kak ammar kak ?".tanya bunga
"aku .aku tunggu saja ".ucap akbar sambil menyetir
Flora terkekeh bersama ammar yang berada di samping akbar
"kau itu tidak akan pernah tobat !".sindir ammar
Flora yang di belakang tertawa
Aaliyah dan asiye juga ikut menemani bunga
asiye juga tertawa
"memangnya uncle akbar ada dosa apa ? sampai gak bisa tobat ".tanya Aaliyah
semua saling melirik dan tertawa terbahak bahak
Flora batuk dan mengambil sapu tangannya di tas dia muntah darah dia menyembunyikanya dari semua orang
"Flora ada apa ?".tanya asiye
Flora tersenyum dan mengatakan tidak apa
"sebenarnya aku penasaran dengan dokter kemoterapimu itu siapa namanya ?".tanya akbar
Flora tertawa
"dokter tabhita maksudmu ?".ucap bunga
semua terkekeh
"btw Flora kau tahu harish itu baik dia mempertemukan dirimu dengan dokter tabhita untuk menyembuhkan penyakitmu ".ucap Asiye
suasana jadi canggung
ammar dan akbar saling lirik
"aku takkan bisa sembuh asiye ".ucap batin bunga
akbar tetap menyetir
Flora tersenyum pada asiye
sesampainya di rumah sakit
Flora ber pas pasan dengan harish
"Flora ".lirih harish
Flora menundukkan kepala
"hei mas harish ".ucapnya
harish ingin sekali Flora menatapnya
"tataplah aku Flora ".batin harish
"ada apa mas ?".tanya Flora menolehnya
"aku kesini karena aku harus memberitahumu sesuatu ".ucap harish
ammar dan akbar di samping bunga
harish melihat ammar dan akbar
"boleh aku pinjam dia selagi menunggu ?".tanya harish
ammar dan akbar mengganguk
Flora dan harish menjauh sedikit
"cepatlah ".ucap Flora tanpa menolehnya
"apa kau tak mau menatapku walau sedikit saja ?".tanya harish
Flora berusaha untuk tidak menatap harish karena jika ia menatap harish rasanya ia akan selalu terbayang wajahnya namun percuma ia sekarang menatap wajah harish
harish melihat wajah Flora yang pucat pasi dan memegang kedua pipi Flora wajah yang membuat ia jatuh cinta wajahnya yang berbentuk seperti bulan dan dagunya yang terbelah
"katakan kalau kau juga memiliki perasaan yang sama Flora ?".tanya batin harish
dia menatap mata Flora yang berwarna hazel
Flora berusaha menahan air mata yang akan jatuh ia melihat mata harish yang berwarna brown hazel
"perasaan ini rasanya salah aku tidak mungkin bisa bersamamu aku sudah terlalu lemah dan rasa sakit yang aku tampung rasanya tak bisa aku bendung lagi aku menyerah dari rasa ini mas aku terima nasibku maafkan aku mas tapi aku memang tidak akan pernah pantas untukmu aku mengalah pada takdirku. ".sendu batin bunga
ia berusaha menahan air mata
__ADS_1
"apa kau marah padaku Flora ?".tanya harish
"tidak ".ucapnya
"tidak.aku tidak pernah marah padamu mas aku hanya ingin kau menjauhlah dariku biarkan aku sendiri ".
"kenapa Flora apa kau tidak suka berada di dekatku ".ucap harish memegang kedua bahu bunga
Flora menggeleng dan meneteskan air mata
"tidak.bukan seperti itu maksudku aku hanya ingin sendiri dulu untuk sementara waktu ".pintanya
"bram ya ".ucap harish
perawat datang memanggil bunga
"aku harus pergi ke ruangan sekarang dokter memanggilku ".ucap Flora berniat pergi
harish mencegatnya
"Flora ".lirihnya
Flora menatapnya
harish mendekatinya
"ketahuilah bahwa apapun keinginanmu aku terima kalau kau ingin menyendiri terlebih dahulu tapi sebelum itu izinkan aku bersamamu dalam 1 hari ".pinta harish
ia memegang kedua pipi bunga
hidungnya berdekatan dengan hidung bunga
"aku mohon ".lirih harish dengan mata yang sayu
"ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu ".ucapnya kembali
Flora nampak berfikir
" i cant ".ucapnya
"aku gak bisa mas aku takut ".ucap bunga
"aku mohon , setelah itu aku akan pergi aku tidak akan menggangumu lagi ".lirih harish
dari jauh keluarga Flora melihat mereka di balik tembok
Flora menatap harish
"aku tidak bisa memberikanmu jawaban aku mohon maafkan aku mas ".ucapnya sendu
ammar dan akbar datang menyemangati bunga
asiye memegang pundak bunga
ammar berbicara dengan harish menjauh sedikit
"Flora biarkan dia bersamamu ".pinta akbar
"kasihanilah dia Flora ".ucap asiye
Flora berfikir
ammar dan harish kembali
Flora menatap harish yang menatapnya sayu
Flora ke ruang kemoterapi dan melakukan kemoterapi dengan dokter tabhita
selesai kemoterapi
"kau yang kuat ya Flora ".ucap tabhita menyemangati dirinya
Flora tersenyum
tabhita melirik harish dari jauh dan menggeleng serta berwajah sedih
Flora keluar dari ruang kemoterapi
Flora dan asiye pergi ke dokter kandungan
ammar dan akbar menepuk pundak harish
mereka bertiga ke dalam ruangan tabhita
"aku tidak bisa jelaskan apapun usia kandungan Flora sudah memasuki hampir 3 bulan aku rasa kita perlu ambil tindakkan saat kandungannya sudah memasuki usia 7 bulan dengan terpaksa kita harus melahirkan anaknya secara prematur dan Flora mungkin sudah tidak tahan dengan rasa sakitnya ".ucap dokter tabhita
ammar dan akbar berusaha sabar
sementara harish yang mendengarnya lansung pergi keluar ruangan dan memukul tembok dan menangis
harish berusaha kuat dia akan menunjukkan cintanya pada Flora apapun caranya
Flora terduduk di taman rumah sakit
dia mengelus perutnya
dia habis memeriksa kandungannya
asiye bermain bersama Aaliyah
harish melihatnya dari jauh dia menghampiri Flora dan duduk di sebelahnya
__ADS_1
"aku terima tawaranmu hanya 1 hari ".ucap Flora tanpa menoleh ke arahnya
Flora tidak sadar mata harish memerah karena menangis tangan harish berdarah karena memukul tembok karena emosi tadi