
Flora selesai melakukan kemoterapinya
"datanglah kemari ya Flora 1 bulan sekali ".ucap dokter Amran
"terima kasih dok ".ucap Bunga
Sementara itu Bram tengah selesai bermesraan dengan madina
"dad kalau kamu ada waktu luang aku mau kita jalan jalan saja ".ucap Madina
Bram mengecup kepala Madina
"tentu nanti kita jalan jalan ".ucap Bram
Madina senang dan memeluk Bram
Bram kembali mencium kepalanya
Flora kembali ke rumahnya Bram belum pulang
"mbok masak apa ?".tanya Bunga
"oh masak capcay bu sama kepiting ".ucap mbok
"oh ya sudah ".ucap Bunga
•••
Bram pulang dan menghampiri istrinya
"dad kamu udah pulang ?".ucap Bunga
"udah dong sayang aku kangen soalnya sama kamu ".ucap Bram
Flora tersenyum dan mencubit perut suaminya
Mereka tidur bersama
Flora bersandar di dada suaminya
"dad hari ini aku nanganin kasus kasihan sekali".ucap Bunga
"kamu harus istirahat gak boleh banyak pikiran ".ucap Bram mengelus kepalanya
"aku ada kasus anak perebutan hak asuh orang tua anak anak itu bercerai aku kasihan denger cerita itu pasti mental mereka tersiksa bapaknya mereka selingkuh dan mereka bakal terpisah perpisahan paling menyakitkan ya perpisahan keluarga pihak ayah meminta aku membantunya tapi aku menolak".ucap Bunga
Bram termenung ia terbayangi akan sesuatu dan tersenyum kemudian
"istri aku memang hebat dia tahu siapa yang benar dan yang salah ".ucapnya
Flora tersenyum melihat suaminya
"aku beruntung sekali punya suami sebaik kamu mau berbagai cerita rumah tangga apapun yang aku denger aku selalu percaya sama kamu ".ucap Flora memegang kedua pipi Bram
dan kembali bersandar di dada Bram
Bram memeluknya ia merasa bersalah besar dia berselingkuh dengan perempuan lain dan egois ingin mempertahankan keduanya ia nyaman bersama Madina tapi ia juga tak bisa kehilangan Flora istri yang di cintai olehnya itu
Malam harinya Flora tidak dapat tidur
🌠🌙🕒
Dia terbangun dan ke kamar mandi membasuh mukanya
Dia melihat wajah suaminya yang pulas tertidur
Handphone suaminya berbunyi ia meraihnya terdapat notif pesan dari seseorang bernama Lilisa
Flora tak peduli
Dia menaruh ponsel Bram
Dia kembali tidur
Bram berangkat ke kantor Flora bersikap netral
Dia berusaha untuk positif thinking
__ADS_1
"kamu mau pergi ?".tanya Flora memakaikan dasi
"iya nanti aku ada meeting tapi aku pulang kok ".ucap Bram
mereka berdua terkekeh
•••
Bram memang ke kantor tapi hanya sebentar dia ke mall belanja dengan Madina
"dad aku senang sekali kamu belanjakan aku banyak !".
"tidak apa apa kan kamu orang spesial aku !".
Bram juga membelanjakan untuk Flora dia menganggap jika itu adil ia membelikan sesuatu pada Madina ia juga harus memberikan sesuatu pada Bunga
"dad ".tegur Madina
Bram berdehem
"itu untuk Flora ? ".
Bram mengangguk dan berkata ya
Madina menghempuskan nafasnya pelan dia kembali ke tempat belanjaanya pelan
"kamu kenapa ?".tanya Bram menghampirinya
Madina menghembuskan nafasnya pelan
"tidak apa apa dad aku hanya sedang tidak mood saja".ucapnya
Bram seakan mengerti dia jadi serba salah sekarang dia tahu Madina pasti tidak enak melihat Bram membelanjakan Bunga
"aku akan balikan ini saja".ucap Bram
Madina terkejut ia mencegatnya
"jangan dad belikan saja dia aku juga mau belanja juga kok".ucapnya
Madina tahu posisinya di sini hanyalah simpanan dan dia akan sangat di sampingkan dia mengetahui Flora namun Flora tak mengetahuinya dia merasa sedikit salah sebenarnya ia hanya ingin bersama Bram jika Bram bersamanya dia ingin Bram untuk dirinya tanpa memikirkan Flora dan ia tahu sebenarnya itu egois
•••
di kantor Bunga
Vanessa melirik Flora ia yakin ada yang di sembunyikan oleh Flora sobat karibnya itu
"Flora apa kau tidak apa apa ?".
"aku tidak apa apa ".ucap Bunga
mereka kembali bekerja
Vanessa melihat wajah Flora yang pucat
•••
sementara itu Bram berada di penthouse Madina mereka habis bermesraan
Bram mengusap kepala Madina yang bersandar di dadanya
"ada apa sih ?".tanya Madina
" tidak aku tidak apa ".ucap Bram
dia memang sengaja menyembunyikan segala masa lalunya dari hampir semua orang dia lumayan privasi
Madina tersenyum dia dan Bram berciuman mereka kembali bermesraan tak lupa mereka meninggalkan jejak masing masing perselingkuhan mereka di tubuh mereka berdua
Cup
Cup
Cup
Bram selesai melakukan hal tersebut meninggalkan Lilisanya yang tertidur pulas dan kemudian lansung mandi lalu memakai pakaianya dan membawa belanjaan untuk Bunga
__ADS_1
•••
Flora tengah tertidur di ranjang Bram menghampirinya di sisinya dan mengecup kening Flora ia mengusap kening milik Flora dengan Ibu jarinya
"maafkan aku Flora maafkan aku yang sudah sangat berdosa padamu ".ucap Bram
Dia tak mau Flora pergi meninggalkanya dan mengetahui perselingkuhannya namun namanya manusia juga punya rasa egois dia juga tak ingin kehilangan kenyamanan bersama Madina
Dia menangis
"dad".tegur Bunga
"dad kamu nangis ?".tanya Flora menangkap tetesan air mata di pipinya dan terbangun karena itu
"hmm tidak aku tadi kelilipan dan masih perih sekarang".ucap Bram
"kamu sudah obati ?".tanya Bunga
"sudah tadi langsung aku obati ".ucap Bram
Mereka tertidur kemudian Bram memeluk Flora erat
•••
Keesokan harinya Flora ke kantornya bekerja ia berjalan bersama Vanessa.membawa minuman
"hari ini ada kamu kasus apa ?".tanya Bunga
"ini kasus tuan Anggoro perebutan harta gono gini dengan nyonya anggoro !".ucap Vanessa
"nyonya anggoro ?".ucap Bunga
"ya dia sudah terbukti selingkuh dari tuan anggoro namun dia tetap mengelak dan meminta lebih harta gono gini ".ucap Vanessa
Flora terkekeh
"astaga dia yang salah tapi dia yang mengelak".ucap Bunga
"itu dia yang mempersulitkan sidang ".ucap sewot Vanessa
Flora tertawa
Flora dan Vanessa pergi keluar untuk makan di mall
Di mall
Flora sendirian membeli minuman ia merasa ada yang tak beres dan mengikutinya ia berusaha menyusul Vanessa ia berjalan cepat dan tak sengaja berpas pasan dan menabrak seorang pria tampan di hadapannya
"wohh".ucap keduanya
"maaf".ucapnya
"tak apa ".ucap pria itu yang tak lain Harish
•••
Sementara Bram berada di kantornya sedang rapat
"wah sekretarismu sangat cantik ya tuan wilson !".ucap klien Bram
"bisa lebih formal tuan Chandra !".ucap Bram
•••
Bram kemudian selesai rapat dan segera ke penthouse madina
"dad kok kamu tinggalkan aku ".ucap Madina
"maaf honey aku janji hari ini aku disini dan oh ya aku ada sesuatu buat kamu !".ucap Bram
Bram mengeluarkan gelang mewah untuk Madina
Madina senang dan memeluk Bram
Flora menunggu suaminya dia menelponnya dia ingin makan bersama suaminya
Bram tidak mengangkatnya Bram sendiri sedang berhubungan badan dan intim dengan Madina mereka habis belanja
__ADS_1