
Keesokan harinya di pantai
Flora membawa perut buncitnya menyusuri pantai dan memakai headset dan menyetel musik dia mengelus perut buncitnya
"sabar ya sayang mama akan pertahankan kamu bagaimanapun caranya ".ucap Flora menangis
Ammar dan Akbar menghampirinya
"kamu yang kuat ya Flora ".ucap Ammar
mereka bertiga berpelukkan melihat lautan
Vanessa menghampirinya
"Flora aku pergi dulu ya ".ucap Vanessa
"loh kamu mau kemana ?".ucap bunga
"aku akan kerumahku ".ucap Vanessa
Flora tahu Vanessa berbohong
"katakan padaku ada apa ?".tanya bunga
"tidak ada apa apa Flora aku akan ke rumah orang tuaku akan datang ".ucap Vanessa
"kamu gak apa apa kan ?".tanya bunga
"aku gak apa apa aku pergi dulu ya ".ucap Vanessa pergi
Vanessa akan pergi tapi Lucifer mencegatnya. di tengah jalan
"kau mau apa kau !".ucap Vanessa
"aku mau membantumu ".ucap Lucifer
"tidak usah aku bisa sendiri ".tolak Vanessa
Vanessa seakan ingin menahan air mata
Lucifer tahu pasti terjadi sesuatu pada Vanessa dia menyuruh orang mengikutinya diam diam
sementara itu di villa Harish
Harish di telepon seseorang
[ 📞 : kau sudah temukan dia ?.Harish ]
[ 📞 : pantau dia terus jangan biarkan terjadi apapun padanya .Harish ]
Harish mematikan telepon
di wallpaper ponselnya terdapat foto dirinya dengan Bram kecil serta seorang wanita memangku mereka
sementara itu
Bram mengendarai mobil sportnya dengan penuh kecepatan
"Arghhhh brengsek ".bentak Bram
dia memukul setir
dia ke rumah ( mansion ) Hendarto tapi keluarga Hendarto dan Flora tidak terlihat batang hidungnya
dia tidak ingin melepaskan Flora sebab ia masih cinta padanya dia akan terus pertahankan bunga
"kemana kau Flora !".umpat Bram
mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi
•••
sementara itu Flora berjemur di pantai dia terbayang apa yang terjadi dengan Vanessa dia ingin berenang ke laut melepaskan pikiranya yang penuh
saat akan ke laut seseorang mencegat tangannya
"apa yang kau lakukan kau ingin bunuh diri lagi !".pekik Harish
"kau !".ucap bunga.
"katakan kau ingin apa ? " Tanya Harish
"siapa yang ingin bunuh diri otakmu di pakai sedikit mas aku ingin berenang " .ucap bunga
Harish sadar dia salah menilai bunga
"lepaskan aku ".sebal bunga
__ADS_1
menghempaskan tangannya
"biar aku menemanimu ".ucap Harish lantang
dan kembali mencengkram tangan bunga
Flora terkejut Harish membawanya bersama ke tengah pantai
"hei kau mau apakan aku ?".tanya bunga
"sudah ikut saja kata kau ingin berenang ".ucap Harish
harish menariknya ke tengah tengah dan memandunya
mereka berenang bersama
"hati hati kau sedang hamil ".ucap Harish
"aku tahulah ".ucap bunga
"bagaimana kau senang ?".tanya Harish
"tentu aku ingin berendam dan berenang di sini ".ucap bunga
mereka berenang bersama
"apa kau takut hiu ?".tanya Harish
dia tersenyum
"kenapa kau tanya begitu ?".panik bunga
Flora melihat bawah
"euhmm aku akan pergi saja ".takut bunga
Harish menahan tawa
Flora akan pergi tapi merasa curiga dengan senyum Harish
"apa kau mengerjai aku ?".tanya bunga
"tidak ".ucap Harish
Flora menggerutu kesal
tiba tiba ombak lumayan besar datang Flora hampir terbawa arus dia bertumpu pada pundak Harish Harish refleks memegang pinggul bunga
DUG
DUG
DUG
ingin sekali Harish mengecup bibir manis merah milik bunga
Harish mendekatkan dan memiringkan wajahnya dan ingin mengecup bibir merah milik bunga
"Harish !".
teriak Ammar dan Akbar serta Lucifer bersamaan
mereka menoleh
"apa yang kalian lakukan !".ucap Ammar
"euhmm kakak dia menyelamatkan aku dari ombak saat aku sedang berenang ".teriak Flora berusaha bangkit dari laut
Ammar dan Akbar melirik
"jangan kemari ada kerang dan pecahan karang tajam di pasir sana kami akan kesana lewat perahu ".ucap Akbar
"kami juga akan berenang ".ucap Ammar lantang
dia dan Akbar serta Lucifer pergi
Lucifer tersenyum smirk pada Harish
Harish tersenyum smirk padanya
"kenapa kau tersenyum ?" tanya bunga
"tidak hanya saja aku suka berenang ".ucap Harish berenang
Flora kembali berenang santai
perahu datang Ammar dan Akbar serta Lucifer ikut menyelam dan berenang bersama bunga
__ADS_1
Zayn dan Anita melihat kebersamaan Flora dan tawa Flora dengan keempat pria itu
mereka tersenyum melihat kebahagiaan dan tawa bunga
"haruskah kita beritahu mereka sekarang ?".ucap Anita
"jangan sayang biarkan mereka bahagia terlebih dahulu ".ucap Zayn
mereka pelukkan
Ammar dan Akbar serta Flora melihat orang tua mereka tersenyum
"kakak aku sangat senang kita seperti ini ".ucap bunga
"apapun untukmu Flora ".ucap Akbar
"dan keluarga kita memang harus seperti ini ".ucap Ammar
mereka berenang bersama membuat masa kecil yang hilang
•••
di mansion Bram
hari sudah malam
Bram masuk kamarnya kamarnya dengan Madina sekarang dan Flora dulu
Madina sedang bermain ponsel dan tertawa sendiri
Bram ke arah lemari dan ruang ganti
biasanya kalau ada Flora dia pasti akan disambut ramah oleh Flora dan disiapkan air mandi ,pakaian serta makan malam
tapi Madina tidak melakukan hal itu dia menanggapinya biasa saja
"kamu dimana Flora ?".gumam Bram
jujur merindukan Flora sebagai istrinya
dia mengambil pakaiannya dan ke kamar mandi menutup pintu kuat
Madina biasa saja
•••
hari sudah malam di villa
mereka sedang makan bersama dengan Harish dan Lucifer
"Flora mama dan papa ingin bicara ".ucap Anita
"ada apa mah ?".tanya bunga
"apa kamu sudah siap bercerai dari Bram ?".tanya Zayn
Flora menunduk jujur dalam hatinya ia masih sangat mencintai Bram tapi Bram telah memberi luka pada cintanya
Ammar dan Akbar melirik bersama Harish dan Lucifer
Flora mengangkat wajahnya
dia menghembuskan nafasnya
"aku siap mah ".ucap bunga
"mama dan papa sudah mengurus perceraian kamu kamu dan Bram akan resmi bercerai setelah anak yang kamu kandung lahir ".ucap Anita
Flora terkejut begitu pula Ammar Akbar dan Harish
"mama papa ?".ucap bunga
"papa gak ingin kamu di buat menderita olehnya ".ucap Zayn
Ammar dan Akbar merasa ada yang aneh dengan orang tua mereka
"mama papa ada apa sebenarnya ?".tanya ammar
"tidak ada apa apa Ammar ,Akbar ".ucap Anita sendu
"papa dan mama ingin anak anak papa bahagia dan tidak tersiksa ".ucap Zayn
Harish hanya diam dengan Lucifer
"maafkan kami tuan Harish ,Lucifer ".ucap Zayn
"tidak apa apa tuan Hendarto Bram adikku aku yang seharusnya meminta maaf atas nama keluargaku kalau seandainya dulu kita tidak bertemu dan aku tidak bertemu Ammar dan Akbar kau tidak mungkin membantuku juga dalam bisnis dan entah bagaimana nasibku ".ucap Harish tulus
__ADS_1
mereka semua bersulang
"aku tidak akan pernah bisa melupakannya rasa sakit yang kau berikan padaku sangatlah perih mas ketika kamu memberikan aku cinta apakah cinta itu hanya untukku ? atau hanya rayuanmu saja mas ".gumam bunga