
Hari sudah berganti malam
asiye dan Aaliyah pulang ke penthouse bersama Ammar
"izinkan aku menginap disini aku ingin bersama Aaliyah ".ucap Ammar
asiye meliriknya
"bunda boleh ya uncle ini tidur sini ".ucap Aaliyah
asiye mengelus kepala anaknya
"uncle uncle tidur sini ya jagain aku ".ucap Aaliyah
Ammar membawa anaknya ke kamar dan menidurkannya
dia menghampiri Asiye yang masih menjaga jarak darinya
"ini sudah malam tuan sebaiknya anda pergi ".ucap asiye
Ammar menghela nafas pelan melihatnya dia tahu ini salahnya
"aku tahu aku salah aku ingin di sini aku ingin menjaganya aku akan tidur di sofa ".ucap Ammar
"tidak usah tuan aku akan tidur dengan Aaliyah kau di kamar saja ".ucap asiye pergi ke kamar Aaliyah
"kau bekerja sebagai kongres ?".tanya Ammar
Ia melihat foto Asiye sebagai politikus dan bersama para politikus
Asiye hanya diam awalnya
"yah setelah aku menikah dengan Adi dan aku berpisah darinya aku membuat organisasiku sendiri bersama teman temanku yang juga seorang politukus dan aku merusak kongres miliknya ( adi )".ucap Asya
Ammar tersenyum rupanya Asiye adalah wanita yang kuat dan tak rapuh
Ammar mendekati Asiye hidung mereka saling berdekatan
Asiye merasa dirinya tak sanggup bersama Ammar bahkan bertemu dengan Ammar apalagi bicara dengannya dirinya ingat kejadian dulu dia belum bisa melupakannya
Dia mundur perlahan dan ke kamar Aaliyah
sementara Ammar dia sadar dirinya salah dia akan mendekatkan dirinya dulu terhadap Aaliyah lalu memberitahukan bahwa ia ayahnya
•••
Bram kecelakaan dan di bawa ke rumah sakit Bram di bawa dengan brangkar ia ditolong oleh beberapa orang
"Flora ".lirih Bram
Bram tidak henti hentinya menyebut nama bunga
dokter yang menanangani Bram kecelakaan adalah dokter Yash ayah Tabhita
"ada apa ini ?".tanya dokter Yash masuk ruangan operasi
"dokter pasien mengalami kecelakaan dan berdarah banyak di kepalanya ".ucap perawat
•••
sementara itu
seorang wanita tertawa lepas
"bagus kalian sudah membuat Bram kecelakaan ".ucap wanita itu
wanita itu menyuruh anak anak buahnya menyabotase mobil milik Bram dan menabraknya di jalan
dia memberi segepok uang pada anak anak buahnya karena berhasil membuat Bram celaka
"bagus aku harap kau mati Bram sehingga dendamku terkabulkan ".gumam wanita itu
•••
Flora sudah pulang ke rumahnya
dia berada di rumahnya dan sedang menulis diary
📒🖋️ : untuk anak mama mama harap kamu tumbuh dengan cinta dalam menjalani hidup kamu adalah harapan mama dan anugerah terindah yang hadir dalam hidup mama mama sangat mencintai kamu mama harap kamu menjadi anak yang penuh cinta dan kasih .bunga
teleponnya berdering
Flora mengangkatnya
ternyata dokter tabhita
📞 : hai dokter ada apa ?.Flora
📞 : Flora Bram kecelakaan saat ini ayahku menanganinya .Tabhita
Flora membulatkan mata dia ke rumah sakit sendirinya tanpa meminta izin Zayn dan Anita serta Ammar dan Akbar dia khawatir dengan kondisi bram walaupun Bram akan menjadi mantan suaminya
dia pergi sendiri menaiki mobil menuju rumah sakit
sementara itu madina tengah bersenang senang di rumah memakai kutek
Mrs.Steiner datang membawa camilan dan jus
belum di taruh di meja Madina mengambilnya dan jatuh
TARRRRR
Madina geram dan bangkit
"gimana sih kasih yang bener donk !".bentak Madina
"cepat bersihkan dengan lap !".perintah Madina
Madina pergi menyenggol dan mendorong Mrs.Steiner hingga terhuyung
__ADS_1
ya itulah kebiasaan Madina kalau Bram tidak ada di rumah dia menyiksa para maid dan merasa paling berkuasa
Madina pergi pesta ulang tahun temannya Yanga da di klub malam yang bising
Madina mendapat telepon dari pihak rumah sakit kebetulan rumah sakit punya nomor Madina karena ada janji checkup kandungan
Madina mendapat kabar suaminya kecelakaan Madina memutar matanya malas
📞 : maaf saya sibuk .
padahal Madina sedang pesta mabuk mabukkan dengan teman teman laki lakinya
•••
Flora sampai di rumah sakit terlihat Tabhita panik dia menghampiri Tabhita
"gimana Bram dokter ?".tanya Flora
"dia sedang ditangani ayahku dan Amran aku yakin dia baik baik saja ".ucap Tabhita
Tabhita terlihat begitu cemas dengan Bram
dokter Amran keluar
Flora melihatnya menghampirimya
"bagaimana dia ?".tanya Flora
"kau tenang saja dia akan baik baik saja".ucap Amran
Dokter Yash keluar
"kita perlu bantuan Harish dia butuh banyak darah ".ucap Yash
Tabhita terduduk lemas dengan Flora
mereka berfikir
"Harish".ucap Amran
Tabhita mengerti
"Flora aku harap kau bisa meyakinkan Harish ini sudah 10 tahun hubungan mereka seperti ini setidaknya sebagai saudara mereka harus saling membantu ".ucap Tabhita
Tabhita tahu Harish sangat membenci Bram karena membuatnya cacat dan kehilangan haknya permasalahanya apa Harish mau mendonorkan darahnya untuk Bram dia menyampaikan itu pada bunga
Harish sedang di kantornya bersama Lucifer
menandatangani berkas berkas penting
"rish gimana Flora ?".tanya Lucifer
Harish menatapnya dan menghembuskan nafas pelan
"entahlah lu Tabhita memvonisnya bahwa ia tak akan bisa hidup lama aku akan kuatkan dia dan akan membuat hal itu tidak terjadi ".ucap Harish dari kursinya merapikan jasnya .
Lucifer menghembuskan nafas pelan
Harish menoleh padanya
"aku tahu itu tapi setiap aku ingin memberikan kehangatan yang wajar dengan dia rasanya aku ingin lebih dan ingin lebih banyak waktu dengannya ".ucap Harish
telepon Harish berdering
Harish mengangkatnya dan ternyata Flora mengajaknya bertemu di rumah sakit Harish kesana
sesampainya di rumah sakit
"ada apa ?".tanya Harish mendekati Flora dan Tabhita
Flora membawa Harish menjauh
"mas Harish aku mohon tolong kabulkan keinginanku aku mohon tolong".ucap Flora memohon
"tenang ada apa ?".tanya Harish
"aku mohon tuan maukah kau sumbangkan darahmu untuk Bram dia kecelakaan aku mohon padamu ".lirih bunga
Harish membulatkan mata mendengar itu
"aku..aku...
melihat netra Flora yang memohon padanya
•••
Harish mendonorkan darahnya untuk Bram walaupun masih ada rasa dendam di hatinya tapi perkataan Flora menyadarkannya bahwa ibu mereka Samara ingin anak anaknya saling membantu
Bram mendapat donor darah dari Harish
kondisi bram stabil dan membaik
Flora berterima kasih dengan Harish Harish senang Flora bahagia tapi ada rasa cemburu dalam hatinya apa Flora tidak menyadari cintanya untuk dirinya itulah yang ada di hati Harish
Harish pergi Flora menyusulnya
"tuan Harish ".ucap Flora
Harish menoleh
Flora mendekatinya
"terima kasih aku hanya khawatir padanya karena dia ayah dari anak anakku itu saja ".ucap bunga
Flora tersenyum padanya dan pergi
Harish tersenyum sepertinya Flora membaca pikiranya dia pergi
Flora menemani Bram hingga tertidur dia membeli beberapa camilan tadi di kantin rumah sakit untuk dirinya dan Bram bila bangun
__ADS_1
Bram berlirih memanggil Madina
Flora mendekatinya
" Bram ".ucap bunga
Bram melihat Flora
“Bunga”.lirihnya
Flora membantu Bram untuk duduk
“kamu kecelakaan Bram itu sebabnya aku kesini”.ucapnya
Bram hanya diam
Flora membantu Bram
“kamu mau makan ?”.tanyanya
Bram lagi lagi diam
Flora menyuapinya dengan telaten
Setelah beberapa saat Bram yang terdiam
"sebenarnya ngapain kamu disini ?".tanya Bram
Flora tersakiti kembali dengan perkataan Bram bram bahkan tidak tahu bahwa Flora kesini karena ia masih mempunyai perasaan cinta serta tanggung jawab seorang istri pada suaminya
Flora berusaha menahan air mata dan tertunduk
"aku kesini karena kasihan aja sama kamu aku dengar kamu kecelakaan jadi aku kesini seperti yang aku bilang aku rasa aku pergi dulu ya ".ucap bunga
"go head silakan kamu pergi aku mau sama Madina aku juga enggak butuh bantuan kamu ".ucap Bram
Flora menahan sesak di hatinya dan menahan luka suaminya tidak mengerti dirinya dirinya sangat mencintai Bram padahal kenapa Bram seperti ini
"aku pergi mas ini juga udah malam banget ".ucap bunga
"tunggu ".lirih Bram
Flora menoleh
"kamu bisa kapanpun kamu mau aku enggak peduli bahkan dengan anak yang kamu kandung sekalipun ".ucap Bram
Flora lagi lagi tertusuk dengan perkataan Bram dia mengepalkan tangan menahan air mata
"apa kamu sudah tidak mencintai aku lagi ?".tanya batin Flora sesak
“kenapa kamu sakitin aku !”.batinnya menjerit
dia keluar dari ruangan rumah sakit dan menutup pintu kencang
Brakkkkk
Bram meninju udara
ada Harish dan Tabhita mendengarkan dari sisi ruangan tadi depan pintu mereka mendengarkan semua
Harish mengepalkan tangan rupanya Harish tidak jadi pergi ia bertemu Tabhita membahas soal Bram dengan ayahnya Tabhita Yash kemudian tanpa sengaja mendengarkan percakapan Bram dan Flora bersama Tabhita
"aku akan beri pelajaran pada Bram ".geram Harish
Tabhita mencegatnya
"jangan Harish lebih baik kau kejar Flora kasihan dia pasti sedih ".ucap Tabhita
Harish mengejar bunga
Tabhita ingin menemui Bram tapi waktunya tidak tepat dia belum siap bertemu dengan lelaki tersebut
Flora keluar dia ke taman rumah sakit menghembuskan nafasnya pelan dia berusaha menahan air mata yang akan jatuh dari pelupuknya
"lepaskan Flora ".ujar Harish dari samping
Flora menoleh
Harish mendekati bunga
"mas Harish ".ucap bunga
dia berdiri
Flora berusaha tegar tapi tetap saja air mata itu jatuh walu hanya satu atau dua tetes
Harish menghapusnya dengan jempolnya
"maafkan aku ya Flora aku gagal menjadi kakak untuk Bram aku yang membuat dia menjadi pengecut dan bajingan ".ucap Harish
Flora tersenyum padanya
"jika Bram tidak peduli pada anak anak ini tak apa aku akan anggap anak anak itu anakku aku akan sayangi mereka melebihi anak kandungku sendiri mereka juga darahku ".ucap Harish
Flora tersenyum padanya
"aku belikan sesuatu untukmu ".ucap Harish meraba saku kantongnya
"apa kau selalu memberikan aku hadiah ".ucap bunga
"ada deh " .ucap Harish
harish memberi kalteen bars
"kau ingin aku gemuk ".ucap bunga
"iya kenapa ? ".tanya Harish tersenyum
mereka saling tertawa
__ADS_1
Bram tertidur pulas seseorang memasuki ruangannya dan mengambil 1 bantal yang dipakai Bram dan berniat membekapnya