
Bram kembali ke rumahnya ia menaiki tangga rumahnya Madina pura pura menangis di kamar memegang perutnya
Bram ke tepi ranjang dan duduk di samping Madina
"sayang kamu kenapa kamu gimana ?".tanya Bram panik sambil mengelus kepala Madina
"hiks..hiks... mas Flora dia permalukan aku mas dia katain aku di depan orang dan dorong aku untung aku pegangin perut kita tapi dia juga menampar aku mas ".ucap Madina
ia memperlihatkan tepi bibirnya yang berdarah
rahang Bram mengeras dan tangannya terkepal
"kamu tunggu sini ! ".ucap Bram penuh penekanan
Bram pergi
madina tersenyum puas
Bram pergi menaiki mobilnya ke tempat Flora namun tidak ada keluarga Hendarto di rumah mereka Bram kesal
"keparat kemana dia !".titah Bram menyetir
dia mendapat info Anita masuk rumah sakit kemungkinan Flora ada di sana
dia meminta anak buahnya mencari tahu rumah sakit Anita di rawat
Anita tambah drop semua panik Harish menenangkan Flora
"tambahkan hatimu Flora dokter sedang merawat ibumu ".ucap Harish
Flora bersandar di dada Harish
Ammar dan Akbar yang melihat itu mengerti
dokter mengatakan drop Anita sudah bisa di tangani dengan baik dan kondisi Anita stabil
semua bersyukur
Flora tidak ingin memperkeruh suasana yang tambah kacau dia berusaha tegar
"kakak aku akan mendoakan mama ".ucap Flora
"aku akan antar dirimu aku juga akan ke gereja ".ucap Harish
Flora tersenyum padanya
Ammar dan Akbar juga ikut mereka ingin mendoakan Anita
Zayn tersentuh dengan ke kompak kan anak anaknya
mereka ke gereja menyalakan lilin dan berdoa
Harish mengganggap Anita seperti samara ibu kandungnya sudah lama meninggal jadi ia juga ikut mendoakan dirinya
selesai berdoa mereka semua kembali ke rumah sakit menemani Anita
•••
sementara itu Bram kesal dan marah dia berniat mencari Flora kemanapun sudah tahu Flora di rumah sakit mana dia ke sana
kebetulan Flora keluar sebentar sendiri keluar
dia ingin membeli air putih seseorang menarik lengannya
"kamu !".pekik Flora melihat Bram
Bram membawanya ke tempat sepi dan taman rumah sakit
"lepasin sakit !".lirih Flora
Bram membawanya paksa ke sana
"kamu ngapain lilisa jawab !".bentak Bram
Flora mengerti ia menyilangkan tangan dan tersenyum
"oh wanita itu ngadu ya aku rasa dia lebih lebihkan cerita ".ucap Flora Santai
__ADS_1
Bram semakin geram
"kenapa kamu marah ok pukul aku ".ucap Flora menunjuk pipinya
Bram naik pitam
"aku gak butuh emosi sekarang jawab kamu ngapain lilisa tadi di mall !".bentak Bram memegang pundak Flora
Flora mengernyit
"aku , aku gak apa apain dia kok justru aku bilang yang sejujurnya kalau dia itu sama seperti perempuan murahan karena mau jadi simpanan Kakak iparnya sendiri ".ucap Flora
Plakkkk
Bram menampar Flora keras
Flora memegang pipinya dan tidak menangis atau berteriak dia justru tersenyum smirk
"jangan pernah kamu bicara seperti itu lagi kamu tampar dia kan ? dan ini balasan untuk kamu ".ucap Bram menunjuk Flora dan pergi
"bagus mas dengan ini aku bisa buktikan bahwa kamu suami yang tega dan kita bisa bercerai karena kamu sudah lakukan ini sama aku ".gumam Flora
Harish ternyata melihat kejadian itu dari jauh mengepalkan tangan dan marah pada Bram dia tidak terima Flora di perlakukan seperti itu
Flora kembali ke rumah sakit dia ke kamar mandi melihat bekas tamparan Bram di cermin untungnya dia membawa bedak dan makeup dan bisa menyamarkannya hingga keluarganya tidak curiga
dia kembali ke ruangan Anita
"aku pergi dulu ya Flora ".ucap Harish
"ya sudah terima kasih sudah mengantarkan ku mas ".ucap Flora tulus
Harish tersenyum padanya dia sebenarnya tidak mau meninggalkan Flora tapi ada sesuatu yang ia harus lakukan
"Ammar ".lirih Anita
Ammar menghampirinya
"mama ingin jelaskan sesuatu sama kamu ".lirih Anita
"biar aku saja ".ucap Zayn pada Anita
semua menoleh pada Zayn
"ini 6 tahun yang lalu waktu kau di Amerika Ammar ".ucap Zayn
Zayn menghirup nafas dalam
"Ammar sebelum ini aku bahas aku harap kau tahu sesuatu dan jujur sebab aku merasa bersalah ".ucap Zayn
Zayn dan Anita menghirup nafas dalam menceritakan soal asiye
"kami kira dia menjebak dirimu Ammar kami yakin kau tidak mungkin seperti itu tapi setelah kejadian hari itu .... ".ucap Zayn
Tarrrr
Ammar melotot dia terkejut dengan hal itu
"apa maksudmu pah ?".tanya Ammar
"kau tahu maksud kami nak mama dan papa yang salah disini kami tidak tahu sekarang jawabannya ada dirimu itu benar atau tidak ?".lirih Anita
ingatan Ammar kembali ke 6 tahun yang lalu
saat itu ia menghadiri pesta temannya di gedung apartemen milik temannya sementara Akbar sedang sibuk mengurusi kantor mereka mabuk mabukkan Adi teman Ammar yang paling jahil menawarkan minuman dia tahu Ammar kesepian
"nih bro biar enggak kesepian ".ucap Adi
dia tersenyum smirk
Ammar meminumnya tanpa curiga kepala Ammar terasa pusing dan tubuhnya panas
"bro gua balik dulu ya ".ucap ammar
Ammar lansung ke kamar mandinya mandi agar segar
asiye datang membereskan apartemen Ammar
__ADS_1
Ammar tahu seseorang datang dia menyelesaikan Mandinya dan memakai handuk di pinggangnya dan memakai handuk lain untuk mengeringkan rambutnya
dia keluar kamar mandi
dia melihat Asiye dengan tidak jelas Asiye menunduk dan akan pergi Ammar mencegatnya tak mau Asiye pergi dia memaksa Asiye dan membaringkannya ke kasur yang masih baru di ganti seprai dia menahannya dia tidak bisa melihat wajah Asiye dengan jelas dia pun memperkosanya
ketika ia bangun ia hanya memakai boxer dia bahkan tidak sadar kasurnya sudah di ganti seprai saat bersama asya dia berfikir mungkin kejadian itu hanyalah mimpi karena saking kesepiannya dan ada Adi menghampirinya
"bro Lo gak apa apa ? ".tanya Adi
ammar mengatakan tidak apa apa
entah kenapa sejak kejadian itu Ammar mulai bergairah ia ternyata memiliki sifat nakal selama ini ia seorang Casanova ia membayar para gadis untuk memuaskannya yang seakan takkan pernah puas
plakkk
"begini cara mama didik kamu !".hardik Anita
dia syok mengetahui anaknya memiliki sifat Casanova
"sudah mah tenang mah ".ucap Zayn
"aku sudah besar mam mama gak perlu atur aku ".ucap Ammar lantang
"Ammar !".tegur tegas Zayn
"jaga bicaramu !".ucap Zayn
"bukankah papa dulu juga seperti ini !".ucap Ammar
"bukankah papa juga sering menghabiskan banyak nafsu serta waktu papa dengan perempuan Ja•lang di luar sana !".hardik Ammar
dia lantas pergi
Zayn merasa diam dan tertampar anak anaknya itu mengikutinya yang sama sama tak bisa setia dan merasa tak pernah cukup pada 1 perempuan
"dia bahkan lebih parah dari Akbar ".ucap Zayn
Flashback off
"berarti aku gak mimpi hari itu ".ucap Ammar
ia mengepalkan tangan tak percaya dengan rahasia yang selama ini orang tuanya simpan kalau saja orang tuanya cerita dari awal ia akan bertanggung jawab pada asiye
pranggg
Ammar menjatuhkan barang diatas nakas ke bawah
"kenapa mama dan papa egois dan baru cerita sekarang kenapa mah !"pekik Ammar
Flora dan Akbar menenangkan Ammar
Zayn dan Anita merasa bersalah besar
•••
sementara itu Bram terkejut mendapat video dari orang tak dikenal di ponselnya Madina ingin menampar Flora di mall dan ada Vanessa dan Flora mencegat tangan Madina dia justru tidak menamparnya
ia tak percaya dan merasa bersalah pada Flora
"bagaimana ini mana yang benar apa ini editan ? ".gumam Bram
ada pesannya juga
✉️ : semua yang berkilau bukan berarti emas berpikirlah dulu sebelum bicara Abraham Richard Wilson
"tidak ini pasti editan ".gumam Bram
"aku akan tanya Vanessa apa ini ulahnya !".geram bram
Harish sedang merampok sedikit saham bram
Bram mendapat pesan bahwa mereka sedikit mengalami kerugian saham
Bram semakin marah dan membanting ponselnya
"ini balasan untukmu dik ".ucap Harish
__ADS_1